Internasional 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Momen

MYANMAR
Suu Kyi Kunjungi Rakhine

PEMIMPIN de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, berkunjung ke Negara Bagian Rakhine, Kamis pekan lalu. Ini kunjungan pertamanya sejak kekerasan meletus di daerah yang dihuni kaum muslim Rohingya itu. Dia datang ke Ibu Kota Sittwe dan kota-kota lain dengan helikopter militer.

i

MYANMAR
Suu Kyi Kunjungi Rakhine

PEMIMPIN de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, berkunjung ke Negara Bagian Rakhine, Kamis pekan lalu. Ini kunjungan pertamanya sejak kekerasan meletus di daerah yang dihuni kaum muslim Rohingya itu. Dia datang ke Ibu Kota Sittwe dan kota-kota lain dengan helikopter militer.

Zaw Htay, juru bicara pemerintah, mengatakan bahwa Suu Kyi kini berada di Sittwe dan akan pergi ke Maungdaw dan Buthiduang. "Ini sebuah perjalanan seharian," katanya, seperti dikutip BBC, Kamis pekan lalu.


Suu Kyi dikritik masyarakat internasional karena tidak menghentikan tindakan militer terhadap kaum Rohingya, yang dituduh sebagai pembersihan etnis. Akibatnya, sekitar 600 ribu orang Rohingya mengungsi ke Bangladesh sejak akhir Augustus lalu. Militer mengklaim operasi itu menyasar kelompok militan dan bukan kaum sipil. Tapi para saksi, pengungsi, dan wartawan menyanggahnya.

161821044225

IRAK
Bagdad Siap Rebut Perbatasan Kurdistan

PEMERINTAH Irak menyatakan akan merebut pos-pos perbatasan strategis Kurdistan dengan Turki dan Suriah yang selama ini dikuasai Peshmerga, tentara Kurdi. Tapi Pemerintah Regional Kurdistan menawarkan agar pos-pos itu dijaga oleh pasukan gabungan Kurdi, Irak, dan pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat.

Kurdistan menyatakan tawaran itu sebagai bagian dari usul penyelesaian konflik dengan Bagdad. Usul lain adalah gencatan senjata, melanjutkan kerja sama melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), serta operasi bersama di daerah yang disengketakan oleh Kurdi dan Bagdad. "Kami bersedia untuk gencatan senjata permanen, penghentian konflik, dan memulai dialog politik," kata pemerintah Kurdistan dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters, Kamis pekan lalu.

Pemerintah Bagdad menentang keras referendum Kurdistan pada 25 September lalu. Hasil referendum itu menunjukkan mayoritas rakyat Kurdistan mendukung Kurdistan merdeka dari Irak. Di tengah ketegangan itu, Presiden Kurdistan, Massoud Barzani, menyatakan lengser.

AMERIKA SERIKAT
CIA Rilis 470 Ribu Dokumen Usamah bin Ladin

BADAN Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) merilis hampir 470 ribu dokumen yang berhubungan dengan Usamah bin Ladin, pemimpin kelompok teroris Al-Qaidah, Rabu pekan lalu. Direktur CIA Mike Pompeo mengatakan publikasi dokumen ini demi kepentingan transparansi dan pemahaman publik soal Al-Qaidah.

"Pembukaan surat-surat, video, audio, dan materi Al-Qaidah lainnya ini memberi kesempatan bagi rakyat Amerika untuk mendapat pandangan yang lebih dalam tentang rencana dan kerja organisasi teroris ini," kata Pompeo dalam siaran persnya. Dokumen ini diumumkan oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI), yang bertugas meninjau dokumen intelijen yang boleh dibuka ke publik berdasarkan Undang-Undang Otorisasi Intelijen 2014.

Dokumen itu ditemukan militer Amerika ketika menyerbu tempat persembunyian Usamah di Abbottabad, Pakistan, Mei 2011. Di antara dokumen yang dibuka adalah catatan harian Usamah dan rekaman pidatonya; video tentang Hamzah bin Ladin, putra Usamah; dan video propaganda jihad.

AMERIKA SERIKAT
Truk Teror Bunuh Delapan Orang di Manhattan

SEDIKITNYA delapan orang tewas dan 12 orang cedera ketika seorang pria 29 tahun menabrakkan truk pikap sewaannya ke kerumunan pejalan kaki dan pengendara sepeda di tepi Sungai Hudson, Manhattan, New York, Selasa pekan lalu. Truk itu kemudian menabrak sebuah bus sekolah dan pengemudinya meloncat keluar, meneriakkan "Allahu Akbar", lalu melambaikan pistol paintball dan senapan angin. Teror berhenti setelah polisi menembak perut pelaku.

Esoknya, pelaku teror yang diidentifikasi sebagai Sayfullo Saipov, muslim imigran asal Uzbekistan, mulai diadili di pengadilan federal Manhattan. Dalam dakwaannya, jaksa penuntut mengatakan Saipov telah termakan propaganda Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan mulai merencanakan serangan itu sekitar setahun yang lalu. Bila dakwaan ini terbukti, Saipov bisa dihukum mati.

Sayfullo Saipov didakwa telah mengikuti instruksi di Rumiyah, majalah ISIS, untuk serangan dengan kendaraan dan membawa senjata untuk serangan lanjutan. Saipov ternyata membawa setas pisau, tapi tak sempat menyambarnya ketika keluar dari truk. Sebuah pistol kejut juga ditemukan di lantai truk. "Dia tampaknya mengikuti instruksi yang disebarkan ISIS," kata John J. Miller, pejabat teras Departemen Kepolisian New York, seperti dikutip New York Times.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161821044225



Internasional 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.