Ekonomi dan Bisnis 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

MOMEN

PT Angkasa Pura II segera mengaudit internal Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten. Gara-garanya, daya listrik Terminal 3 sempat putus pada hari pertama beroperasi, Selasa pekan lalu. ”Hasilnya akan saya minta segera setelah audit internal selesai,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo di Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Rabu pekan lalu.

Suprasetyo mengatakan pemicu padamnya listrik adalah korsleting. Tapi kategorinya minor karena daya listrik yang padam hanya terjadi di area Gate 11 dan 12 Terminal 3. ”Tidak ditopang UPS (uninterruptible power supply) karena bukan area prioritas,” ujarnya. Area prioritas antara lain tempat check-in penumpang dan eskalator.

i

Perhubungan
Terminal 3 Akan Diaudit Internal

PT Angkasa Pura II segera mengaudit internal Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten. Gara-garanya, daya listrik Terminal 3 sempat putus pada hari pertama beroperasi, Selasa pekan lalu. ”Hasilnya akan saya minta segera setelah audit internal selesai,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo di Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Rabu pekan lalu.

Suprasetyo mengatakan pemicu padamnya listrik adalah korsleting. Tapi kategorinya minor karena daya listrik yang padam hanya terjadi di area Gate 11 dan 12 Terminal 3. ”Tidak ditopang UPS (uninterruptible power supply) karena bukan area prioritas,” ujarnya. Area prioritas antara lain tempat check-in penumpang dan eskalator.


Pasokan listrik untuk Terminal 3 terputus pada pukul 19.00-20.30. Akibatnya, sistem bandara yang terhubung dengan layanan Garuda sempat down. Layanan bongkar-muat bagasi penumpang dilakukan secara manual. Gangguan daya listrik ini membuat 38 penerbangan Garuda terlambat rata-rata satu jam. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia membenarkan kejadian tersebut. ”Tapi setelah itu sudah normal dan tertangani dengan baik,” kata juru bicara Garuda Indonesia, Benny Butarbutar.

161830645475

Telekomunikasi
Palapa Ring Barat Dibangun September

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara menargetkan pembangunan proyek serat optik Palapa Ring paket barat akan dimulai pada September 2016. Pada 29 Februari lalu, pemerintah telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk proyek Palapa Ring paket barat senilai Rp 1,28 triliun dengan pemenang tender konsorsium Mora Telematika Indonesia dan Ketrosden Triasmitra. ”Palapa Ring paket barat sudah loan signing. Jadi diharapkan pada September nanti sudah mulai dibangun,” kata Rudiantara pada Senin pekan lalu.

Untuk Palapa Ring paket tengah, Kementerian Komunikasi masih menunggu rencana financial closing Rp 1,38 triliun. Rudiantara menargetkan penandatanganan kontrak Palapa Ring timur senilai Rp 4 triliun bisa dilakukan pada September mendatang. Jika seluruh proyek ini berjalan menurut target tiga tahun, Rudiantara yakin masyarakat dapat menikmati kecepatan akses data yang lebih merata.

Energi
Freeport Boleh Ekspor sampai 2017

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral mengabulkan permohonan ekspor konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia. Izin ekspor konsentrat itu diberikan hingga 11 Januari 2017 dengan volume 1,4 juta ton. ”Ekspor diberikan sampai sebelum 12 Januari,” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Bambang Gatot Ariyono, Selasa pekan lalu. Alasannya, pada 12 Januari 2017 keran ekspor konsentrat bakal ditutup menyusul berlakunya Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2014.

Pemberian izin ekspor ini menambah daftar panjang kelonggaran pemerintah untuk Freeport. Sebelumnya, pada periode ekspor Februari-Agustus 2015, perusahaan asal Amerika Serikat ini mendapat kuota 1,03 juta ton. Kali ini pemerintah memberikan rekomendasi karena Freeport dinilai taat membayar setoran pertambangan kepada pemerintah. l

Pangan
Pemerintah Intervensi Harga Beras

PEMERINTAH akan menetapkan batas atas dan batas bawah harga komoditas beras. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan kebijakan ini merupakan intervensi pemerintah untuk mengendalikan harga beras dan menjaga produktivitas petani. ”Nanti ada flooring price dan ceiling price,” kata Enggartiasto pada Selasa pekan lalu.

Pemerintah telah menugasi Perum Bulog untuk menyerap seluruh hasil panen petani. Bila harga beras lebih rendah dari batas bawah, Bulog akan membeli di tingkat petani seharga batas bawah tersebut. Sebaliknya, jika harga beras di pasar melambung mendekati atau bahkan melampaui batas atas, Bulog akan menggelontorkan pasokan dengan harga yang lebih rendah. ”Kalau di lapangan terjadi kekurangan pasokan, kami tidak boleh menjual dengan harga melebihi batas atas,” kata Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161830645475



Ekonomi dan Bisnis 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.