Kabar Pandemi 3/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Bertambah Ribuan Kasus dalam Sepekan

Lonjakan angka kasus aktif terjadi akibat perawatan dan pelacakan pasien Covid-19 tidak maksimal.

 

i Dokter memeriksa pasien dengan gejala demam dan hilang indera penciuman di tenda infeksius Puskesmas Tamblong, Bandung, Jawa Barat, yang dalam sepekan terakhir menerima lonjakan pasien dengan gejala Covid-19, 7 Desember 2020./TEMPO/Prima Mulia
Dokter memeriksa pasien dengan gejala demam dan hilang indera penciuman di tenda infeksius Puskesmas Tamblong, Bandung, Jawa Barat, 7 Desember 2020. Tempo/Prima Mulia

ANGKA kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak. Sepuluh provinsi mencatat kenaikan jumlah kasus virus corona dalam sepekan. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan Jawa Barat menempati urutan pertama yang mengalami kenaikan jumlah kasus tertinggi, yaitu naik 3.785 kasus atau 102 persen dari sebelumnya 3.712 menjadi 7.497 kasus. Posisi kedua ditempati Papua yang angka kasusnya meroket dari 250 kasus menjadi 2.063, atau terjadi peningkatan sebanyak 1.813.

Posisi selanjutnya adalah Jawa Timur dengan kenaikan 725 kasus, Sulawesi Selatan bertambah 367 kasus, Kalimantan Timur naik 291 kasus, Bali meningkat 278 kasus, Daerah Istimewa Yogyakarta bertambah 249 kasus, Jambi naik 178 kasus, Sulawesi Utara bertambah 147, dan Kalimantan Selatan dengan tambahan 133 kasus.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan lonjakan angka kasus aktif akibat upaya perawatan atau treatment pasien Covid-19 belum berjalan maksimal. Satgas meminta pemerintah daerah bekerja keras dalam memberikan penanganan yang baik dan sesuai dengan standar sehingga pasien dapat segera sembuh.

Wiku mendorong pemerintah daerah yang mengalami kendala layanan kesehatan kepada pasien Covid-19 agar segera menghubungi pemerintah pusat. Kendala tersebut dapat saja berupa ketersediaan sarana dan prasarana dalam penanganan pasien di daerahnya. “Agar melakukan evaluasi terhadap protokol kesehatan secara menyeluruh,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Menurut Wiku, lonjakan angka kasus disebabkan masih terjadinya penularan di masyarakat. “Penyebabnya adalah ketidakdisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan,” tuturnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan lonjakan angka kasus Covid-19 di wilayahnya terjadi karena proses input data yang tidak sinkron. Dia meminta pemerintah pusat memperbaiki proses memasukkan data harian virus corona.

Situasi ini, menurut Emil, membuat pemerintah sulit mengambil kebijakan. Untuk itu, ia memilih untuk meresponsnya dengan tetap mengacu pada data milik provinsi.

Guna mengatasi lonjakan angka pasien Covid-19, Pemerintah Kota Bogor menyiapkan rumah sakit darurat. Adapun tingkat keterisian tempat tidur pasien di rumah sakit sudah mencapai 80 persen. “Kami siapkan GOR Pajajaran sebagai rumah sakit darurat Covid-19,” tutur Wali Kota Bogor Bima Arya.

Diperkirakan sekitar 70 tempat tidur disiapkan di Gelanggang Olahraga Remaja Pajajaran untuk menangani pasien Covid-19 dengan gejala. Adapun pasien Covid-19 tanpa gejala ditempatkan di fasilitas isolasi di sebuah hotel. “Kami sudah hitung pembiayaannya. Sudah kami ajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana, ke Satgas Covid-19 nasional,” ujar Bima.

Bima mengatakan sekitar 83 persen dari 534 tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang tersedia di rumah sakit di Kota Bogor saat ini sudah terisi. Kapasitas tersebut sudah tak aman lagi. Dia berharap rumah sakit darurat di GOR Pajajaran sudah bisa beroperasi pada Januari 2021.

Adapun Pemerintah Kota Yogyakarta membentuk tim patroli untuk menekan penyebaran Covid-19. Tim bertugas setiap hari libur, terutama sepanjang libur Natal, akhir tahun, sampai tahun baru 2021. “Mereka bertugas mengawasi jangan sampai terjadi pelanggaran protokol kesehatan,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

Tim patroli ini terdiri atas petugas Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Kepolisian RI, dan Tentara Nasional Indonesia. Mereka menyasar tempat-tempat favorit wisatawan dan jasa wisata, seperti restoran, hotel, dan kafe di sisi utara ataupun selatan Yogyakarta.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, mengatakan pemerintah harus bersiap dengan pelayanan kesehatan darurat terkait dengan pandemi Covid-19 yang tidak kunjung reda. Jika tidak dipersiapkan, angka kasus aktif positif Covid-19 akan terus bertambah sehingga berpotensi menyebabkan fasilitas kesehatan penuh dalam waktu dekat. “Kalau Desember ini penuh, harus dilakukan apa coba kalau tidak disiapkan? Apa mau dibiarkan menunggu?” ujarnya.

Tri menjelaskan, dalam mempersiapkan pelayanan medis darurat, tenaga kesehatan harus dilengkapi peralatan medis yang baik. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan darurat adalah mengalihfungsikan fasilitas seperti hotel yang sudah memiliki tempat tidur.

Pemerintah, kata dia, tinggal melengkapi fasilitas tersebut dengan peralatan medis yang memadai. “Bahkan pemerintah dapat mencontoh langkah yang dilakukan oleh India dengan menyediakan tempat tidur yang terbuat dari kardus untuk memenuhi kebutuhan perawatan pasien Covid-19,” ucap Tri.

EKO WAHYUDI | Pribadi Wicaksono | Ahmad Fikri

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=162070871343


#JagaJarak #PakaiMasker #CuciTangan Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Kabar Pandemi 3/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.