Pemusatan Latihan di Kroasia, Cara Timnas U-19 Bersiap Menghadapi Piala Dunia - Olahraga - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Olahraga 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Garuda Muda Menjajal Balkan

Tim nasional sepak bola Indonesia U-19 menjalani pemusatan latihan nasional di Kroasia sejak akhir Agustus lalu. Pelatnas ini digelar untuk mengatasi ketertinggalan dari calon lawan yang bermain di kompetisi elite Eropa.

i Pemain Timnas Indonesia U-19 melakukan pemanasan saat pemusatan latihan di Kroasia, 18 September 2020. ANTARA/PSSI/Handout
Pemain tim nasional Indonesia U-19 melakukan pemanasan dalam pemusatan latihan di Kroasia, 18 September 2020. Antara/PSSI/Handout
  • Tim nasional U-19 menjalani pemusatan latihan dan pertandingan uji coba di Kroasia. .
  • Kroasia dipilih sebagai tempat pemusatan latihan jangka panjang karena Negeri Balkan itu menjadi runner-up Piala Dunia 2018.
  • Shin Tae-yong mengatakan pemusatan latihan ini untuk mengejar ketertinggalan dari calon lawan di Piala Dunia U-20 pada 2021. .

LEMPARAN bola Pratama Arhan Alif Rifai melambung ke depan gawang klub NK Dugopolje U-19. Bola melayang di udara melewati tiga pemain belakang klub Liga 2 Kroasia itu dan langsung disambut oleh Irfan Jauhari. Sundulan Irfan membentur mistar gawang, tapi Witan Sulaeman tidak menyia-nyiakan bola mental itu dan menyundulnya ke arah kiri penjaga gawang, Josip Bartulic. Sundulan Witan pada menit ke-21 itu melengkapi skor kemenangan tim nasional Indonesia U-19 atas NK Dugopolje U-19 menjadi 3-0.

Arhan—sapaan akrab Pratama Arhan Alif Rifai—menjadi spesialis pelempar bola ke kotak penalti bagi skuad Garuda Muda. Dalam pertandingan persahabatan di Stadion NK Uskok Klis, Split, Kroasia, pada Kamis, 8 Oktober lalu, itu, beberapa kali lemparan bola Arhan membahayakan gawang klub peringkat ketujuh klasemen sementara Liga 2 Kroasia musim 2020-2021 tersebut. “Kami akan terus bekerja keras, bersemangat, dan berfokus dalam setiap latihan ataupun pertandingan,” kata Arhan melalui pesan tertulis yang diterima Tempo, 8 Oktober lalu.

Permainan pemuda kelahiran Blora, Jawa Tengah, 21 Desember 2001, itu membuat pelatih Shin Tae-yong kepincut. Dalam pertandingan persahabatan melawan Qatar di Stadion SRC Mladost, ńĆakovec, Kroasia, pada 20 September lalu, lemparan bola Arhan ke kotak penalti Qatar juga berbuah gol setelah disundul oleh Saddam Gaffar. Assist Arhan itu membuat Indonesia unggul 1-0, tapi pertandingan berakhir 1-1.


Timnas usia di bawah 19 tahun telah berada di Kroasia sejak 29 Agustus lalu. Shin Tae-yong memboyong 28 pemain ke negeri Balkan itu untuk menjalani pemusatan latihan nasional jangka panjang sebagai persiapan menghadapi Piala Asia U-19 pada awal 2021 di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei-12 Juni 2021 di Indonesia. “Dari saat pemusatan latihan di Jakarta lalu ke Kroasia, kemampuan pemain meningkat dan pemain selalu bekerja keras,” tutur pelatih asal Korea Selatan itu melalui jawaban tertulis.

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan mengatakan Kroasia dipilih sebagai lokasi pemusatan latihan karena prestasi tim negara itu mumpuni. Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule itu, Presiden Joko Widodo telah memberi PSSI target menembus babak 16 besar Piala Dunia U-20. “Kroasia merupakan salah satu negara yang hebat di sepak bola. Buktinya, pada Piala Dunia 2018 mereka menjadi runner-up dan peringkat keenam FIFA saat ini,” ujar Iriawan.

Namun alasan utama PSSI memilih Kroasia, dia menambahkan, adalah Federasi Sepak Bola Kroasia (Hrvatski Nogometni Savez) yang paling cepat merespons surat dari PSSI. “Federasi Sepak Bola Kroasia juga mengundang timnas U-19 tampil dalam turnamen yang diikuti negara lain pada 2-8 September 2020,” ucapnya.

Turnamen mini tersebut diikuti Arab Saudi, Bulgaria, Kroasia, dan Indonesia. Witan dan kawan-kawan hanya mampu meraih hasil sekali seri melawan Arab Saudi serta dua kali kalah menghadapi Bulgaria dan Kroasia.

Selama di Kroasia, hingga 8 Oktober lalu, selain mengikuti turnamen mini tersebut, tim Garuda Muda melakoni lima laga uji coba, yakni dua kali melawan Qatar dan sekali menghadapi Bosnia-Herzegovina, Dinamo Zagreb, serta NK Dugopolje U-19. Dalam serangkaian pertandingan tersebut, timnas U-19 memetik tiga kemenangan, yakni atas Qatar, Dinamo Zagreb, dan NK Dugopolje U-19; sekali seri melawan Qatar; dan sekali kalah menghadapi Bosnia-Herzegovina.

Shin Tae-yong, 50 tahun, menuturkan, pemusatan latihan jangka panjang ini bertujuan meningkatkan kemampuan fisik dan kekuatan para pemain. Tim pelatih masih menemukan permasalahan pada fisik pemain meski ada perkembangan selama mereka berlatih di Eropa.

Untuk menggenjot stamina pemain, Shin mempercayakan penanganannya kepada pelatih fisik, Lee Jae-hong. Lee telah menyusun program yang diaplikasikan selama di Kroasia. “Ada tes lari, gym, dan lain-lain,” tutur Lee melalui pesan tertulis. Lee pun memperbaiki pola tidur dan asupan nutrisi pemain. “Saya lihat otot mereka masih kurang bagus.”

Dalam serangkaian laga uji coba, Shin memuji improvisasi taktik para pemain. Timnas U-19 mencetak delapan gol dalam tujuh pertandingan selama September lalu. Dalam beberapa laga uji coba, para pemain berupaya memaksimalkan peluang dari bola mati. Dua dari delapan gol itu hadir dari skema lemparan ke dalam, situasi bola mati yang efektivitasnya kerap dipandang sebelah mata.



Jadwal Tanding Tim Nasional Indonesia U-19

11 Oktober: melawan Makedonia Utara U-19
14 Oktober: melawan Makedonia Utara U-19
20 Oktober: melawan Bosnia-Herzegovina U-19
23 Oktober: melawan Bosnia-Herzegovina U-19
26 Oktober: lawan belum ditetapkan


Dua situasi tersebut menunjukkan bahwa lemparan ke dalam menjadi salah satu solusi jitu untuk membuat gol. Shin menyadari betul hal tersebut. “Tentu ini menjadi keuntungan bagi tim bila ada pemain yang dapat melakukan hal itu,” ujar mantan pelatih Korea Selatan U-20 dan U-23 tersebut.

Selain berlatih di Kroasia, timnas U-19 mengagendakan pemusatan latihan di Turki. Namun PSSI akhirnya memutuskan melanjutkan latihan di Kroasia setelah tidak mendapat kepastian calon lawan tanding di Turki. Karena batal ke Turki, Shin memboyong timnya dari Zagreb dan Sveti Martin na Muri ke Split, kota di pesisir pantai timur Laut Adriatik, sejak 4 Oktober lalu.

Timnas U-19 juga berkeinginan bisa berlatih di Portugal dan Spanyol. Rencana itu gagal terwujud karena federasi sepak bola kedua negara tersebut tidak merespons surat dari PSSI. “Tentu ada keinginan dan road map pemusatan latihan ke negara lain, tapi kami juga melihat situasi dan kondisi pandemi Covid-19,” ucap Shin.

Kapten Garuda Muda, David Maulana, mengaku menikmati program latihan selama di Kroasia. Ia pun tidak mengeluhkan beratnya porsi latihan demi mengejar prestasi di Piala AFC U-19 dan Piala Dunia U-20. “Kami masih banyak kekurangan dalam tim, untuk itu kami harus terus perbaiki,” kata David melalui pesan tertulis.

Menurut Shin, pemusatan latihan jangka panjang menjadi cara mengatasi ketertinggalan dari calon lawan yang banyak bermain di kompetisi elite Eropa. Ia bakal memperbanyak laga persahabatan untuk meningkatkan kekompakan tim. “Bulan September dan Oktober ini kami mendapat lawan-lawan yang bagus, tentu ini hal yang baik bagi para pemain. Perlu banyak waktu untuk mematangkan tim,” tutur mantan pemain nasional Korea Selatan itu.

Berbeda dengan Shin Tae-yong, pengamat sepak bola Tommy Welly menganggap konsep pemusatan latihan jangka panjang tidak cukup untuk membuat personel timnas U-19 bersaing dengan pemain negara lain yang bermain di kompetisi reguler. “Negara dengan tradisi sepak bola kuat tidak lagi menggunakan model pemusatan latihan seperti itu,” ujarnya, Kamis, 1 Oktober lalu.

Tommy pesimistis para pemain timnas U-19 mampu menyamai level permainan calon lawan mereka, seperti Ansu Fati dari Spanyol, Ki-Jana Hoever dari Belanda, dan Mason Greenwood dari Inggris. Menurut dia, pemain yang bermain di kompetisi reguler memiliki mental lebih baik ketimbang yang sekadar menjalani pemusatan latihan dan laga uji coba. “Apalagi calon lawan sudah bermain di kompetisi elite Eropa.”

IRSYAN HASYIM

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-10-21 02:44:20

Sepak Bola Kroasia Timnas Indonesia U19 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia | PSSI

Olahraga 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB