Internasional 1/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Gertak Beijing di Natuna

Cina memprotes pengeboran minyak dan gas alam di Laut Natuna Utara. Kapal-kapal Cina membayang-bayangi aktivitas perminyakan di sana sejak Juli lalu.

i Peta Laut Natuna Utara versi zona ekonomi eksklusif Indonesia. Reuters/Beawiharta
Peta Laut Natuna Utara versi zona ekonomi eksklusif Indonesia. Reuters/Beawiharta
  • Cina memprotes pengeboran minyak dan gas alam di Laut Natuna Utara. .
  • Kapal-kapal Cina membayang-bayangi aktivitas minyak dan gas di sana sejak Juli lalu.
  • Indonesia tidak punya sengketa perbatasan dengan Cina. .

TAK ada angin tak ada hujan, tiba-tiba pemerintah Cina dikabarkan mengirimkan surat protes ke pemerintah Indonesia. Beijing meminta Jakarta menghentikan pengeboran minyak dan gas alam di Laut Natuna Utara, yang dianggap sebagai bagian dari Laut Cina Selatan yang mereka klaim.

Saat itu Premier Oil Natuna Sea BV, anak perusahaan minyak Inggris, Harbour Energy Plc, yang didukung Zarubezhneft, perusahaan negara Rusia, sedang mengebor di Blok A Natun

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Iwan Kurniawan


Filipina Cina Laut Cina Selatan Sengketa Laut Natuna Laut Natuna Utara

Internasional 1/2

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.