Profile Prihandoko

Prihandoko




  • Tiga Relief yang Dilupakan
    Seni Rupa

    Tiga Relief yang Dilupakan

    Tiga relief beton di bekas ruang tunggu VIP Bandar Udara Kemayoran karya tiga perupa, S. Sudjojono, Harijadi Sumodidjojo, dan Soerono Hendronoto, rusak parah. Perlu konservasi agar nilai seni dan sejarahnya tak hilang.

  • Semar, Togog, dan Kisah Padi
    Seni

    Semar, Togog, dan Kisah Padi

    Teater Koma menampilkan lakon tentang perebutan padi. Didahului riset khusus tentang padi di Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi, Jawa Barat.

  • Dari Bharata sampai G-Pluck
    Intermezzo

    Dari Bharata sampai G-Pluck

    The Beatles langsung mendapat perhatian publik Indonesia tak lama setelah kemunculannya pada awal 1960-an. Menginspirasi musikus Tanah Air.

  • Sebuah Refleksi Mimpi Buruk
    Seni Rupa

    Sebuah Refleksi Mimpi Buruk

    Seniman Amien Kamil menampilkan 21 karya dalam pameran tunggalnya di Balai Budaya Jakarta. Bentuk kegelisahannya atas persoalan dalam masyarakat.

  • Mata Sunaryo, Sayap Shofianto
    Seni Rupa

    Mata Sunaryo, Sayap Shofianto

    Pameran Seni Rupa Nusantara ke-10 digelar di Galeri Nasional Indonesia. Menyoroti krisis keterampilan pada karya-karya seniman.

  • Teka-Teki Kematian Shastri
    Film

    Teka-Teki Kematian Shastri

    Kematian perdana menteri kedua India, Lal Bahadur Shastri, diungkit kembali dalam The Tashkent Files. Teori konspirasi dibalut drama politik.

  • Dua Versi Adaptasi
    Teater

    Dua Versi Adaptasi

    Helateater Salihara menampilkan dua karya yang mengadaptasi naskah drama komedi satu babak dari Spanyol, A Sunny Morning. Membawa nuansa aktual dan tradisional.

  • Perempuan Muda Pilihan Carla
    Seni

    Perempuan Muda Pilihan Carla

    Cemara 6 Galeri-Museum dan Galeri Nasional Indonesia menggelar pameran karya 21 perupa perempuan Indonesia. Menjadi bagian dari peluncuran buku tentang para perupa itu.

  • Kembali Ke Jatiwangi
    Sastra

    Kembali Ke Jatiwangi

    Pameran catatan dan arsip Ajip Rosidi digelar di kampung halaman pengarang itu di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Mengawali realisasi Museum Ajip Rosidi.

  • Tak Putus Bergerak Berganti Kostum
    Tari

    Tak Putus Bergerak Berganti Kostum

    Let Me Change Your Name, tarian karya koreografer Korea Selatan, Eun-Me Ahn, membuka Indonesian Dance Festival 2018.

  • Sajak-Sajak Kesatria Kelana
    Seni

    Sajak-Sajak Kesatria Kelana

    Komunitas Salihara kembali mementaskan pembacaan sajak-sajak yang menafsirkan novel Don Quixote. Kolaborasi bait dan musik.

  • Aida Begic: Anak-anak Paling Menderita Akibat Perang
    Film

    Aida Begic: Anak-anak Paling Menderita Akibat Perang

    Bagi Aida Begic, Never Leave Me bukanlah sekadar film.

  • Merayakan Keberagaman Islam
    Film

    Merayakan Keberagaman Islam

    Madani Film Festival menampilkan sejumlah film yang memotret kehidupan masyarakat muslim di berbagai negara.

  • Rasa, Cinta, dan Aruna
    Film

    Rasa, Cinta, dan Aruna

    Lewat tema makanan, film Aruna dan Lidahnya berhasil memotret dinamika hubungan empat karakter dengan detail dan wajar. Dialog menjadi kekuatannya.

  • Garis Cahaya dan Improvisasi
    Seni

    Garis Cahaya dan Improvisasi

    Indonesian Dance Theatre membawakan tarian tentang ruang dan tubuh. Koreografi tari modern dengan pakem balet.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.