Ekonomi dan Bisnis 5/12

Sebelumnya Selanjutnya
text

Rekor baru yang merepotkan

Tahun 1990 ada ledakan jemaah haji, ditaksir mencapai 81 ribu orang, hingga perlu pesawat lebih banyak. garuda indonesia kewalahan. pt tiga utama ke banjiran jemaah. tarif resmi onh rp 5.450.000.

i
MUSIM haji tiba, dan siapa bisa persis menduga bahwa musim itu membawa "ledakan" penumpang. Pekan lalu, Menteri Agama Munawir Sjadzali melaporkan kepada Presiden Soeharto bahwa jemaah haji Indonesia tahun ini ada 77.800 orang. Tapi, menurut catatan Direktur Niaga Garuda Soenarjo, jumlah itu bisa mencapai 81 ribu orang -- padahal tahun lalu hanya 58.000 orang. Berarti ada kenaikan 34 persen. Ini rekor baru yang, apa boleh buat, membuat Garuda terpontang-panting. "Lonjakannya jauh melewati taksiran. Kami mengira kenaikannya cuma sepuluh persen," ujar Soenarjo. Kalau diukur Produk Nasional Bruto (GNP) Indonesia naik 5-6 persen dari tahun lalu, maka paling banter jumlah jemaah akan naik sekitar 10 persen. Nyatanya, berlipat tiga. Sampai kini, Garuda Indonesia sudah menyiapkan delapan pesawat. Empat pesawat terdiri dari Boeing 747 dan DC-10 milik Garuda Indonesia sendiri, dan empat lainnya menyewa dari KLM, Air Jordan, Air Canada, dan World Airways. "KLM hanya menyediakan pesawatnya saja. Sedangkan awak pesawat dan pilotnya dari Garuda," kata General Manager KLM di Indonesia Jozeph Groenewoed kepada Ardian Taufik Gesuri dari TEMPO. Tapi delapan pesawat ternyata belum memadai. "Saya sedang menjajaki kemungkinan memperoleh pesawat cadangan," kata Soenarjo lagi. Di antaranya dari Aeroflot. Perusahaan Soviet ini akan melayani penerbangan Jakarta-Moskow sejak 1 Juni 1990, sesuai dengan hasil pertemuan delegasi RI-Soviet di Bali, pekan lalu. Namun, sampai kini belum pasti berapa Aeroflot yang akan disewa Garuda. Garuda juga kewalahan mencari awak pesawat. "Mencari tenaga pramugari ternyata sulit. Padahal, kami sudah meminta mantan pramugari untuk membantu," kata Soenarjo lagi. Bisa dimaklumi karena tahun ini minimal harus ada 202 penerbangan ke Tanah Suci. Dampak "ledakan" jemaah juga dirasakan oleh PT Tiga Utama, biro penyelenggara perjalanan haji plus. Tahun lalu, Tiga Utama memberangkatkan 529 orang, tapi tahun ini 2.000 orang. Untuk mereka ditawarkan dua paket, ONH Plus sistem Kafilah dan sistem Safari. Rombongan Kafilah membayar US$ 6.500-7.500 atau Rp 11 juta sampai hampir Rp 13 juta, sedangkan yang ber-"Safari" membayar Rp 6-7 juta. Safari ditawarkan pada orang-orang kelas menengah yang ingin berhaji lebih "nyaman", ketimbang ber-ONH biasa yang tarifnya Rp 5.450.000 itu. "Dengan beda hanya dua sampai tiga juta, masyarakat kelas menengah dapat menikmati pelayanan lebih baik," kata Ande Abdul Latief, bos Tiga Utama yang sudah 21 tahun mengurusi ibadah suci ini. Maksud Ande, dengan sedikit lebih mahal, jemaah Tiga Utama bisa menikmati hotel bintang lima, bis AC selama di Jeddah dan Mekkah, memperoleh makanan khas Indonesia dan tenda AC pada saat wukuf di Padang Arafah. Jadi, tak perlu berdesak-desakan di rumah para "syekh" di Mekkah, seperti tradisi selama ini. Anehnya, "ledakan" haji ini, getarannya tidak merambat ke biro perjalanan lain seperti Musi Holiday, yang tahun ini hanya kebagian 200 calon haji -- padahal tahun lalu mengirim 260 orang. "Entah mengapa, padahal paket yang kami jual sekarang sama dengan tahun lalu," kata Pancho, seorang staf Musi Holiday. Musi menawarkan empat paket, mulai dari US$ 5.600 sampai US$ 7.400. Mengendus gejala kemunduran itu, Pancho berjanji, tahun ini akan meningkatkan pelayanan Musi. Begitulah, urusan haji bisa jadi bisnis empuk bagi biro perjalanan, tapi sebaliknya bisa sangat merepotkan maskapai seperti Garuda Indonesia yang sampai kini memegang hak monopoli angkutan haji. Sudah tiba waktunya, barangkali, untuk membagi porsi angkutan haji itu kepada pihak swasta. Siapa tahu, mereka juga mampu. Toriq Hodad, Muchlis H.J., dan Sri Pudyasturi R.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836818329



Ekonomi dan Bisnis 5/12

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.