Jadi Rektor Atau Wakil Rakyat? - Nasional - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Nasional 3/6

Sebelumnya Selanjutnya
text

Jadi Rektor Atau Wakil Rakyat?

Rektor Unhas, ITB, Unpad dan IKIP Bandung dicalonkan oleh Golkar menjadi anggota DPR. 19 anggota dewan dan senat mahasiswa mewakili 18 perguruan tinggi mengeluarkan pernyataan mengenai pemilu 1977.

i
DAFTAR nama calon tetap DPR yang seharusnya diumumkan 28 Januari lalu hingga awal pekan ini belum juga terdengar beritanya. Dari Panitia Pemilihan Indonesia sendiri belum ada penjelasan tentang penundaan itu. Beberapa pihak menduga tertundanya pengumuman daftar calon tetap itu ada hubungannya dengan keterangan Kaskopkamtib beberapa minggu lalu yang meminta masyarakat turut menilai calon sementara yang telah disahkan LPU. Keberatan terhadap sejumlah calon dalam daftar sementara memang ada. Kali ini bukan saja dari kelompok pemeriksa dan peneliti pemerintah, tapi juga dari warga kampus. Dalam pertemuan 21 Januari lalu, 19 anggota Dewan dan Senat Mahasiswa mewakili 18 perguruan tinggi di Bandung mengeluarkan pernyataan mengenai pemilu mendatang. Pernyataan enam pasal itu antara lain berisi harapan agar:"Pemilu harus bebas dari segala bentuk tekanan dan ketakutan, kepentingan satu golongan hendaknya tidak harus mengorbankan prinsip demokrasi Pancasila, semangat orde baru tidak berobah arahnya, dan kami tidak menghendaki kampus dijadikan manipulasi politik dari golongan manapun juga". "Pernyataan ini hasil bersama". ujar Kemal Taruk ketua DM ITB kepada TEMPO. Adakah pihak yang sudah mulai menggarap kampus? "Memang ada", jawab Iskadir Chattab dari DM UNPAD dalam jumpa pers Sabtu lalu. Siapa? Beberapa wakil dewan mahasiswa yang hadir pada jumpa pers tersebut menunjuk nama sejumlah rektor yang jadi calon Golongan Karya. Para Rektor UNHAS Ujung Pandang, ITB, UNPAD dan IKIP Bandung termasuk di antara calon Golkar di kedua daerah tersebut. "Pencalonan mereka mengesankan kampus sudah dikuasai satu golongan", ujar A.R. Nur dari IKIP Bandung. Apalagi rektor-rektor itu dipakai hanya sebagai pengumpul suara saja. Tapi sejauh ini pihak Dewan Mahasiswa belum meminta rektor yang dicalonkan itu mengumumkan diri. Namun "sebagai warga kampus. perasaan kita kurang enak, bahwa rektor ternyata punya perhatian lain untuk jadi wakil rakyat", kata Kemal Iskadir pun berharap "rektor hendaknya menjelaskan kepada mahasiswa mengapa mereka dicalonkan". Atau "pilihlah salah satunya: jadi rektor atau anggota DPR?", kata AR Nur dari IKIP.
2020-06-01 10:37:04


Nasional 3/6

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.