Hukum 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Kisruh Lelang Desain Mattoangin

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menyelidiki kejanggalan proyek renovasi Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar. Dugaan peran anggota staf khusus Gubernur Nurdin Abdullah disorot.

i Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dalam acara Focus Group Discussion proyek perencanaan Stadion Mattoangin, di Makassar, 18 November 2020./ Facebook.com/ Nurdin Abdullah
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dalam acara Focus Group Discussion proyek perencanaan Stadion Mattoangin, di Makassar, 18 November 2020./ Facebook.com/ Nurdin Abdullah
  • Staf khusus Gubernur Nurdin Abdullah dituduh menekan panitia lelang proyek renovasi Stadion Mattoangin. .
  • Gubernur Nurdin Abdullah mengisyaratkan menggandeng seorang arsitek sebelum lelang dibuka.
  • Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menurunkan tim penyelidik untuk menelusuri kejanggalan lelang. .

SELEMBAR surat sanggahan mendarat di kantor Kelompok Kerja Pemilihan V Biro Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat, 24 Juli lalu. Pengirimnya, PT Penta Rekayasa, mempersoalkan keputusan panitia lelang dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga, sehari sebelumnya.

Panitia menggugurkan status kepesertaan perusahaan yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat, itu dalam lelang desain Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar. Panitia mewajibkan calon peserta lelang menyerahkan laporan keuangan. Dalam proses pemberkasan, PT Penta menuduh panitia mencoret mereka karena menyerahkan laporan keuangan yang belum diaudit.

PT Penta meyakini laporan keuangan bukan syarat yang bisa menggugurkan status calon peserta karena proses lelang masih dalam tahap prakualifikasi. “Mestinya masih terbuka ruang klarifikasi bagi kami,” ujar Forest Jieprang, Presiden Direktur PT Penta Architecture—induk perusahaan PT Penta Rekayasa, Kamis, 24 Desember lalu.

Jieprang mengklaim laporan keuangan PT Penta sudah diaudit akuntan publik. Audit bertanggal 2 April 2020 itu berujung opini wajar. Hanya, dia menambahkan, berkas tersebut luput dimasukkan dalam dokumen yang diserahkan ke panitia. Upaya PT Penta melengkapi laporan keuangan tak digubris. “Sayang sekali jika gugur hanya karena alasan itu,” katanya.

Kondisi Stadion Mattoangin saat dilakukan pembongkaran di Makassar, Sulawesi Selatan, November 2020./TEMPO/Iqbal Lubis

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuka pendaftaran lelang perencanaan desain (detailed engineering design) Stadion Mattoangin pada awal Juli lalu. Lelang proyek bernilai Rp 27 miliar itu diikuti 52 perusahaan.

Panitia lelang mengumumkan pemenang proyek tersebut pada 22 Agustus lalu. Pemenangnya, PT Arkonin, mengalahkan pesaing terdekat, PT Biro Arsitektur dan Insinjur Sangkuriang. 

Kemenangan PT Arkonin lantas memancing sorotan. Lembaga Komunitas Anti-Korupsi (L-Kontak) melaporkan kejanggalan pelaksanaan proyek tersebut ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan pada 31 Agustus lalu. Mereka menduga ada rekayasa dalam kemenangan PT Arkonin.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat L-Kontak Tony Iswandi mengatakan panitia lelang hanya memberi penilaian kepada PT Arkonin. Situs Lembaga Pengadaan Secara Elektronik Provinsi Sulawesi Selatan mencantumkan PT Arkonin memperoleh nilai 71,5. Sementara itu, nilai PT Sangkuriang nol.

Tony menjelaskan pemberian nilai hanya kepada satu perusahaan mengindikasikan persaingan usaha tidak sehat. Ia pun tak pernah mendengar rekam jejak PT Arkonin pada proyek pembangunan stadion dalam sepuluh tahun terakhir. “Pekerjaan mereka dalam sejumlah proyek pembangunan stadion hanya menginstalasi listrik,” ujarnya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Muhammad Idil membenarkan adanya laporan L-Kontak soal kejanggalan tender renovasi stadion. Menurut dia, laporan itu sedang dipelajari untuk mengetahui adanya pelanggaran hukum. Tim kejaksaan sudah menggali keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui proses tender. “Sudah ada tindak lanjut dengan membentuk tim,” katanya.

Tony Iswandi menuduh kisruh di balik proses tender ini terjadi karena keinginan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang ingin menggandeng arsitek Yori Antar. Yori dikenal sebagai arsitek yang memasukkan unsur adat dan budaya suku-suku di Indonesia pada setiap desainnya. PT Arkonin disebut menggandeng Yori dalam proyek ini.

Sebelum lelang dilakukan, Yori diduga sudah membahas renovasi stadion bersama Gubernur Nurdin. Gubernur Nurdin memberi sinyal akan melibatkan Yori lewat unggahan di akun Instagram pribadinya pada 10 Desember 2019. Unggahan itu berisi video rancangan stadion. “Didesain oleh @yoriantar yang Insya Allah akan dimulai 2020,” tulis Nurdin dalam unggahannya.


Akbar Nugraha./https://ppid.sulselprov.go.id/

161481564917

Direktur Teknik PT Arkonin Henrico Nasroen menilai tuduhan Tony Iswandi tak berdasar. Menurut dia, salah satu pengalaman PT Arkonin adalah membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merancang Jakarta International Stadium di lahan Taman BMW di Jakarta Utara. “Kalau persyaratan teknis dan administrasi kami tidak memenuhi syarat, mustahil panitia lelang memenangkan kami,” ujarnya.

Henrico membenarkan bahwa ide merenovasi stadion berasal dari Yori. PT Arkonin, menurut Henrico, menggarap proyek desain stadion bersama dua perusahaan lain: PT Biru Karya dan PT Yodya Karya. Mereka berkolaborasi menerjemahkan rancangan desain stadion yang disodorkan Yori.

Henrico menjelaskan perusahaannya akan memangkas banyak rencana anggaran untuk menjamin efisiensi. Ia ingin membuktikan perusahaannya serius menggarap stadion. “Dari Rp 27 miliar nilai lelang, kami hanya mendapatkan Rp 21 miliar,” ujarnya.

Gubernur Nurdin Abdullah juga membantah tudingan “main mata” dengan Yori dan PT Arkonin. Menurut dia, pelibatan Yori bukan atas petunjuknya, melainkan hasil dari proses tender. “Dia (Yori) tidak ditunjuk di tender itu. Lebih baik ke Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga), penanggung jawab kegiatan,” tulis Nurdin dalam pesan WhatsApp kepada Tempo, Kamis, 24 Desember lalu.

Yori Antar mengaku terlibat dalam proyek Stadion Mattoangin melalui PT Arkonin. Ia bertugas membuat Stadion Mattoangin berstandar internasional. Pria berusia 58 tahun ini sudah menyiapkan desain khusus di dalam dan luar stadion.

Ia berencana membuat pemancang stadion berbentuk tiang layar kapal pinisi. Jumlahnya mencapai 12 unit dan mengitari stadion. Desain tiang stadion itu sekaligus berfungsi sebagai struktur penopang tribun penonton.

Stadion akan berdiri di atas lahan seluas 7,5 hektare. Dalam rancangan awal, stadion akan menampung 25 ribu penonton. Belakangan, menurut Yori, warga Makassar mengirimkan berbagai saran desain lewat akun media sosial.

Pesan mereka nyaris sama. Mereka meminta Yori mendesain stadion tanpa lintasan atletik demi menambah kapasitas kursi penonton. Stadion Mattoangin merupakan kandang tim sepak bola PSM Makassar yang memiliki puluhan ribu suporter. Usul ini membuat stadion baru akan mampu menampung hingga 40 ribu penonton.

Meski terlibat sejak awal, ia tak mengetahui proses seleksi yang memenangkan PT Arkonin. “Awalnya saya buka komunikasi dengan anggota staf gubernur, Akbar Nugraha, dan disambut baik gubernur,” ucapnya.

+++

SELURUH bagian tembok Stadion Mattoangin, yang kerap diucapkan “Mattoanging”, sudah rata dengan tanah. Pembongkaran dimulai sejak dua bulan lalu. Dua buldoser dan tujuh unit truk berseliweran mengangkut reruntuhan puing di sekitar stadion pada Kamis, 24 Desember lalu. “Stadion pengganti nanti akan dilengkapi sejumlah fasilitas modern, seperti mal, museum, dan parkir bawah tanah,” ucap Yori Antar, sang arsitek.

Seseorang yang mengetahui proses lelang renovasi Stadion Mattoangin mengatakan PT Arkonin memenangi tender desain karena peran orang dekat sekaligus anggota staf khusus Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Akbar Nugraha. Akbar adalah tim sukses Nurdin saat mengikuti pemilihan gubernur pada 2018. Akbar juga teman dekat putra Nurdin.

Akbar ditengarai meminta panitia lelang mengulang pengesahan kerangka acuan kerja (KAK) dan rancangan anggaran biaya (RAB) proyek renovasi Stadion Mattoangin, pada 15 Mei lalu. Ia berniat mengubah persyaratan lelang yang sudah disepakati sebulan sebelumnya.

Sumber yang mengetahui penyusunan KAK dan RAB versi kedua mengatakan Akbar menelepon tiga panitia lelang. Ia meminta ketiganya mengesahkan KAK dan RAB versi kedua. Namun hanya dua dari tiga panitia yang bersedia membubuhkan tanda tangan.

Mendapati penolakan dari panitia, Akbar diduga menjual nama Nurdin. Ia mengklaim permintaan merevisi KAK dan RAB datang dari Gubernur. Panitia tak menggubris permintaan Akbar. Mereka khawatir perubahan tersebut akan melanggar hukum. Permintaan mengulang pengesahan akhirnya urung dilakukan.

Ketiga panitia lelang desain Stadion Mattoangin itu adalah Ilhamsyah, yang kini menjabat Kepala Seksi Bina Teknik dan Verifikasi Dinas Tata Ruang dan Permukiman; Amrani Suhaeb, yang menjabat Kepala Bidang Verifikasi dan Sertifikasi Dinas Tata Ruang dan Permukiman; serta Irland Laeba, Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman. Ketika dimintai konfirmasi ihwal peristiwa itu, ketiganya menolak memberikan tanggapan.

Akbar juga muncul saat pejabat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mengundang para pihak yang terlibat dalam proyek renovasi Stadion Mattoangin, Senin, 30 November lalu. Kala itu, Akbar mengaku sebagai utusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Seseorang yang turut menghadiri pemanggilan itu mengatakan Kejaksaan hendak membahas sengketa yang muncul setelah pengumuman pemenang lelang desain stadion.

Akbar tak memberikan tanggapan ketika dimintai konfirmasi. Ia tak merespons permohonan wawancara lewat sambungan telepon dan pesan singkat hingga Kamis, 24 Desember lalu. Juru bicara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Veronica Moniaga, mengakui kehadiran Akbar di Kejaksaan. Ia menilai tak ada yang keliru dengan kehadiran Akbar dalam pertemuan itu. “Kehadiran beliau hanya mewakili saja ketika dinas terkait berhalangan hadir,” ucapnya. “Staf khusus gubernur boleh melakukan peran itu,” tuturnya.

Veronica menyebut penentuan PT Arkonin sebagai pemenang sudah sesuai dengan peraturan. Ia menjamin pelaksanaan tender perencanaan dan pembangunan proyek Stadion Mattoangin mengedepankan asas pemerintahan yang bersih dan transparan lantaran proyek itu dipantau langsung oleh Kejaksaan Tinggi, Kementerian Dalam Negeri, dan petugas pengawasan internal pemerintah. “Proses penyusunan kerangka acuan kerja dan kontrak kerja pun sudah ada legalitasnya,” ujarnya.

Riky Ferdianto, Didit Hariyadi (Makassar)

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

Reporter Riky Ferdianto - profile - https://majalah.tempo.co/profile/riky-ferdianto?riky-ferdianto=161481564917


Nurdin Abdullah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Kota Makassar

Hukum 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB