Pokok dan Tokoh 2/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Kukis dan Dapur Rekaman

Di sela-sela proses rekaman album baru, vokalis dan gitaris grup musik Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud, sibuk berjualan kukis di ruang kreatif Kios Ojo Keos. Pandemi membuat kukis buatannya untuk sementara hanya bisa dibeli secara online.

i Vokalis grup musik rock alternatif Efek Rumah Kaca (ERK) Cholil Mahmud dengan kue kering buatannya, Jakarta, Kamis 03 Juni 2021. TEMPO/Nurdiansah
Vokalis grup musik rock alternatif Efek Rumah Kaca (ERK) Cholil Mahmud dengan kue kering buatannya, Jakarta, Kamis 03 Juni 2021. TEMPO/Nurdiansah

GRUP musik Efek Rumah Kaca menggarap album baru dengan santai. Di sela-sela proses rekaman, vokalis dan gitaris Cholil Mahmud serta personel lain harus menghidupi ruang kreatif Kios Ojo Keos di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Salah satu caranya berjualan kukis. "Kios Ojo Keos harus bertahan supaya bisa ngadain acara," kata Cholil, 45 tahun, saat dihubungi, Rabu, 2 Juni lalu.

Berdiri pada 1 Mei 2018, Kios Ojo Keos menjadi wadah kreativitas bagi personel band itu dan komunitas, seperti diskusi, bedah buku, serta bermain musik. Pengunjung bisa mencicipi kopi, membeli cakram padat atau kaset dan merchandise band kesukaan, hingga membaca buku. "Sebelumnya tidak menjual makanan," ucapnya.

Ide menjual kukis bermula dari kebiasaan Cholil membawa kue bikinan sendiri saat berlatih musik di kios. Ia memang punya hobi memasak dan membuat aneka kue. Teman-temannya menilai kukis bikinannya enak dan mereka menyarankan Cholil menjualnya. Walhasil, sejak awal April lalu, kukis yang diberi nama Cookeos itu dijual secara online karena belum bisa dimakan di tempat.


Ada enam varian rasa kukis dengan harga bervariasi antara Rp 15 ribu dan Rp 17 ribu per keping. "Penjualan kami masih fluktuatif. Kadang ramai, kadang sepi. Biasalah, karena juga masih baru," katanya.

162403036894

Meski sibuk menghidupi Kios Ojo Keos, Cholil mengatakan Efek Rumah Kaca tak lantas meninggalkan dapur rekaman. Mereka sudah merekam enam lagu, tapi belum ada yang bisa dirilis karena ia belum menulis liriknya. "Memang ada hubungannya antara tenaga yang dicurahkan ke situ (Kios Ojo Keos) dan kami yang memberikan jeda dalam rekaman," ujarnya.


Reporter Mahardika Satria Hadi - profile - https://majalah.tempo.co/profile/mahardika-satria-hadi?mahardika-satria-hadi=162403036894


Kios Ojo Keos Cholil Mahmud Efek Rumah Kaca Efek Rumah Kaca

Pokok dan Tokoh 2/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.