Internasional 1/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Seorang Pengungsi dari Zanzibar

Hadiah Nobel Sastra jatuh ke tangan Abdulrazak Gurnah. Pengungsi asal Zanzibar yang merekam isu Afrika dan migran dalam karya sastranya.

i Novelis Tanzania Abdulrazak Gurnah, pemenang Hadiah Nobel Sastra 2021, bdi Canterbury, Inggris, 7 Oktober 2021. REUTERS/Henry Nicholls
Novelis Tanzania Abdulrazak Gurnah, pemenang Hadiah Nobel Sastra 2021, bdi Canterbury, Inggris, 7 Oktober 2021. REUTERS/Henry Nicholls
  • Abdulrazak Gurnah mendapat Hadiah Nobel Sastra tahun ini. .
  • Dia mengungsi ke Inggris ketika dipersekusi di Zanzibar.
  • Konsisten mengangkat isu tentang Afrika dan pengungsi. .

“KEJAHATANKU adalah mengatakan kepada para gadis yang ikut kelas Minggu-ku bahwa mereka seharusnya tidak mau dikhitan,” tulis Abdulrazak Gurnah dalam Refugee Tales (2016), kumpulan memoar para pengungsi Inggris yang disunting David Herd. Bagi Gurnah, khitan adalah mutilasi alat kelamin yang merupakan praktik barbar dan terbelakang. “Lelaki memaksa perempuan melakukannya sehingga perempuan akan tahu bahwa mereka cuma sampah.

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 36.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Iwan Kurniawan


Penghargaan Nobel Pengungsi Afrika

Internasional 1/2

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.