Negeri Kaum Pengrajin - Seni - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Seni 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Negeri Kaum Pengrajin

Pameran hasil-hasil kerajinan Amerika diselenggarakan di ruang pameran Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta akhir Januari 1977. Kerajinan mewakili 5 kelompok bangsa Amerika.

i
LOIS Sherman bertanya: "Apakah Amerika Serikat sebuah negeri kaum pengrajin yang telaten, tekun menciptakan karya satu demi satu, ataukah negeri di mana mesin-mesin menghasilkan kebutuhan hidup hampir tanpa bantuan manusia?". Pertanyaan ini diajukan dalam selebaran mengiringi pameran hasil-hasil kerajinan Amerika, di Ruang Pameran Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta akhir Januari lalu. Kendati pun sang penanya menjawab sendiri dengan jalan tengah bahwa mungkin sebagian betul, mungkin sebagian salah - pameran itu sendiri telah meninggalkan persoalan lain: apakah kerajinan tersebut memang punya nilai lain yang lebih tinggi dari sekedar nilai-nilai fungsionil bagi kehidupan sehari-hari. Mokasin Di ruang pameran tampak hasil kerajinan yang mewakili 5 kelompok bangsa Amerika. Indian, penduduk pegunungan Appalachia yang terdiri dari orang-orang asal Eropa Utara, orang Amerika-Spanyol, orang skimo dan penduduk kepulauan Hawai. Dari kelompok-kelompok ini, kita segera tertarik pada barang-barang Indian Amerika dan Eskimo. Hasil kerja itu bukan semata-mata langkah pertama untuk menambah kemudahan hidup sehari-hari. Ada tercium semangat penciptaan yang luruh dalam barang-harang tersebut, sehingga baik mokasin suku Indian misalnya, maupun topeng Eskimo, mengutik-utik naluri kita untuk bersentuhan dengan alam. Dengan sedikit dramatik boleh dikatakan, barang-barang itu tidak dimaksud untuk menaklukkan alam tetapi menggaulinya lebih akrab. Apalagi kalau kita melihat gelang-gelang dan kalung Indian dengan batu permata biru muda. Atau bulu-bulu hiasan untuk kepala suku, drum, bahkan bakul-bakul. Sementara pada barang tenunan kita melihat warna dan motif-motif yang memberikan suasana magis. Hal-hal tersebut tidak muncul dari barang kerajinan penduduk Appalachia, Hawai dan orang Amerika-Spanyol. Keramik-keramik Appalachia memang mungil, tetapi tidak mengutarakan apa-apa kecuali semacam kehidupan yang lebih teratur dan formil. Boneka-bonekanya yang dibuat dari daun jagung hanya menjadi barang hiasan mati. Apalagi kerajinan Hawai yang terasa melantunkan sesuatu yang gampang, seakan jiwa dari tangan-tangan yang membuatnya tidak punya isi lebih dari keinginan untuk membuat sesuatu yang meriah dengan bahan sederhana. Lebih cenderung menjadi barang "oleh-oleh". Pahatan Santos Diterangkan bahwa pada orang Amerika-Spanyol yang bermukim di negara bagian New Mexico (sejak 1598) memang dunia kerajinan tidak pernah dominan. Kerajinan yang paling penting dari kawasan sana adalah apa yang dinamakan pahatan 'santos' gambaran santo atau tokoh keramat. Barang-barang yang mulai dibuat tahun 1970, meliputi karya-karya kontemporer dari George Lopez dan Jose Mondragon, memunculkan kesederhanaan yang secara fisik cenderung menyabet karya-karya patung Primitif. Tetapi udara formil dan rasionil membatasi bentuk-bentuk itu, sehingga kesederhanaan yang ditonjolkannya tidak memancarkan jiwa yang tulus dan total. Kalau kita mengharap sesuatu nilai yang lebih dari hasil kerajinan, sebagaimana kita dapati pada barang-barang Indian atau Eskimo, hasil-hasil ini terasa sedikit lebih miskin. "Barang-barang yang dipamerkan bukanlah hiasan musium tetapi bagian yang vital dan berfungsi dalam kegiatan kulturil masing-masing kelompok", demikian penjelasan Lois Sherman lebih lanjut dalam selebaran. Jadi kerajinan ini bukan rekaman mati dari keadaan masyarakat lampau. Ini lebih meyakinkan lagi bahwa kerajinan suku Indian dan Eskimo punya masa depan yang masih panjang dan banyak kemungkinan bisa diharap. Putu Wijaya
2020-06-01 10:32:26


Seni 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.