Hukum 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Utak-atik Bansos Beras

Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri penyelewengan penyaluran bantuan sosial di Kementerian Sosial. Ada cawe-cawe pejabat.

 

i Pekerja mengangkut beras yang akan disalurkan ke dalam truk BGR Logistics saat peluncuran program bantuan sosial beras Bulog dan Kemensos untuk 10 juta keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH) di Kelapa Gading, Jakarta, 2 September 2020./TEMPO/Tony Hartawan
Pekerja mengangkut beras yang akan disalurkan ke dalam truk BGR Logistics saat peluncuran program bantuan sosial beras Bulog dan Kemensos untuk 10 juta keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH) di Kelapa Gading, Jakarta, 2 September 2020./TEMPO/Tony Hartawan
  • Penyaluran bantuan sosial beras oleh PT Bhanda Ghara Reksa diduga bermasalah. .
  • Kerugian negara disinyalir Rp 156 miliar.
  • Ada campur tangan pejabat. .

DOKUMEN berita acara hasil negosiasi pekerjaan itu hanya terdiri atas empat halaman. Surat kontrak ini mengikat kerja sama antara PT Bhanda Ghara Reksa, badan usaha milik negara bidang logistik dan pengangkutan, dan PT Primalayan Teknologi Persada pada 24 Agustus 2020. Setiap perusahaan mencantumkan harga penyaluran bantuan sosial beras dari Kementerian Sosial total senilai hampir Rp 320 miliar.

Komisi Pemberantasan Korupsi menerima surat k...


Reporter Riky Ferdianto


Juliari Batubara Bantuan Sosial Covid 19 Bantuan Sosial Penyelewengan Bantuan Kementerian Sosial Korupsi Dana Bansos

Hukum 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.