Opini 3/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Jangan Gegabah Menuduh SARA

Seorang wartawan di Kotabaru, Kalimantan Selatan, ditahan dengan tuduhan menyebarkan kebencian antarsuku dalam tulisan konflik lahan perusahaan perkebunan. Seharusnya selesai di Dewan Pers.

i Opini Tempo, 11-17 Mei 2020
Opini Tempo, 11-17 Mei 2020
  • Diananta Sumedi, mantan Pemimpin Redaksi Banjarhits, ditahan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan karena menulis artikel yang dianggap penyulut perpecahan SARA. .
  • Dewan Pers telah menyatakan kasus ini selesai lewat rekomendasi pada Februari lalu.
  • Dua tahun lalu, jurnalis di Kotabaru, Kalimantan Selatan, meninggal dalam tahanan setelah menulis konflik lahan perusahaan yang juga dimiliki Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. .

KEPOLISIAN Daerah Kalimantan Selatan tak sepatutnya memproses kasus jurnalistik yang melibatkan wartawan situs Banjarhits, Diananta Putra Sumedi. Menahan dan menetapkannya sebagai tersangka, polisi menuding Diananta menyebarkan informasi yang menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Padahal, lewat rekomendasi Dewan Pers, kasus ini sudah selesai pada Februari lalu.

Sengketa berawal dari artikel “Tanah Dirampas Jhonlin, Dayak

...

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=163252789713


Haji Isam Dewan Pers UU Pers Nomor 40 Tahun 1999

Opini 3/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.