Indikator 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Publik Masih Percaya KPK

Lebih dari separuh pembaca situs tempointeraktif.com menilai keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi masih penting sebagai ujung tombak perang melawan korupsi di negeri ini. Hasil jajak pendapat di situs berita ini menunjukkan 56 persen pembaca percaya pada integritas dan kemampuan KPK.

Lembaga pemberantas korupsi yang bermarkas di Kuningan, Jakarta Selatan, ini memang sedang jadi sorotan. Nyanyian Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus suap proyek wisma atlet SEA Games yang juga bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, merupakan pangkal soalnya. Dari tempat persembunyiannya, ia berkali-kali melontarkan tuduhan, mempertanyakan integritas penyidik dan pemimpin lembaga itu.

i
Menurut Anda, apakah KPK masih mampu menjalankan tugasnya sebagai lembaga pemberantas korupsi?
(3-10 Agustus 2011)
Ya
55,84% 397
Tidak
39,94% 284
Tidak Tahu
4,22% 30
Total (100%) 711

Lebih dari separuh pembaca situs tempointeraktif.com menilai keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi masih penting sebagai ujung tombak perang melawan korupsi di negeri ini. Hasil jajak pendapat di situs berita ini menunjukkan 56 persen pembaca percaya pada integritas dan kemampuan KPK.

Lembaga pemberantas korupsi yang bermarkas di Kuningan, Jakarta Selatan, ini memang sedang jadi sorotan. Nyanyian Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus suap proyek wisma atlet SEA Games yang juga bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, merupakan pangkal soalnya. Dari tempat persembunyiannya, ia berkali-kali melontarkan tuduhan, mempertanyakan integritas penyidik dan pemimpin lembaga itu.

Nazaruddin, misalnya, mengaku pernah bertemu dengan Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah dan Deputi Bidang Penindakan Ade Rahardja. Dalam pertemuan itu, Nazaruddin mengaku memberikan uang kepada Chandra. Di kesempatan lain, dia meminta Ade menunda penyidikan kasus korupsi yang melibatkan kader Demokrat.


Tuduhan Nazaruddin ini membuat petinggi KPK panas-dingin. Publik bertanya-tanya. Dalam riset Lingkaran Survei Indonesia, pamor KPK merosot drastis dibanding empat tahun lalu, misalnya. "Masyarakat menilai KPK masih tebang pilih," kata Adjie Alfaraby, peneliti LSI.

161819956284

Sentimen publik macam ini makin menjadi-jadi ketika Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie melontarkan wacana pembubaran KPK. Pernyataan Marzuki menyulut reaksi panjang. Sampai-sampai Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana perlu mengklarifikasi dan menegaskan posisi Yudhoyono, yang amat mendukung keberadaan KPK. "Saya pastikan SBY selalu memberikan dukungan penuh kepada KPK," katanya.

Perpecahan pendapat di kalangan elite soal masa depan KPK ini tecermin juga dalam jajak pendapat di situs tempointeraktif.com. Sebanyak 55,84 persen—dari 711 peserta jajak pendapat— setuju dengan Presiden. Tapi mereka yang menolak juga lumayan banyak: 39,94 responden.

Bahan Indikator Pekan Ini

Setelah menjadi buron sekitar 75 hari, Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus suap proyek wisma atlet SEA Games, akhirnya ditangkap. Pria 33 tahun itu dibekuk petugas Interpol di Cartagena, Kolombia, Ahad dua pekan lalu.

Hampir semua orang menyambut baik penangkapan Nazaruddin. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, misalnya, menyatakan gembira mendengar kabar penangkapan Nazaruddin. "Saya senang sekali. Alhamdulillah," katanya Senin pekan lalu.

Dengan tertangkapnya Nazaruddin, kata Mubarok, segala tudingan dan fitnah yang mampir ke partainya bisa ditepis. "Tertangkapnya Nazar akan mengungkap kebenaran, dan membongkar fitnah-fitnahnya," ujarnya.

Dalam pelariannya, Nazaruddin memang bak pendekar dengan jurus dewa mabuk. Dia menyerang kanan-kiri, seakan-akan tak rela menjadi korban tunggal kongkalikong yang dia lakukan. Setelah membongkar kebobrokan Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat, Nazaruddin menuding Edhie Baskoro Yudhoyono (Sekretaris jenderal Demokrat) dan Andi Mallarangeng turut menikmati buah kejahatannya. Dia juga menuding media massa ikut berperan.

Penangkapan Nazaruddin memang mengakhiri sepak terjangnya di dunia virtual. Tapi masalah belum selesai. Kini giliran polisi, jaksa, dan KPK menelisik semua kasus korupsi yang pernah Nazar ceritakan ini. Bola sekarang ada di kaki para penegak hukum.

Percayakah Anda penangkapan Nazaruddin akan menuntaskan kasus suap wisma atlet SEA Games? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di situs www.tempointeraktif.com.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161819956284



Indikator 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.