Investigasi 4/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Dari Papua ke Penjuru Dunia

Kayu-kayu Papua yang dipanen dengan melanggar pelbagai aturan lolos hingga ke pasar dunia. Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu tak mendeteksinya.

i Kapal tongkang pengangkut kayu di Pelabuhan Prabu Alaska, Kaimana, Papua Barat, April 2021. TEMPO/Erwan Hermawan
Kapal tongkang pengangkut kayu di Pelabuhan Prabu Alaska, Kaimana, Papua Barat, April 2021. TEMPO/Erwan Hermawan
  • Sejumlah perusahaan HPH di Papua melanggar ketentuan kuota pengolahan kayu. .
  • Juga ketidaksinkronan pembayaran provisi sumber daya hutan dan dana reboisasi.
  • Pemerintah Papua Barat memakluminya. .

SUDAH sebulan kapal Bahtera Ana 2 terparkir di pelabuhan Mandewa di Kampung Gaka, Kaimana. Kapal yang bersandar di pelabuhan PT Prabu Alaska, perusahaan pemilik hak pengusahaan hutan (HPH) di Papua Barat, berkapasitas 4.000 meter kubik itu hanya terisi kayu di buritan belakang yang membuat posisinya miring. “Produksi terhambat, hujan terus,” kata Rante, pegawai Prabu Alaska, pada akhir April lalu.

Penjelasan Rante bertolak belakang d

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 36.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Dini Pramita


Deforestasi Papua Barat SVLK Industri Kayu Papua

Investigasi 4/4

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.