Selingan 2/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Amarzan, Entah di Mana Sokotra

SEBUAH sajak, seorang penyair, tak pernah berada dalam vakum. Pada suatu saat, pada suatu tempat, percakapan terjadi; pada saat lain, pada tempat lain, percakapan lain terjadi—tampaknya dengan alun yang sama, tapi ada yang tak sama. 

i Tentara mengawasi tahanan politik menanam padi di sawah di Pulau Buru, Maluku, 1979. Dok.TEMPO/Amarzan Loebis
Tentara mengawasi tahanan politik menanam padi di sawah di Pulau Buru, Maluku, 1979. Dok.TEMPO/Amarzan Loebis

Tak lama setelah Amarzan Loebis meninggal, 2 September 2019, saya menerima sehimpun sajak yang ditulisnya. Sejak akhir 1950-an sampai dasawarsa-dasawarsa awal abad ke-21, sajak-sajaknya selalu membawa bunyi yang bening, tak pernah “storing”, tak pernah disonan, tak ada kalimat yang gagap. Tapi, pada suatu saat, di dalam itu, ada yang berubah. 

Pada 1958 ditulis sajak ini, tentang tempat kelahirannya di Sumatera Utara:

 

A

...

Reporter Goenawan Mohamad - profile - https://majalah.tempo.co/profile/goenawan-mohamad?goenawan-mohamad=162721736914



Selingan 2/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.