maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

Persaingan e-Commerce Setelah TikTok Membeli Saham Tokopedia

Langkah TikTok Shop mengakuisisi Tokopedia mengubah peta bisnis online Tanah Air. Perlindungan usaha kecil dan menengah tetap belum jelas.

arsip tempo : 171872826097.

Kolaborasi Menggeser Dominasi Shopee . tempo : 171872826097.

LANGKAH TikTok Shop mengakuisisi Tokopedia makin mempertegas motif di balik keputusan pemerintah melarang dan kemudian mengizinkan platform dagang daring asal Cina itu beroperasi di Indonesia. Tak hanya menguntungkan PT GoTo Gojek Toko­pe­dia Tbk, induk usaha Tokopedia, langkah itu juga mengubah peta persaingan bisnis niaga elektronik (e-commerce) Tanah Air.

GoTo mengumumkan penjualan 75,01 persen saham Tokopedia kepada TikTok Shop senilai Rp 23,3 triliun pada pertengahan Desember 2023. Dengan suntikan dana jumbo itu, Tokopedia bisa lebih leluasa kembali menjalankan sejumlah strateginya untuk bisa bertahan di pasar yang sekarang dikuasai Shopee, perusahaan e-commerce asal Singapura. 

Strategi “bakar uang” untuk mendongkrak omzet yang sebelumnya disetop Tokopedia dengan mudah diaktifkan kembali. Pengguna TikTok Shop bisa langsung bertransaksi di Tokopedia. GoTo juga akan mendapat kenaik­an pendapatan karena ada kesepakatan TikTok menyetorkan dana 0,4 persen dari total transaksinya dengan Tokopedia. 

TikTok Shop yang memiliki layanan belanja langsung (live shop) selama ini menjadi ancaman bagi kelangsungan bisnis platform ­e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee

Di sisi lain, Indonesia merupakan pasar yang gurih. Dalam laporan e-Conomy SEA 2023, Google, Temasek, dan Bain & Company memproyeksikan nilai transaksi bruto atau gross merchandise value e-commerce di Indonesia 2024 akan mencapai US$ 62 miliar atau sekitar Rp 962,2 triliun. Jumlah pengguna TikTok di Indonesia yang mencapai 106,52 juta, tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat, akan menjadi  ceruk pasar besar pangsa TikTok

Namun pemantik kecurigaan di balik transaksi TikTok-Tokopedia adalah penggunaan tangan pemerintah untuk memuluskan transaksi bisnis itu. Pemerintah secara mendadak melarang TikTok Shop beroperasi di Indonesia pada Oktober 2023 karena menilainya melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Pemerintah berdalih, dominasi TikTok Shop berpotensi membangkrutkan ratusan ribu pedagang pasar tradisional di seluruh Tanah Air karena gempuran produk murah Cina.

Dalih pemerintah gugur berselang dua bulan, ketika TikTok Shop kembali diizinkan beroperasi setelah menjalin kerja sama dengan Tokopedia. Tutup-buka izin operasi ini yang memantik wasangka adanya konflik kepentingan dalam keputusan pemerintah tersebut mengingat sebagian saham GoTo dimiliki Garibaldi Thohir, kakak kandung Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.

Selain soal perlindungan terhadap pengusaha kecil dan menengah yang masih belum jelas, transaksi TikTok Shop dengan Tokopedia menyisakan masalah perlindungan data pelanggan. Sejumlah negara Eropa pernah melarang operasi TikTok Shop karena ragu terhadap sistem keamanan data pribadi perusahaan ini. Seharusnya larangan Eropa itu juga menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mengawasi social commerce ini. 

Pengaturan yang jelas sangat diperlukan dalam perniagaan elektronik di dunia maya  karena selama ini kasus kebocoran data pribadi dengan pelbagai modus penipuan ma­sih kerap terjadi. Jangan sampai kemudahan bertransaksi lewat media sosial menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Kolaborasi Menggeser Dominasi Shopee"

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 16 Juni 2024

  • 9 Juni 2024

  • 2 Juni 2024

  • 26 Mei 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan