Gagalnya Si Tukang Sampah - Ilmu dan Teknologi - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Ilmu dan Teknologi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Gagalnya Si Tukang Sampah

Pakar biokimia Indonesia meneliti mutasi genetik penyebab munculnya kolesterol jahat di tubuh.

i

Sebut saja namanya Diandra. Wajahnya oval sempurna. Sayang, kecantikannya terganggu kulit di kelopak matanya yang melepuh. Lepuhan serupa juga muncul di jemari tangannya. Eksim? Bukan. Diandra mengidap Xanthomas, penyakit akibat timbunan lemak low-density lipoprotein (LDL)—lebih dikenal sebagai kolesterol jahat—yang teroksidasi di dalam pembuluh darah (aterosklerosis).

Lemak LDL sebetulnya bukan barang asing. Bahkan mungkin tanpa sadar kita kerap menyantapnya. Jika Anda penggemar burger dan kentang goreng (french fries), lemak dalam dua jenis makanan itu mampu mendongkrak ketebalan timbunan LDL. Maklum, kandungan lemak dalam sepotong burger mencapai 50-100 miligram (50-60 persen) dan 30-160 miligram kolesterol, sementara french fries mencapai 54 persen.

Tentu saja tak perlu khawatir memakan burger atau kentang goreng, karena dalam tubuh yang sehat, timbunan lemak yang juga memacu stroke dan serangan jantung itu mestinya tak bakal terjadi. Sebab, saat masih melayang-layang di dalam darah, ia langsung disedot oleh reseptor LDL.


Reseptor ini kira-kira berfungsi seperti tukang sampah. Ia menangkap LDL, membersihkannya, lalu membuangnya ke hati sebagai tempat pembuangan akhir. Hati kemudian akan mengurai LDL menjadi kolesterol dan asam lemak (fatty acid), sebelum kedua hasil daur ulang itu disebarkan lagi ke seluruh tubuh. Mekanisme itu terus berulang dalam siklus yang disebut endogenous lipoprotein transport.

W251bGwsIjIwMjAtMTEtMjUgMTE6MzU6MTMiXQ

Nah, masalah baru muncul bila sang tukang sampah ngambek. Fungsi reseptor LDL bisa berhenti bila terjadi mutasi (perubahan) genetik. Istilah klinis untuk kelainan ini adalah familial hypercholesterolemia (FH). Dan gejala ini lazim ditemukan dalam masyarakat dengan angka prevalensi 1 penderita untuk setiap 500 orang.

Bila seseorang terkena kasus FH yang ringan, ia hanya mengalami gejala kenaikan kadar kolesterol darah. Tapi, bila terus dibiarkan, LDL yang tak terdaur ulang itu akan menyebabkan munculnya Xanthomas seperti dialami Diandra. Bahkan, dalam tingkat yang lebih serius, kematian bisa menyapa si penderita.

Repotnya, FH tergolong penyakit autosomal dominan genetic yang diturunkan dari orang tua ke anak melalui satu gen dalam autosomal chromosome (kromosom selain kromosom penentu jenis kelamin). Sehingga, jika salah satu dari dua kromosom yang diturunkan dari ayah atau ibu ada yang mengalami FH, sang anak akan terjangkit juga. Penderita penyakit Xanthomas bisa berasal dari umur yang berbeda-beda, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Hal ini dikarenakan perbedaan tingkat mutasi genetik (severity mutation) yang diderita tiap individu.

Tes diagnostik termudah bagi keluarga untuk mengetahui ini adalah dengan menjalani lipid screening alias tes pengujian darah untuk mengetahui kadar kolesterol. Masalahnya, kendati pengetahuan mengenai metabolisme kolesterol dan lipoprotein telah cukup dalam, perubahan yang terjadi pada struktur molekul yang menyebabkan penurunan kinerja reseptor LDL masih belum diketahui secara pasti.

Tak mengherankan bila pengetahuan atas karakteristik struktur reseptor LDL lantas menjadi ladang penelitian favorit para ahli biokimia, seperti yang dilakukan Nyoman Dana Kurniawan, 29 tahun. Riset yang dilakukan penerima beasiswa Science, Technology and Industrial Development (STAID) dari BPPT itu sebetulnya merupakan bagian dari tesis doktoralnya di Universitas Queensland, Brisbane, Australia, yang dipertahankan pada Desember 2002.

Ketertarikan Nyoman pada struktur protein sudah muncul jauh sebelum penggemar film art house ini (ia terpukau pada City of Gods, Central Station, Amélie, dan Billy Elliott) meraih gelar bachelor of science honors di bidang biokimia dari kampus yang sama pada 1997. Cuma, karena setelah itu Nyoman menjalani program post-doctoral fellow di Universitas Lund, Malmö, Swedia, dan Universitas Oxford, Inggris, sepanjang 2003, baru pada Rabu lalu ia bisa mempresentasikan hasil risetnya kepada pers di Lembaga Eijkman, Jakarta.

Fokus penelitian Nyoman bertumpu pada struktur tiga dimensi dan mutasi genetik pada reseptor LDL yang mengganggu siklus pembuangan ke hati tadi. Untuk itu Nyoman menggunakan peranti Nuclear Magnetic Resonance (NMR). Inilah alat spektroskopi yang mampu memindai berbagai efek mutasi, terutama pada dua dari lima domain yang membentuk reseptor LDL, yakni ligand-binding (LB) dan epidermal growth factor (EGF). Tiga domain pembentuk reseptor LDL lainnya adalah O-linked sugar, transmembrane, dan cytoplasmic.

Pada intinya, hasil riset Nyoman menunjukkan bahwa efek mutasi FH pada LB dan EGF dapat dibagi ke dalam tiga kategori. Pertama, mutasi residu cysteine akan menyebabkan kesalahan konfirmasi reseptor (misfolded), lantas mutasi pada residu pengikat kalsium berakibat pada runtuhnya (collapse) struktur tiga dimensi LB dan EGF, serta mutasi residu yang berinteraksi antardomain akan menyebabkan gangguan pengemasan, terutama pada domain LB, EGF, dan antar-EGF.

Dengan kata lain, pemahaman terhadap perubahan-perubahan struktur protein ini dapat membantu dunia kedokteran untuk lebih mengerti akibat mutasi FH pada pasien. Dengan pemahaman itu, masyarakat juga diharapkan lebih sadar akan ancaman penyakit ini. "Semoga hasil riset ini bisa digunakan sebagai masukan bagi penemuan terapi genetik yang tepat bagi penderita penyakit FH," tutur alumni SMA 78 Jakarta yang memilih musik modern jazz (dari St. Germain) dan pop disko (Pet Shop Boys) sebagai "pendamping" ketika sedang bekerja itu kepada TEMPO.

Akmal Nasery Basral

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-11-25 11:35:14


Ilmu dan Teknologi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB