Kolom 3/7

Sebelumnya Selanjutnya
text

Menghindari citra super

Komentar tentang pengahapusan gelar sarjana

i
Penghapusan gelar kesarjanaan seperti Drs. dan Ir. sungguh suatu kebijaksanaan yang sangat tepat. Ini mendidik agar seseorang tidak berpola pikir gelar, melainkan menerapkan pola pikir profesional. Dengan pola pikir gelar, segala macam cara dihalalkan untuk mendapatkan gelar. Terjadilah kasus pemesanan skripsi, jual-beli skripsi seperti yang sedang menghebohkan di Yogyakarta. Menjadi sarjana bukan untuk mencari kebanggaan, apalagi kelebihan dibanding warga negara lain. Kalau terjadi demikian, inilah warisan Belanda yang mendidik seseorang merasa superior terhadap yang lainnya. Menjadi sarjana merupakan titik awal seseorang memikul tanggung jawab sebagai seorang ilmuwan yang selalu siap sedia mempertinggi mutu keilmiahannya dan mempertajam persepsinya. Bukan sekadar untuk berbusung dada di depan masyarakat, sekalipun perilaku masyarakat bisa membuat seorang sarjana menjadi merasa lebih terhormat. Bila kita cermati, fenomena demikian memang sudah sangat mengakar, di mana ada pertemuan, pengajian, ceramah, sarasehan, diskusi, dan lain-lain, orang-orang bergelarlah yang mendapat kesempatan bicara. Untuk itu, kita perlu berjujur hati bahwa Indonesia negara kita masih termasuk berkembang, jadi perilaku masyarakat bukan sesuatu yang signifikan untuk diikuti, apalagi untuk dijadikan tolok ukur. Kita masih jauh dari keadaan negara maju, yang hampir semua warganya bertitel tapi tak seorang pun mencantumkan titelnya. IR. JOKO Kaliurang, Yogyakarta 55281

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836703637



Kolom 3/7

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.