Jusuf Kalla

  • Didepak karena Ingin Jadi Presiden
    Memoar

    Didepak karena Ingin Jadi Presiden

    Sebagai putra diplomat, masa kecil Marzuki Darusman dihabiskan di sejumlah negara. Sempat kuliah di Jerman Timur, sebelum bergabung dengan Golkar (Golongan Karya).

  • Farid Husain, Misi Damai Seorang Dokter Bedah
    Obituari

    Farid Husain, Misi Damai Seorang Dokter Bedah

    Farid Husain diberi peran oleh Jusuf Kalla untuk melancarkan dialog personal, bertatap muka dengan lawan. Misinya spesialis komunikasi di panggung belakang.

  • Gugatlah Daku Kau Kujerat
    Ekonomi dan Bisnis

    Gugatlah Daku Kau Kujerat

    Kepolisian menetapkan Sadikin Aksa sebagai tersangka pidana perbankan. Ditengarai sebagai pukulan balik atas kemenangan Bosowa di pengadilan.

  • Chaebol Pelabuhan Proyek Jepang
    Ekonomi dan Bisnis

    Chaebol Pelabuhan Proyek Jepang

    Konsorsium pimpinan Chairul Tanjung selangkah lagi menjadi operator Pelabuhan Patimban. Diwarnai kandasnya hasrat Pelindo II jauh sebelum lelang. 

  • Ada Kekosongan Figur Pemimpin Islam
    Wawancara

    Ada Kekosongan Figur Pemimpin Islam

    MESKI tak lagi menjabat wakil presiden, Muhammad Jusuf Kalla tetap sibuk dengan berbagai kegiatan. Ia belum lama ini melawat ke Vatikan untuk bertemu dengan pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus. Sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia dan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Kalla juga sering berkeliling Indonesia untuk mengunjungi markas dan pengurus wilayah kedua organisasi itu. Walaupun agendanya padat, Kalla tak melepaskan perhatiannya dari perkembangan peristiwa terhangat di Tanah Air. Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam, Muhammad Rizieq Syihab, menjadi salah satu isu yang menyedot atensinya. Selain menyoroti kerumunan massa pendukung yang menyulut reaksi pro-kontra di tengah pandemi, Kalla menilai kembalinya Rizieq yang disambut gegap-gempita menggambarkan adanya kekosongan kepemimpinan Islam saat ini. Rizieq, kata dia, tidak hanya membuat pemerintah gamang bersikap. Kalla juga mengkritik partai-partai politik dan organisasi massa berhaluan Islam moderat yang gagal melahirkan figur pemimpin alternatif.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.