Setelah 28 Bulan - majalah.tempo.co

Laporan Utama 2/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Setelah 28 Bulan


PENGUSUTAN kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, pada Selasa subuh, 11 April 2017, tak kunjung menemukan titik terang. Alih-alih menangkap pemberi perintah, polisi bahkan belum menemukan pelaku lapangan. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ikut turun tangan melacak jejak pelaku, tapi hasilnya juga nihil. Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian sampai membentuk tim gabungan pencari fakta. Tapi lagi-lagi hasilnya mengecewakan. Presiden Joko Widodo memberi tenggat tiga bulan bagi Kepolisian menuntaskan kasus ini.

Linda Novi Trianita

Edisi : 2 Agustus 2019
i Setelah 28 Bulan
Setelah 28 Bulan

1. POLISI

Kesaksian tetangga Novel

» Muhklis Ohorella, Muhammad Hasan Hanusalela, dan Muhammad Lestaluhu berada di sekitar kediaman Novel Baswedan beberapa hari sebelum penyerangan. Ketiganya bahkan berulang kali menanyakan kapan Novel pulang. Gerak-gerik mereka terpantau mengawasi rumah Novel.

» Muhklis memakai sepeda motor Yusmin Ohorella, pamannya yang juga anggota reserse mobil di Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, ketika terfoto di dekat rumah Novel.

» Ada dugaan penghapusan sidik jari di lapangan pada cangkir yang dipakai menyiram Novel.

» Sejumlah tetangga Novel melihat beberapa orang asing mondar-mandir sebelum peristiwa penyiraman di daerah tersebut.

 

PENELUSURAN POLISI

» Mukhlis Ohorella, Muhammad Hasan Hanusalela, dan Muhammad Lestaluhu, yang berada di sekitar kediaman Novel Baswedan beberapa hari sebelum penyerangan, memiliki alibi yang kuat sehingga dipastikan tidak terlibat.

» Ketika Novel disiram dengan air keras, Muhklis berada di rumah saudaranya di Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Adapun Hasan berada di Malang, Jawa Timur. Sementara itu, Muhammad Lestaluhu menonton televisi bersama saudara di rumah pamannya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

» Yusmin kenal dengan Mukhlis, Muhammad, dan Hasan karena dari kampung halaman yang sama. Dia mempekerjakan mereka sebagai “mata elang”—orang yang berburu kendaraan yang menunggak cicilan di jalan raya—di perusahaan kredit kendaraan.

» Tidak ada sidik jari di cangkir karena terhapus oleh cairan asam sulfat yang membasahi dinding dan gagang cangkir.

» Kepala Polda Metro Jaya Idham Azis pada akhir November 2017 mengumumkan dua sketsa wajah terduga pelaku penyiraman Novel. Sejumlah saksi penting di lapangan mengatakan sketsa itu tak sesuai dengan keterangan mereka.

Dua sketsa wajah terduga pelaku penyiraman Novel.

 

2. KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA

» Keberadaan tiga orang asing di sekitar kediaman Novel Baswedan bisa menjadi petunjuk dalam mengungkap teror.

» Rekaman kamera pengawas (CCTV) di beberapa lokasi strategis ada yang belum diambil oleh polisi.

» Ada tim lain yang bergerak dan memantau kediaman Novel.

» Serangan terhadap Novel sistematis dan terencana.

» Polda Metro Jaya terlalu lama mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel.

» Ada kompleksitas permasalahan.

» Adanya dugaan abuse of process atau pelanggaran prosedur selama penyidikan.

» Saksi-saksi yang dipanggil tak kunjung diperiksa.

 

3. TIM PENCARI FAKTA

» Cairan H2SO4 untuk menyiram Novel Baswedan tidak pekat.

» Probabilitas penyerangan Novel menyangkut enam kasus high profile yang berpotensi menimbulkan serangan balik atau balas dendam.

1. Kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

2. Kasus suap yang menjerat bekas Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar.

3. Kasus bekas Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung, Nurhadi.

4. Kasus korupsi bekas Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amran Batalipu.

5. Kasus korupsi Wisma Atlet.

6. Kasus penembakan pencuri sarang burung walet saat Novel menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bengkulu.

» Mukhlis Ohorella, Muhammad Hasan Hanusalela, dan Muhammad Lestaluhu, yang berada di sekitar kediaman Novel beberapa hari sebelum penyerangan, memiliki alibi yang kuat sehingga dipastikan tidak terlibat.

» Yusmin Ohorella kenal dengan Mukhlis, Muhammad, dan Hasan karena dari kampung halaman yang sama. Yusmin mempekerjakan mereka sebagai “mata elang” di perusahaan kredit kendaraan.

» Saat kejadian, Yusmin sedang menangkap terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat. Mukhlis juga diajak Yusmin ke Bekasi. Sedangkan Muhammad tidur di kediaman saudaranya di Condet, Jakarta Timur. Hasan sedang ke Malang mengunjungi pacarnya.

» Rekaman CCTV milik tetangga Novel sudah diambil dan hanya menangkap sekelebat dua terduga pelaku saat menunggang sepeda motor. Gambar dianggap tidak begitu jelas karena menyorot dari samping dan jauh.

 

4. TIM TEKNIS (BEKERJA SEJAK 1 AGUSTUS LALU) 

» Fokus terhadap petunjuk 5 April 2017, yakni seorang pria yang bertanya mengenai gamis di kediaman Novel Baswedan, dua orang yang terlihat di tempat wudu Masjid Al-Ihsan pada 10 April, serta dua penunggang sepeda motor yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras pada 11 April.

 

NASKAH: LINDA TRIANITA 
FOTO: TEMPO/Subekti, Dok. Humas Polri
SUMBER: WAWANCARA, KOMNAS HAM


Laporan Utama 2/5

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.