Opini 1/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Virus Terhormat dan Terpandang

Aturan karantina Covid-19 dimanfaatkan petugas mengambil keuntungan. Pejabat, pesohor, dan orang berpunya menggunakan kekuasaan dan uang menghindari kewajiban itu.

i Virus Terhormat dan Terpandang
Kamar hotel yang sedang digunakan untuk karantina di Jakarta, 25 Juni 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
  • Diskriminasi aturan yang bisa karantina sehabis perjalanan dari luar negeri. .
  • Mereka yang punya uang dan kekuasaan bisa melenggang tanpa mengikuti kewajiban ini.
  • Apa virus bisa segan pada mereka yang kaya dan berkuasa? .

VIRUS Covid-19 jelas tak memiliki kasta. Jasad renik ini pun tak mengenal kelas. Mereka bisa bersarang di setiap orang, tanpa mengenal status sosial dan jabatan.

Tapi, di Indonesia, “egalitarian” virus dihadapi dengan kebijakan pilih bulu. Dalam Surat Edaran Satuan Tugas COVID-19 terbaru disebutkan pejabat yang kembali dari perjalanan dinas, orang terhormat, dan orang terpandang dapat menjalani karantina mandiri alias terbe

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Tempo


Covid-19 Karantina Isolasi Mandiri Isolasi Covid-19 Omicron

Opini 1/4

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.