Album 1/1

Selanjutnya
text

Wafat
Hembing Wijayakusuma

Ahli ilmu herbal ini meninggal pada Senin pekan lalu. Ayah tiga anak ini wafat pada usia 71 tahun di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Hembing dimakamkan pada Senin siang pekan lalu di pekuburan Pondok Rangon, Cibubur.

Selama hidupnya, pria kelahiran Medan, 10 Maret 1940, ini dikenal aktif mengkampanyekan penggunaan tanaman obat asli Indonesia sebagai terapi kesehatan. Lulusan Chinese Medical Institute-Chinese Pharmacology and Acupuncture ini juga mendirikan klinik herbal, The Hembing Center, di Petamburan, Jakarta Pusat. Ketekunannya mempromosikan tanaman obat membuahkan sejumlah penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri.

i

Ahli ilmu herbal ini meninggal pada Senin pekan lalu. Ayah tiga anak ini wafat pada usia 71 tahun di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Hembing dimakamkan pada Senin siang pekan lalu di pekuburan Pondok Rangon, Cibubur.

Selama hidupnya, pria kelahiran Medan, 10 Maret 1940, ini dikenal aktif mengkampanyekan penggunaan tanaman obat asli Indonesia sebagai terapi kesehatan. Lulusan Chinese Medical Institute-Chinese Pharmacology and Acupuncture ini juga mendirikan klinik herbal, The Hembing Center, di Petamburan, Jakarta Pusat. Ketekunannya mempromosikan tanaman obat membuahkan sejumlah penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Wafat
Boedi Sampoerna

Mantan Presiden Komisaris PT Hanjaya Sampoerna Tbk ini wafat pada Senin malam pekan lalu. Boedi, yang menderita kanker lidah, sempat dirawat di Rumah Sakit Premier Surabaya sebelum mengembuskan napas terakhir. Jenazah disemayamkan selama sepuluh hari di rumah duka, Jalan Untung Suropati 58, Surabaya, dan dimakamkan di kompleks pemakaman Puncak Nirwana, Purwoasri, Pasuruan.

Selama hidupnya, Boedi, yang lahir di Surabaya pada 1937, cenderung menjauhi publikasi. Tapi namanya sempat mencuat pada awal 2010 setelah Dewan Perwakilan Rakyat membentuk panitia khusus untuk memeriksa kasus bailout Rp 6,7 triliun untuk Bank Century. Kebetulan Boedi adalah nasabah terbesar di bank itu. Boedi meninggalkan istri bernama Sumiarsih, tiga anak, dan tujuh cucu.

Rusdy Bahalwan

Mantan pelatih tim sepak bola nasional ini meninggal pada Minggu dua pekan lalu. Rusdy, yang juga pemain tim nasional dekade 1970, mengembuskan napas terakhir pada usia 64 tahun. Sejak 2004, Rusdy memang sudah didiagnosis menderita stroke dan komplikasi berbagai penyakit dalam. Jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pegirian, Surabaya.

Nama Rusdy harum sebagai pelatih sepak bola ketika berhasil membawa Persebaya Surabaya menjuarai kompetisi Liga Indonesia pada 1997. Terakhir kali, dia tercatat sebagai pelatih Persewangi Banyuwangi pada 2000. Dia meninggalkan seorang istri dan tiga anak.

Penghargaan
Tri Mumpuni, Hasanain Junaini

Dua warga Indonesia ini meraih anugerah Ramon Magsaysay tahun ini. Keduanya akan menerima penghargaan yang sering disebut-sebut sebagai Hadiah Nobel Asia ini di Manila, Filipina, akhir Agustus depan. Tri, 46 tahun, mendapat penghargaan atas upayanya menghadirkan teknologi energi berbasis lingkungan dengan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di sejumlah daerah miskin dan terpencil. Lembaga yang dia dirikan, Yayasan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan, telah mendirikan lebih dari 60 stasiun pembangkit listrik tenaga mikrohidro, yang berjasa memberikan energi listrik sekitar 500 ribu orang.

Sedangkan Hasanain mendapat anugerah ini atas kerja keras dan dedikasinya memperjuangkan pendidikan, kesetaraan gender, dan isu lingkungan lewat Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri di Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sebagai pemimpin pesantren ini, Hasanain mampu menanamkan sikap toleran kepada masyarakat di sekitar pesantren. Selain itu, dari pondok pesantren dia menggalakkan pembibitan tanaman hutan untuk mereboisasi hutan kritis.

Penghargaan
Anis Hidayah

Direktur Eksekutif Migrant Care ini mendapat anugerah Alison Des Forges dari Human Rights Watch tahun ini. Penghargaan ini diberikan kepada tujuh aktivis hak asasi manusia dari seluruh dunia atas kegigihan mereka memperjuangkan hak asasi manusia. Para aktivis ini akan menerima penghargaan dalam sebuah malam anugerah di New York, Amerika Serikat, akhir tahun nanti.

Anugerah tahunan Human Rights Watch diselenggarakan untuk memperingati komitmen Alison Des Forges dalam memperjuangkan hak asasi manusia. Forges, penasihat senior Human Rights Watch Divisi Afrika selama hampir dua dekade, meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang pada 12 Februari 2009. Anis sendiri mengaku kaget menerima penghargaan ini. "Ini mengingatkan kita bahwa perjuangan melindungi hak buruh migran, terutama yang bekerja di sektor domestik, memerlukan gerakan global," katanya pekan lalu.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161820247915



Album 1/1

Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.