Surat 1/1

Sebelumnya
text

Surat Pembaca

Surat Perdamaian

berhubungan dengan berita di majalah Tempo edisi 8-14 Mei 2016 berjudul "Termakan Saran Pengacara Tambang", berikut ini penjelasan dari saya mengenai sengketa antara PT Asiamindo Nusa Minerals dan Dendi Adisuryo:

i

Surat Perdamaian

berhubungan dengan berita di majalah Tempo edisi 8-14 Mei 2016 berjudul "Termakan Saran Pengacara Tambang", berikut ini penjelasan dari saya mengenai sengketa antara PT Asiamindo Nusa Minerals dan Dendi Adisuryo:

1. Permasalahan PT Asiamindo Nusa Minerals dengan Dendi Adisuryo murni disebabkan oleh kurangnya koordinasi dan komunikasi antara saya dan Dendi Adisuryo.


2. Ada kekeliruan dari saya saat memberikan keterangan sehingga merugikan Dendi Adisuryo.

161829802412

3. Setelah berunding, akhirnya PT Asiamindo Nusa Minerals dan Dendi Adisuryo memperoleh kesepakatan berdamai. Surat ini merupakan bagian dari kesepakatan tersebut.

4. Saya juga menyampaikan penyesalan atas apa yang saya lakukan. Saya berharap kerja sama antara pihak PT Asiamindo Nusa Minerals dan Dendi Adisuryo dapat lebih baik lagi.

Rita Susanti
Direktur PT Asiamindo Nusa Minerals

Kebijakan yang Mengabaikan Kemajuan Teknologi Digital

SAYA ingin menyampaikan sejumlah masukan terkait dengan kebijakan para pembantu Presiden Joko Widodo. Sebab, banyak peraturan yang dilahirkan para menteri terkesan melupakan perkembangan teknologi digital.

Pertama, registrasi nomor telepon prabayar sama sekali tidak berpihak kepada konsumen. Cara ini justru membahayakan konsumen yang jujur. Saya setuju dengan semangat registrasi tersebut. Namun cara ini perlu dibenahi secara komprehensif dengan sentuhan teknologi digital untuk menjamin keamanan dan kenyamanan konsumen.

Kedua, regulasi penataan transportasi berbasis aplikasi juga tidak komprehensif dan masih berpotensi kembali memicu konflik horizontal. Padahal, regulasi tersebut akan menumbuhkan bisnis yang berkeadilan jika dibarengi dukungan digitalisasi.

Ketiga, usaha Kementerian Perindustrian mengontrol importasi telepon seluler juga masih nanggung. Jika hal tersebut dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan instansi lain serta memanfaatkan teknologi digital, importasi itu bisa menyelamatkan uang negara Rp 3 triliun per tahun.

Dari beberapa masalah di atas, saya menduga para menteri lupa memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Semoga catatan ini menjadi masukan bagi kebijakan-kebijakan yang akan dilahirkan pemerintah.

Sutikno Teguh
Bandung


Ralat

Terjadi kesalahan keterangan diagram dalam rubrik Indikator majalah Tempo edisi 30 Oktober-5 November 2017. Keterangan diagram berwarna hijau dengan komposisi 14,8 persen dan jumlah responden 391 seharusnya diberi keterangan "Ya".


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161829802412



Surat 1/1

Sebelumnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.