Pokok dan Tokoh 2/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Sutardji Calzoum Bachri: Puisi Kebanjiran

Sastrawan Sutardji Calzoum Bachri harus menyelamatkan naskah puisi terbarunya yang terkena banjir pada tahun baru ini.

i Sutardji Calzoum Bachri. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Sutardji Calzoum Bachri. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

SASTRAWAN Sutardji Calzoum Bachri cukup kerepotan kala banjir awal tahun 2020 melanda kediamannya di bilangan Jatibening, Bekasi, Jawa Barat. Pasalnya, ia tak mengira hujan deras nyaris seharian itu bakal merendam kawasan tempat tinggalnya hingga setinggi paha. “Ini banjir besar lagi setelah 13 tahun yang lalu,” tutur Sutardji saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis, 2 Januari lalu.

Ketimbang banjir pada 2007 itu, kali ini ia tak begitu awas. Saat hujan bertambah deras pada malam hari, ia lelap tertidur. Begitu terbangun, beberapa buku dan catatan puisi serta buah pikiran Presiden Penyair Indonesia ini menjadi korban air bah yang masuk ke rumahnya.

Jumlah buku yang kebanjiran, menurut pria kelahiran Rengat, Indragiri Hulu, Riau, 24 Juni 1941, itu, tak begitu banyak dan bukan koleksi penting. Yang cukup bikin penulis kumpulan puisi O Amuk Kapak ini ripuh adalah menyelamatkan manuskrip-manuskrip puisi terbaru yang ia tulis tangan. Termasuk kumpulan tulisan pemikirannya mengenai puisi yang rencananya akan diterbitkan pada Maret mendatang.


“Kertasnya saling menempel. Untungnya tinta penanya bagus, tidak luntur,” dia menerangkan. Hingga saat ini, pria yang kerap disapa Bung Tardji itu memang selalu menulis karyanya secara manual.

161835230118


Reporter Aisha Shaidra - profile - https://majalah.tempo.co/profile/aisha-shaidra?aisha-shaidra=161835230118


Sutardji Calzoum Bachri Banjir Jakarta banjir

Pokok dan Tokoh 2/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.