Ilmu dan Teknologi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Siluman Laut Dangkal

Angkatan Laut Amerika membangun kapal selam mutakhir yang canggih tapi relatif murah.

i
AMERIKA, polisi dunia itu, kini punya senjata baru. Namanya USS Virginia. Inilah kapal selam modern yang berharga relatif murah tapi tetap canggih dan dilengkapi dengan beberapa keunikan. Salah satu keunikan yang dimiliki Virginia, awak kapal tak akan mendengar perintah kapten yang berbunyi, "Naikkan periskop," karena kapal ini memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, untuk memantau permukaan air, Virginia memakai kamera video digital dengan resolusi yang—kabarnya—lebih bagus ketimbang mata manusia. Video pemantau itu menggunakan teknologi serat optik, yang menghubungkan kamera di bagian luar kapal dengan layar monitor. Kapal yang dibuat untuk menggantikan USS Los Angeles ini dilengkapi dengan peralatan komputer yang konon paling canggih saat ini. Peralatan komputer tersebut bertugas mengatur sistem penggerak dan kemudi yang—meminjam jargon iklan sebuah produk mobil—nyaris tak terdengar. Itu sebabnya kapal selam ini dijuluki "siluman". Sistem penggerak mesin dan baling-baling yang nyaris tak terdengar itu sangat bermanfaat dalam pertempuran laut karena dengan begitu kapal bisa luput dari pantauan musuh. Untuk mengetahui posisi musuh, sebuah kapal selam harus bisa mendeteksi bunyi kapal lawan lewat sonar. Jika bunyi ini tak terdeteksi, kehadiran kapal selam bakal tidak diketahui pula. Jadi, agar tak terendus sonar atau radar, kapal selam harus mengurangi sekecil mungkin suara mesin ataupun peralatan lainnya. Itulah yang kini dimiliki Virginia. Rahasia yang membuat Virginia nyaris tak terdengar terletak pada sistem baling-baling yang digerakkan oleh reaktor nuklir, dan pada bahan pembuatnya. Namun, dari bahan apa Virginia dibuat, "Itu masih kami rahasiakan," ujar Kapten Paul E. Sullivan, juru bicara Angkatan Laut Amerika yang bertugas menangani proyek Virginia, seperti dikutip majalah ilmiah Popular Science. Keunikan Virginia bukan hanya itu. Sistem persenjataan kapal selam itu menggunakan peluncur rudal vertikal sehingga kapal bisa menembakkan rudal dari laut yang dangkal. Tabung peluncur vertikal merupakan sistem persenjataan yang tergolong baru. Kapal selam terdahulu menggunakan sistem horizontal. Tabung peluncur vertikal Virginia sebenarnya dimaksudkan untuk rudal jelajah Tomahawk. Namun, bila operasi militer menuntut, tabung tadi juga bisa dipakai untuk meluncurkan kapal selam mini yang akan diisi pasukan komando elite Angkatan Laut Amerika, SEAL. Meski dilengkapi beberapa kecanggihan baru, kapal Virginia sebenarnya bukan kapal selam penyerang terbaik yang dimiliki Amerika. Negara superkuat ini sebelumnya telah punya kapal selam Seawolf—pertama kali melaut 1997—yang lebih unggul baik dalam ukuran, persenjataan, kecepatan, maupun kemampuan menyelam. Seawolf—juga kapal yang sekelas semacam USS Connecticut dan USS Jimmy Carter—memiliki diameter lambung sekitar 13 meter, panjang 100 meter, dan berat mati 9.100 ton. Kapal selam ini sanggup menyelam sampai kedalaman lebih dari 600 meter, dan melaju dengan kecepatan 30 knot di dalam air. Virginia berdiameter lambung sekitar 11 meter, kecepatan dalam air 24 sampai 27 knot, dan hanya sanggup menyelam di perairan dangkal. Ia hanya punya empat tabung peluncur rudal, sedangkan Seawolf punya delapan. Pihak angkatan laut mengaku, Virginia memang sedikit lebih lambat dan tidak mampu menyelam sedalam pendahulunya. Namun, mereka bersikeras bahwa kekurangan tersebut tidak terlalu menjadi masalah. "Ketika pertama kali merancang Virginia, yang kami pikirkan hanya harganya yang lebih murah ketimbang Seawolf, meskipun risikonya kami harus mengurangi beberapa kemampuannya," ujar Sullivan, yang juga pernah menjadi manajer program Seawolf. Harga satu Seawolf US$ 2,3 miliar, sedangkan Virginia sedikit di bawahnya, US$ 2 miliar, dan versi berikutnya akan lebih murah lagi. Pada produksi keenam, katanya, bahkan harganya cuma US$ 1,6 miliar. Saat ini Virginia masih dalam bentuk potongan-potongan di galangan kapal Quonset Point, Rhode Island. Potongan-potongan tersebut—atau lebih tepatnya bagian kapal—dipastikan belum kelar dirakit tahun ini. Rencananya, kapal selam pertama akan turun laut pada 2002 nanti. Pihak angkatan laut menargetkan, nantinya bakal ada 30 kapal selam sejenis untuk menggantikan armada yang sebagian sudah memasuki masa pensiun. Wicaksono

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836372415



Ilmu dan Teknologi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.