Kementerian Kesehatan

  • Terawan, Sudahlah
    Opini

    Terawan, Sudahlah

    Pemerintah tak perlu lagi mengurusi riset vaksin Nusantara yang digagas bekas Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. Semua klaimnya belum diuji secara klinis.

  • Terganjal Fatwa dari Proklamasi
    Laporan Utama

    Terganjal Fatwa dari Proklamasi

    Upaya pemerintah agar Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa halal vaksin AstraZeneca tak berhasil. Di tengah upaya lobi, pengurus MUI disebut meminta posisi komisaris badan usaha milik negara. Pemerintah pun menggandeng organisasi keagamaan di daerah untuk mendukung kehalalan vaksin. Berkejaran dengan waktu kedaluwarsa, pemerintah memetakan daerah yang lebih terbuka menerima vaksin AstraZeneca.

  • Jalur Cepat Vaksin Terawan
    Nasional

    Jalur Cepat Vaksin Terawan

    Terawan Agus Putranto mempromosikan vaksin Nusantara ke sejumlah pejabat. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tak bulat mendukung rencana penelitian vaksin berbasis sel dendritik tersebut. Terawan diduga mencantumkan nama peneliti tanpa izin.

  • Tiga Sekawan di Proyek Injeksi   
    Nasional

    Tiga Sekawan di Proyek Injeksi  

    Pengajuan vaksin Nusantara melibatkan orang kepercayaan dan teman Terawan. Menyediakan dana dan mengikuti uji coba vaksin.

  • Vaksin Canggih untuk Infeksi
    Ilmu dan Teknologi

    Vaksin Canggih untuk Infeksi

    Vaksin Nusantara yang berbasis sel dendritik dianggap terlalu canggih untuk melawan infeksi virus Covid-19. Di negeri asalnya, vaksin sel dendritik digunakan untuk terapi kanker secara personal.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.