Kaleidoskop 14/41

Sebelumnya Selanjutnya
text

Main Angin Suap Pajak

Bekas Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Pajak, Angin Prayitno Aji, disangka menerima suap hingga Rp 50 miliar. Pengawalnya menganiaya jurnalis Tempo.

i Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji, usai menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 4 Mei 2021/TEMPO/Imam Sukamto
Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji, usai menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 4 Mei 2021/TEMPO/Imam Sukamto

KOMISI Pemberantasan Korupsi menetapkan bekas Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji, sebagai tersangka korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Selasa, 4 Mei 2021. Ia bersama anggota stafnya diduga menerima suap Rp 50 miliar dari tiga perusahaan.

Ketiganya adalah PT Gunung Madu Plantations, PT Bank PAN Indonesia, d

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Tempo


Kasus Suap Komisi Pemberantasan Korupsi Angin Prayitno Aji Korupsi Pajak Kaleidoskop

Kaleidoskop 14/41

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.