Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Investigasi



  • Celah Korupsi Dana Kapitasi
    Investigasi

    Celah Korupsi Dana Kapitasi

    Selain karena pengawasan yang lemah, pemerintah daerah cenderung menganggap dana kapitasi sebagai pendapatan mereka. Diendapkan di rekening atau ditilap.

  • Bolong-bolong BPJS
    Investigasi

    Bolong-bolong BPJS

    Pemerintah menaikkan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk segmen pekerja informal yang tidak menerima upah rutin hampir 100 persen. Tujuannya untuk menambal defisit BPJS yang menganga Rp 15,5 triliun tahun lalu. Selain kenaikan tarif ketika pandemi yang membuat peserta makin tak bisa membayar iuran, banyak kebocoran dalam sistem layanan asuransi kesehatan nasional ini. Dari data pasien yang kisruh, kecurangan rumah sakit menaikkan kelas, hingga diagnosis dokter yang memilih tindakan paling mahal akibat tak ada pedoman penanganan penyakit pasien. Jika kekacauan ini dapat dibereskan, BPJS bisa menghemat Rp 47,59 triliun setahun dari sekitar Rp 100 triliun pembayaran klaim.

  • Modus Cito dan Rujukan
    Investigasi

    Modus Cito dan Rujukan

    Rumah sakit dan klinik mengakali perawatan pasien dan distribusi obat untuk mendapatkan klaim besar BPJS. Kerugiannya Rp 10 triliun per tahun.

  • Ada Fraud, tapi di Bawah 1 Persen
    Investigasi

    Ada Fraud, tapi di Bawah 1 Persen

    Wawancara Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris soal alasan kenaikan tarif dan fraud di lembaganya.

  • Para Pengawas Ompong
    Investigasi

    Para Pengawas Ompong

    BPJS Kesehatan punya dua lembaga pengawas. Tapi tanpa anggaran cukup dan kedudukan kuat.

  • PNPK Belum Semuanya Selesai
    Investigasi

    PNPK Belum Semuanya Selesai

    Wawancara mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek soal berbagai masalah yang merundung BPJS Kesehatan di zamannya yang masih terjadi hingga kini.

  • Kisruh Proyek Menteri Agus
    Investigasi

    Kisruh Proyek Menteri Agus

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto digugat ke polisi dengan tuduhan menipu dan menggelapkan uang perusahaan. Pengusaha properti ini pernah berkongsi dengan Pramono Anung—kini Menteri Sekretaris Kabinet—mengerjakan proyek pengerukan dan pengapalan bijih nikel dari PT Aneka Tambang Tbk pada 2001-2014. Saling gugat mantan kolega bisnis itu menguak dugaan penggelembungan nilai proyek dengan keuntungan fantastis hingga Rp 2,9 triliun. Proyek itu juga meninggalkan kerusakan lingkungan yang masif di Tanjung Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara.

  • Kerapu Pergi dari Tanjung Buli
    Investigasi

    Kerapu Pergi dari Tanjung Buli

    Laut, darat, dan udara Tanjung Buli rusak setelah ada penambangan bijih nikel. Nelayan kehilangan mata pencarian.

  • Seteru Setengah Triliun
    Investigasi

    Seteru Setengah Triliun

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berseteru dengan bekas teman bisnisnya dalam pertambangan bijih nikel Aneka Tambang di Halmahera. Penyelidikan polisi tak kunjung bergerak.

  • “Saya Hanya Investor”
    Investigasi

    “Saya Hanya Investor”

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjawab sejumlah pertanyaan seputar kisruh bisnis tambang nikelnya di Halmahera, Maluku Utara, melalui pengacara Petrus Bala Pattyona.

     

  • Antam: Penunjukan Langsung Pertimbangan Bisnis
    Investigasi

    Antam: Penunjukan Langsung Pertimbangan Bisnis

    Wawancara Sekretaris Perusahaan PT Antam Kunto Hendrapawoko soal kerja sama PT Aneka Tambang (Antam) dan PT Yudistira Bumi Bhakti dalam proyek penambangan dan pengangkutan bijih nikel di Tanjung Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara, yang diduga bermasalah.

  • Kayu Besi Riwayatnya Kini
    Investigasi

    Kayu Besi Riwayatnya Kini

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan kayu ulin dari daftar pohon yang dilindungi meski tak mendapat rekomendasi LIPI, karena protes pengusaha sawit. Liputan ini terselenggara atas kerja sama majalah Tempo dan Free Press Unlimited dalam program Investigasi Bersama Tempo.

  • Lapis-lapis Korupsi Bawang
    Investigasi

    Lapis-lapis Korupsi Bawang

    HARGA bawang putih meroket setiap awal tahun hingga tembus Rp 50 ribu per kilogram. Wajib tanam dan sistem kuota dalam impor memicu harga komoditas subtropis ini selalu mahal di pasar. Padahal harga di negara asalnya, Cina, tak sampai Rp 10 ribu per kilogram. Dengan keuntungan mencapai Rp 8,4 triliun setahun, tata niaga bawang memicu pungutan liar di tiap tahap perizinan. Akibatnya, harga melonjak dan komoditas ini dikendalikan segelintir pengusaha pemegang kuota yang berkuasa menahan dan menggelontorkan bawang ke pasar.

  • Terbuhul dari Cirebon
    Investigasi

    Terbuhul dari Cirebon

    Kisah Ifan Effendi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam lika-liku kuota impor bawang putih. Terhubung dari penyitaan dokumen oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

  • Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto: Siapa Bilang Gagal?
    Investigasi

    Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto: Siapa Bilang Gagal?

    Wawancara dengan Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto tentang impor bawang putih dan program wajib tanam yang tak terpenuhi untuk mencapai swasembada.

  • Angan-angan Swasembada Bawang
    Investigasi

    Angan-angan Swasembada Bawang

    Para importir gagal menanam bawang putih tapi tetap mendapatkan kuota impor. Mereka juga mendapatkan kuota kembali kendati masuk daftar hitam dengan cara berganti nama.

  • Sisip-sisip Sirip
    Investigasi

    Sisip-sisip Sirip

    MESKI terancam punah, hiu dalam daftar Apendiks II CITES terus diburu. Para eksportir mencari akal agar sirip hiu dalam daftar itu bisa dijual ke luar negeri.

    Liputan ini merupakan bagian dari program Investigasi Bersama Tempo 4 dan terselenggara berkat kerja sama Tempo, Lombok Post, Tempo Institute, dan Free Press Unlimited.

  • Jumlah (Uangnya) Tidak Banyak
  • Kalau Ketahuan, Pasti Kami Pecat
    Investigasi

    Kalau Ketahuan, Pasti Kami Pecat

    Bernadus Karmin Winata, Direktur PT Kalbe Farma Tbk

  • Buang Obat Agar Selamat
    Investigasi

    Buang Obat Agar Selamat

    Produsen obat, distributor, hingga rumah sakit bersekongkol menjual obat yang tak terserap ke pasar gelap. Akibat dikejar target.

  • 12

    Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.