Hukum 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Bukti Baru Visum Lama

Polisi membuka kembali penyelidikan dugaan pemerkosaan anak oleh ayahnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Polisi tak punya perspektif hukum dalam menangani kasus kekerasan seksual.

 

i Tulisan tentang kasus pemerkosaan anak di Luwu Timur yang diterbitkan Project Multatuli./TEMPO/Nita Dian
Keterangan pers terkait penghentian penyelidikan kasus pemerkosaan anak di Luwu Timur, di kantor LBH Makassar, Sulawesi Selatan, 9 Oktober 2021. TEMPO/Didit Hariyadi
  • Polisi dianggap melakukan pelanggaran serius karena membagkan foto ibu korban kekerasan seksual di Luwu Timur. .
  • Ada hasil visum yang menyebutkan ketiga korban mengalami kekerasan seksual.
  • Hasil ini bertolak belakang dengan visum yang dikantongi penyidik. .

RUMAH Lydia—bukan nama sebenarnya—di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mendadak ramai pada Jumat, 8 Oktober lalu. Ia kedatangan rombongan Kepala Kepolisian Resor Luwu Timur Ajun Komisaris Besar Silvester Mangombo Marusaha Simamora bersama tim reserse pada hari itu. Dua hari sebelumnya, dugaan pemerkosaan anak oleh mantan suaminya ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Mengenakan pakaian seragam lengkap, Silvester bersama w...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 36.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Riky Ferdianto


Pemerkosaan Anak di Luwu Timur Pemerkosaan Kekerasan terhadap Anak kekerasan seksual Kabupaten Luwu Timur

Hukum 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.