Kriminalitas 2/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Tertangkapnya si Raja Homo

Wachid, seorang tersangka pemerkosa 12 bocah laki-laki ditahan di bandung. ia mengaku tidak bernafsu terhadap wanita. kejahatan wachid terbongkar gara-gara pengakuan seorang bocah pernah dicabulinya.

i
SETELAH sekitar lima bulan jadi buron, "Si Raja Homo" Wachid, 36 tahun, akhirnya ditangkap polisi. Rabu malam pekan lalu, ia rupanya mengincar korban baru di tempat tontonan wayang golek di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Tak disadarinya di situ sudah ada beberapa informan disebar polisi. Begitu Wachid mencoba mendekati seorang bocah laki-laki, polisi segera menangkapnya. Ia tidak melawan dan tak membantah tuduhan mencabuli beberapa bocah laki-laki. "Ini salah satu kasus unik yang ditangani Polwil Priangan," kata Kepala Polwil Priangan Kolonel Drs. Agusman Djumadi. Julukan si "raja homo" muncul Desember lalu, sewaktu Wachid masih menumpang di rumah kakaknya di Cigugur, Cimahi, Bandung. Sebab, tak kurang dari 12 anak laki-laki pernah dikerjain lelaki itu. Wachid, yang berkulit hitam ini, memang dikenal sangat akrab dengan anak-anak dan suka membuatkan mainan, atau memberi uang pada mereka. Sebagai kuli pabrik es, waktu Wachid memang banyak untuk bermain-main dengan anak-anak. Di mana ada Wachid, pasti anak-anak berkumpul. Ke mana pun ia pergi, bocah-bocah itu membuntutinya, kayak kisah si "Seruling Sakti". Selama itu tak ada orangtua anak-anak tersebut yang curiga. Kejahatan Wachid terbongkar gara-gara seorang bocah -- sebut saja Udin -- yang keceplosan ngomong. Selagi ia memegangi ayamnya, seorang pemuda mengolok-oloknya. "Din, coba, colok itu pantat ayam," katanya. Udin menolak, "Ah, ogah, kayak Kang Wachid saja, suka 'nyolok' pantat saya," kata Udin, 9 tahun. Pemuda tadi kaget. Dari mulut ke mulut mulai beredar bahwa Wachid homoseks. Pamong setempat, Eman Sulaeman, menghubungi orangtua bocah-bocah itu. Begitu anak-anak itu dikonfrontasikan, ternyata, cerita tentang Wachid bukan sekadar isu. Udin, misalnya, mengakui digauli Wachid cuma sekali. "Mula-mula ia mengajak saya main layangan di kebun. Dengan dilihat teman-teman, ia menunggingkan saya sambil mengancam jangan berteriak," kata Udin. Selesai digarap, Udin diberi uang Rp 500. Maka, berturut-turut, setelah Udin membuka mulut, semua anak-anak yang pernah digarap Wachid ngomong. Ada yang bilang dikerjain di gorong-gorong, di bawah jalan tol, atau cukup di kebun. Cerita pun berkembang semakin seru. Jumlah korban Wachid belakangan tercatat 12 orang anak -- berumur antara 9 dan 10 tahun. "Kalau Wachid ketemu, pasti habis riwayatnya," kata seorang warga Cigugur, waktu itu. Perilaku Wachid yang menyimpang ini sebenarnya bukan baru-baru ini saja. Sekitar tahun 1985, ia pernah ditahan karena dituduh berbuat serupa kepada seorang bocah tetangga orangtuanya di Soreang. Tapi, setelah ditahan sebulan, Wachid pun dilepaskan karena tuduhan itu tak terbukti. "Penyakit"-nya ini kambuh di Cimahi. Kepada polisi, Wachid mengaku punya kelainan seksual sejak umur 20 tahun. "Sampai sekarang sudah 17 anak yang saya gitukan," katanya kepada TEMPO. Menurut Wachid, kelainannya berpangkal dari patah hatinya terhadap lawan jenis. Pada usia 17 tahun, katanya, ia mengaku punya pacar. Entah mengapa, sang pacar nikah diam-diam dengan orang lain. Ia mencoba lagi berpacaran dengan dua orang wanita lain. Toh, buntutnya gagal lagi. Sejak itulah ia bersumpah tak mau menikah dengan perempuan. Belakangan ia mencari dukun untuk mengobatinya agar normal kembali. "Obatnya, saya disuruh bertakwa kepada Tuhan, berzikir, dan wajib sembayang lima waktu," kata jebolan kelas I SD ini. Hanya sebulan menjalani petuah itu, Wachid merasa normal kembali. Malah, sejak dua bulan lalu, diam-diam ia menikahi seorang janda tanpa anak, Popon. Kini Wachid meringkuk di tahanan. "Saya ini menyesal, dan malu sekali. Rasanya pingin bunuh diri saja," kata Wachid sedih dan putus asa. WY dan Ida Farida (Biro Bandung)

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161832909352



Kriminalitas 2/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.