Terjepit Bikin Sakit - Kesehatan - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Kesehatan 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Terjepit Bikin Sakit

Rasa pegal di punggung biasanya dianggap hanya masalah ringan. Kalau tak ditangani dengan benar, nyeri bisa menetap dan susah hilang.

i

FAISAL Basri pernah menderita nyeri punggung tak tertahankan dua tahun lalu. Rasa sakit yang parah membuat ekonom itu bolos kerja sampai 25 hari. "Rasanya tersiksa banget," kata Faisal, Senin dua pekan lalu.

Rasa sakit itu tiba-tiba datang setelah ia menjadi pembicara dalam seminar di Yogyakarta pada awal 2015. Karena punggungnya terasa nyeri, Faisal tak bisa tidur semalaman. Untuk mengusir rasa sakit tersebut, dia mencoba pijat refleksi, tapi nyerinya tak kunjung hilang sampai ia kembali ke Jakarta keesokan harinya.

Sesampai di Ibu Kota, Faisal mendatangi dokter spesialis saraf. Dokter memberinya obat penghilang rasa nyeri dan suntikan steroid. Namun suntikan obat keras itu juga tak mempan. Dua pekan bolak-balik ke dokter, nyerinya tak kunjung hilang.Dokter kemudian menyarankan Faisal melakukanmagnetic resonance imaging(MRI). Setelah Faisal menjalani MRI, baru ketahuan ada penyempitan antar-ruas tulang belakang. "Antar-ruas 5-6 dan 6-7 di leher menyempit," ujarnya.


Untuk mengobati penyempitan ini, dokter menyarankan Faisal menjalani fisioterapi. Dokter menyuruhnya melakukan beberapa gerakan. Tapi, setelah beberapa kali datang, Faisal tak merasakan perubahan yang berarti. "Akhirnya, atas saran teman, saya ke Singapura," katanya.

Dokter di sana juga mengajarkan fisioterapi. Faisal diminta berfokus ke dua tangannya. Tangannya direntangkan, lalu digerakkan berputar.Baru sekali diobati dengan cara ini, atas saran kawan yang lain, Faisal mencoba pengobatan lain. Ia menjajal pijat tradisional Cimande, yang dikenal bisa membereskan masalah tulang. Baru sekali pijat, nyerinya langsung lenyap. "Sudah, langsung sembuh," tuturnya.

Tapi Faisal khawatir sakit punggungnya kambuh karena sampai sekarang ia tak tahu penyebab penyempitan antar-ruas tulang belakangnya. "Orang bilang saraf kejepit. Enggak tahu penyebabnya apa," ujarnya.

Dokter spesialis ortopedi Briliantono mengatakan tulang belakang terdiri atas banyak ruas. Di antara ruas tersebut, ada bantalan (diskus) yang terbuat dari jaringan ikat. Sifatnya lentur dan membal menyesuaikan dengan gerakan badan. Karena bantalan ini, tubuh kita menjadi fleksibel bergerak. Mau melompat, duduk, berdiri, atau jumpalitan, ruas-ruas tulang belakang tak akan mengalami benturan.

Masalahnya, jarak antar-ruas tulang belakang ini bisa mengalami penyempitan. Akibatnya, bantalan yang menjaga agar dua tulang tak bertabrakan ini tergencet, sehingga nongol keluar. "Seperti kue klepon, kalau ditekan jadinjebret," kata dokter yang biasa disapa Tony ini.

Bantalan yang muncul keluar ini bisa menekan saraf-saraf yang tepat berada di belakangnya. Orang awam mengenalnya sebagai saraf terjepit atauhernia nucleus pulposus. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Antara lain, kebiasaan posisi tubuh yang tak benar sehingga menyebabkan tulang menjadi miring ke salah satu sisi yang mengakibatkan bantalan tertekan dannongolkeluar, tumor yang menjalar sehingga menekan saraf,tulang hancur akibat kecelakaan, atau tulang keropos karena dimakan kuman, misalnya karena penyakit tuberkulosis. "Tulangnya amblek, sehingga menekan saraf," ujar Tony, yang berpraktek di Halimun Medical Centre, Jakarta Pusat.

Nyeri akibat saraf terjepit punya sensasi yang khas. Menurut Tony, selain nyeri pada bagian saraf yang tertekan, rasa baal atau kesemutan akan menjalar ke area lain. Sebab, saraf-saraf tersebut juga berfungsimenjembatani sinyal pesan dari otak ke organ tubuh lain.Maka, jika saraf tersebut tertekan, organ lain yang tersambung itu juga bisa mengalami sensasi kebas.

Saraf yang ada di tulang belakang bagian bawah(lumbar spine)terhubung dengan bagian panggul ke bawah. Karena itu, jika penyempitan ruas tulang terjadi di bawah, bagian paha dan kaki akan sering mati rasa atau kesemutan.Tulang belakang bagian tengah(thoracic spine)berhubungan dengan dada dan perut. Sedangkan tulang belakang bagian atas atau bagian leher(cervical spine) menyambung ke tangan. "Sehingga yang kesemutan atau baal tergantung di area tulang mana sarafnya tertekan," ucap Tony. Tapi, untuk menegakkan diagnosis penyempitan ruas tulang, dokter harus menggunakan pemeriksaan tambahan dengan foto tulang, baik melalui MRI maupunroentgen.

Selain merasakan nyeri luar biasa di punggung, Faisal mengalami sensasi khas ini. Tangan kanannya kerap kesemutan tiba-tiba. Untuk mengatasinya, ia menggunakan gelang yang terbuat dari binatang laut, akar bahar. Faisal meyakini gelang tersebut berfaedah mengobatimasalahnya. Sejak gelang itu dipakai pada akhir tahun lalu, ia meyakini kesemutannya lenyap. "Sekarang sudah tak pernah kesemutan lagi," ujarnya.

Dokter spesialis saraf Tiara Anindhita mengatakan rasa nyeri akibat penyempitan itu merupakan salah satu alarm alamiah tubuh. Tulang belakang didesain sedemikian rupa untuk bisa menopang badan, menahan tekanan, dan melindungi sumsum tulang belakang.Karena fungsinya yang luar biasa ini, secara alamiah tubuh memiliki alarm yang akan memberi peringatan jika ada yang tak beres di sana. "Kalau ada yang nyeri, berarti ada sesuatu yang enggak benar," kata Tiara.

Sinyal peringatan itu tak selalu datang dalam bentuk rasa sakit seketika. Menurut Tiara, alarm juga bisa dimulai dengan pegal-pegal, punggung terasa kaku, kesemutan, dan rasa tak nyaman. Tapi, masalahnya, kebanyakan orang mengabaikan rasa tak nyaman ini.Mereka beranggapan pegal yang dirasakan akibat kelelahan. Untuk mengatasinya, biasanya dengan jalan pintas, seperti minum obat pereda rasa nyeri, pijat, atau memakai bantal relaksasi.

Nyeri memang menjadi hilang. Tapi, kalau sumber masalah utamanya tak diatasi, rasa sakit akan muncul lagi. Menurut Tiara, hanya 20 persen nyeri tulang belakang yang membahayakan, misalnya karena tumor atau kanker. Sedangkan 80 persen sisanya disebabkan oleh postur tubuh yang tak baik, seperti duduk tidak ergonomis, selonjoran, membaca atau main gawai sambil tiduran, dan menenteng tas berat. "Itu terjadi berulang-ulang, terus-menerus, bertahun-tahun, lama-lama tulang bisa miring dan menggencet bantalan," ucap dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, ini.

Pada tahap awal, saraf terjepit karena salah postur ini biasanya dapat diperbaiki. Syaratnya, hanya sedikit bantalan yang keluar dan penderitanya masih muda karena jaringan ikatnya masih elastis. Cara memperbaikinya dengan menggeser ruas tulang yang miring tadi.

Tulang, kata Tiara, bisa digeser dengan menggerakkan otot. Selain berfungsi untuk bergerak, otot membuat ruas-ruas tulang belakang saling terikat. Maka menggerakkan otot bisa membuat ruas tulang ikut terangkat, bantalan yang menonjol keluar pun bisa masuk kembali ke antar-ruas.

Menurut Tiara, olahraga untuk tulang punggung (back exercise) dan berenang bisa memperbaiki bantalan yang keluar tadi.Postur tubuh juga harus dijaga.Duduk harus ergonomis; tak boleh menenteng tas terlalu berat, apalagi hanya di satu pundak; dan tidur tak boleh tengkurap.

Namun, kalau masalah tulang punggung ini disepelekan dan sumber masalahnya tak dilenyapkan, kerusakan bisa makin menjadi. Bantalan bisa makin keluar dan tak bisa dikembalikan lagi. Jika sudah begini, pengobatannya akan lebih sulit. Kompensasinya pun lebih berat. "Karena nyeri, orang menjadi tak produktif," ujarnya.

Nur Alfiyah


Beberapa contoh back pain exercise

Gerakani kobra.

1. Tidur tengkurap dengan ujung kaki di lantai. Jaga agar kaki saling berdekatan. Perlahan, buat tolakan dengan dua tangan sehingga punggung tertarik ke atas. Kepala mendongak.
2. Berbaring telentang, gunakan kedua tangan untuk menarik satu lutut ke arah dada. Tahan 15-30 detik, lalu kembali ke posisi awal. Lakukan dengan kaki satunya.
3. Tumpu tubuh dengan tangan dan kaki seperti di gambar (posisi animal). Perlahan, naikkan punggung sehingga melengkung ke atas. Lalu kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan sampai 10 kali.
4. Dari posisi animal, angkat tangan kanan dan kaki kiri. Turunkan. Ganti, angkat tangan kiri dan kaki kanan.

2020-08-05 14:34:26


Kesehatan 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.