Ekonomi dan Bisnis 2/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Aroma Apak Pemain Lama

Ribuan ton bahan pakan ternak diimpor secara ilegal di Jakarta dan Surabaya. Alamat kantornya menggunakan rumah sopir.

i

BAU sangit bercampur busuk menyergap sebuah gudang di jalan raya Cikande-Rangkasbitung Kilometer 14, Serang, Kamis pekan lalu. Gundukan bahan pakan ternak yang berasal dari jeroan dan tulang hewan setinggi tiga meter itu menggunung di bagian tengah gudang seluas 7.200 meter persegi. Belasan buruh bertelanjang dada mengemasnya ke dalam karung ukuran 20 kilogram.

Budiman, salah seorang penjaga gudang, mengatakan bahan pakan ternak itu berasal dari 16 kontainer yang tiba pada akhir September lalu. Anehnya, dokumen barang itu menyebutkan bahwa bahan pakan ternak tersebut berasal dari corn gluten meal (CGM) atau bahan pakan asal jagung. Padahal mayoritas isinya meat and bone meal (MBM). Kejanggalan lain, "Tak ada segel Balai Karantina Kementerian Pertanian dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada pintu kontainer," kata Budiman.

Keberadaan belasan kontainer ukuran 20 ton yang mengangkut CGM dan MBM itu menarik perhatian seorang pengusaha yang juga importir MBM. Berbekal nomor kontainer, pengusaha ini menelisik siapa perusahaan pemilik barang. Hasilnya, pemilik MBM itu tak lain CV Anugrah Bintang Jaya, yang beralamat di Sidoarjo, Jawa Timur.


Masanto, petugas karantina tumbuhan Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Jakarta, membenarkan Anugrah Bintang Jaya mengimpor ribuan ton bahan pakan ternak. Tahun ini saja ada 44 permintaan izin impor CGM yang diajukan Anugrah Bintang Jaya ke Balai Karantina. Satu izin untuk 10-22 kontainer.

161877071163

Anugrah Bintang Jaya rupanya meminta izin terbaru untuk 44 kontainer pada Sabtu dua pekan lalu. Dokumen ini kini ditahan oleh petugas karantina karena Anugrah Bintang Jaya tak menyerahkan sampel CGM. "Kontainer dan isinya belum diserahkan ke karantina," kata Masanto.

Mantan petugas karantina di Papua Barat itu mendapatkan informasi, Anugrah Bintang Jaya diduga tak mengantongi rekomendasi impor dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Padahal setiap impor MBM dan CGM wajib mengantongi izin dari Direktorat Pakan Kementerian Pertanian.

Ratna, pegawai di Direktorat Pakan Kementerian Pertanian, membenarkan Anugrah Bintang Jaya tidak tercatat sebagai importir terdaftar CGM. "Tidak ada nama itu di file kami," katanya saat ditanya Tempo. Kendati tak masuk daftar importir resmi, Kepala Seksi Bahan Pakan Asal Tumbuhan, Endah, mengatakan belum menerima laporan resmi tentang aktivitas ilegal Anugrah Bintang Jaya.

Sepak terjang Anugrah Bintang Jaya sudah lama didengar di kalangan importir bahan pakan ternak. "Kami sudah menduga impor Anugrah Bintang Jaya ilegal," kata salah seorang pengusaha pakan ternak. Modusnya, mengimpor MBM dengan kedok CGM. Akibatnya, para importir legal kalah bersaing harga. Rata-rata impotir menjual MBM di kisaran harga Rp 8.600 per kilogram. Sedangkan MBM dari impor Anugrah Bintang Jaya dibanderol Rp 7.800 per kilogram.

Selain menggunakan kedok CGM, Anugrah Bintang Jaya diduga mengimpor 43 kontainer setara 430 ton melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan cara memalsukan dokumen impor MBM sepanjang Februari-April. Dokumen itu seolah-olah diterbitkan Kementerian Pertanian, diteken oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Syukur Iwantoro.

Syukur mengaku tak ingat dengan izin pemasukan MBM sepanjang Februari-April lalu. Ia memastikan izin yang diterbitkan hanya kepada importir yang terdaftar resmi di instansinya. "Kalau tidak terdaftar, berarti palsu," kata Syukur, yang saat ini menjabat Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi.

Saat didatangi, alamat Anugrah Bintang Jaya juga mencurigakan. Terletak di bantaran kali Desa Kletek RT 21 RW 9, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur. Rumah bercat kuning itu berada di jalan setapak, tidak bisa dijangkau mobil.

Rumah itu tercatat milik Mochamad Rony. Pria 35 tahun ini bekerja sebagai sopir pribadi Ubaidilah. Lilik Andria, istri Rony, mengatakan Ubaidilah merupakan salah satu pemilik Anugrah Bintang Jaya. Ubaidilah adalah warga Kelurahan Bebekan, Taman, Sidoarjo.

Fachrudin, Ketua RT 21, Desa Kletek, mengatakan bahwa Rony juga pernah mengajukan permohonan ke kantor kepala desa untuk menerbitkan surat pengantar izin usaha pada Oktober tahun lalu. Walhasil, satu tahun belakangan, rumah Rony kerap mendapat kiriman dari kantor pos. "Yang tahu isinya hanya suami saya," ujar Lilik.

Rony enggan menjelaskan kenapa Anugrah Bintang Jaya bisa beralamat di rumahnya. Ia menolak diwawancarai. Adapun Ubaidillah tidak menjawab panggilan Tempo sepanjang pekan lalu.

Di kalangan importir MBM sendiri, bahan pakan ternak yang didatangkan Anugrah Bintang Jaya lebih dikenal sebagai barang milik Basuki Hariman. Importir ini sudah malang-melintang di Kementerian Pertanian.

Menurut importir pakan ternak, impor MBM milik Basuki kerap dibantu oleh seorang perempuan bernama Helena. Peran Helena membereskan semua urusan Basuki dengan perusahaan eksportir bahan pakan ternak Baker Commodities Inc di Amerika Serikat.

Seorang penjaga gudang mengatakan Helena sempat hadir melihat 320 ton MBM curah di jalan raya Cikande-Rangkasbitung, Serang, pada akhir September lalu. Dalam dokumennya, bahan pakan ternak itu tertulis sebagai CGM yang didatangkan dari Rotterdam, Belanda.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak Sudirman mengatakan impor CGM dari Rotterdam itu memantik kecurigaan. "Sebab, Belanda bukan penghasil CGM," ujarnya.

Seorang pengusaha meyakini kontainer dari Rotterdam ini mayoritas berisi MBM. Masalahnya, MBM asal Eropa berasal dari jeroan dan tulang sapi yang belum bebas penyakit sapi gila. Itu sebabnya pemerintah hanya membuka keran impor MBM dari Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru.

Hingga akhir pekan lalu, Basuki tidak mau memberikan konfirmasi atas keterlibatannya di Anugrah Bintang Jaya. Pesan yang dikirim Tempo ke telepon selulernya sepanjang pekan lalu tidak dibalas. Ia juga tidak mengangkat panggilan telepon.

Konfirmasi datang dari Helena. Ia mengaku kenal dengan Basuki. Tapi ia membantah pernah mendatangi gudang dan terlibat bisnis dengan Basuki. "Sekarang saya di rumah dan sudah pensiun," ujarnya.

Akbar Tri Kurniawan, Nur Hadi (Sidoarjo)


Impor Bahan Pakan Ternak (Ribu Ton)

Jenis200920102011201220132014*
Meat and bone meal267300343271289195
Corn gluten meal152148165241248180
Soy bean meal2.3242.8692.9393.4793.5082.369
Blood meal224566
Poultry meat meal665563648340

2014: Januari-Agustus
Sumber: Gabungan Pengusaha Makanan Ternak


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161877071163



Ekonomi dan Bisnis 2/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.