maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


PLN Percepat Listriki Desa Terpencil di Papua

Sabtu, 17 Juli 2021

Mayoritas desa di Papua dan Papua Barat memanfaatkan energi surya.

Salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Papua.. tempo : 166428113427

JAYAPURA – PT PLN (Persero) terus berupaya mengalirkan listrik desa-desa terpencil di Papua dan Papua Barat. Mayoritas desa di dua provinsi ini memanfaatkan energi surya. “Pemanfaatan energi surya merupakan upaya PLN mendukung percepatan bauran energi baru terbarukan yang ditargetkan pemerintah sebesar 23 persen pada 2025," kata Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda, Minggu, 18 Juli 2021.

PLN berkomitmen melistriki seluruh desa-desa di Papua dan Papua Barat.  Meski dalam kondisi pandemi, perseroan berhasil melistriki 105 desa.

Selama periode 2016-2020 PLN berhasil mengalirkan listrik ke 807 desa dan dinikmati hampir 38 ribu pelanggan. Perseroan menginvestasikan Rp 2,03 triliun atau setara Rp 53,6 juta per pelanggan. Penambahan aliran lisrik ini mendorong peningkatan rasio desa berlistrik di Papua dan Papua Barat meningkat menjadi 95,62 persen. Saat ini sbanyak 7.036 desa di kedua provinsi ini tersambung dengan listrik.

"PLN terus melakukan percepatan untuk melistriki desa-desa tersebut hingga rasio desa berlistrik mencapai 100 persen sesuai dengan penugasan pemerintah,” kata Huda.  

Dia mengatakan akan mengupayakan 328 desa di Papua dan Papua Barat segera terlistriki. Rencananya sebanyak 32 desa menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sedangkan 285 desa juga akan menfaatkan listrik surya melalui stasiun pengisian energi listrik (SPEL) dan alat penyalur daya listrik (apdal). Desa-desa tersebut berada di lokasi yang sulit dijangkau dan jauh dari jaringan eksisting.

“Sisanya 9 desa akan kami listriki melalui perluasan jaringan listrik eksisting, dan dua desa memakai pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hybrid PLTS dengan memanfaatkan mesin yang telah ada,” kata  Huda.

Selain fokus melistriki desa-desa terpencil, PLN juga memperkuat sistem kelistrikan untuk Papua dan Papua Barat. Saat ini daya mampu di kedua provinsi tersebut telah mencapai 454 MW dengan beban puncak sebesar 299 MW. Dengan kondisi yang ada, PLN memiliki cadangan daya sebesar 155 MW yang siap dimaksimalkan.

“Kami siap dan mengajak kepada para investor untuk masuk dan berinvestasi di Papua dan Papua Barat. Ketersediaan pasokan daya dari pembangkit dan penguatan jaringan terus kami lakukan untuk menghasilkan listrik,” ujar Huda

Huda mengatakan kapasitas yang dikembangkan PLN tidak hanya mencukupi tapi juga andal. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan prima dan andal. Hal ini mengingat ketersediaan listrik merupakan salah satu poin penting dalam bisnis dan industri,” tuturnya.

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 25 September 2022

  • 18 September 2022

  • 10 September 2022

  • 3 September 2022


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan