Internasional 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Momen

Israel
Demonstrasi Masih Berlanjut

Sedikitnya 250 ribu warga Israel kembali menggelar demonstrasi besar-besaran akhir pekan lalu. Mereka menentang kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Protes terbesar berlangsung di Tel Aviv. Penduduk tumpah-ruah memadati jalan-jalan kota. Di Yerusalem, 30 ribu orang melancarkan unjuk rasa. Aksi ini merupakan gelombang protes terbesar yang pernah terjadi di Israel dalam puluhan tahun terakhir.

Pemerintah Israel berencana membentuk tim yang dikepalai pejabat selevel menteri. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan komite reformasi ekonomi akan dipimpin ahli ekonomi Israel lulusan Harvard, Manuel Trajtenberg. ”Dia akan berdialog dengan berbagai kalangan masyarakat,” kata Netanyahu, Ahad pekan lalu.

i

Israel
Demonstrasi Masih Berlanjut

Sedikitnya 250 ribu warga Israel kembali menggelar demonstrasi besar-besaran akhir pekan lalu. Mereka menentang kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Protes terbesar berlangsung di Tel Aviv. Penduduk tumpah-ruah memadati jalan-jalan kota. Di Yerusalem, 30 ribu orang melancarkan unjuk rasa. Aksi ini merupakan gelombang protes terbesar yang pernah terjadi di Israel dalam puluhan tahun terakhir.

Pemerintah Israel berencana membentuk tim yang dikepalai pejabat selevel menteri. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan komite reformasi ekonomi akan dipimpin ahli ekonomi Israel lulusan Harvard, Manuel Trajtenberg. ”Dia akan berdialog dengan berbagai kalangan masyarakat,” kata Netanyahu, Ahad pekan lalu.

Pemerintahan Netanyahu menanggapi aksi itu dengan cepat karena tak ingin protes memicu ketidakstabilan politik. Tapi Netanyahu mengingatkan, ”Meski reformasi ekonomi besar-besaran akan segera dilakukan, kami belum tentu dapat memuaskan semua pihak.”

Australia
Demonstrasi Masih Berlanjut

Pengadilan Tinggi Australia memerintahkan pemerintah Canberra menunda pertukaran kelompok pertama para pencari suaka ke Malaysia, Senin pekan lalu. Keputusan penundaan pengiriman dilakukan setidaknya dua minggu sampai sidang lanjutan digelar akhir bulan ini. Rencananya, 800 manusia perahu akan dikirim kembali ke Malaysia.

Keputusan itu muncul setelah kuasa hukum pencari suaka, David Manne dari Pusat Pengungsi dan Imigrasi, meminta perintah pengadilan deportasi dihentikan. Menurut Manne, pengadilan sedang menyelidiki apakah pemerintah memiliki kuasa untuk mengusir para pencari suaka di Australia, termasuk anak-anak. Berbagai kelompok hak asasi menuduh Australia tidak memenuhi kewajiban hukum bagi para pengungsi.

Saat ini terdapat lebih dari 100 pencari suaka di Pulau Christmas, yang akan dideportasi ke Malaysia. Pencari suaka yang tiba di Australia mencapai puncaknya dengan jumlah 7.000 orang pada 2010. Tahun ini sudah 2.000 orang tiba di negara itu.

Suriah
Saudi Tarik Duta Besar

Arab Saudi menarik duta besarnya di Suriah pada Senin pekan lalu sebagai reaksi atas tindakan tentara Suriah yang menewaskan lebih dari 100 orang dalam serangannya terhadap kota-kota di negeri itu. Raja Abdullah menyampaikan pidato meminta Presiden Bashar al-Assad menghentikan kekerasan. ”Kerajaan Arab Saudi tidak bisa menerima apa yang terjadi di Suriah,” katanya.

Langkah Arab Saudi mengejutkan. Sejak aksi massa merembet di Timur Tengah, Saudi termasuk negara yang berusaha menjaga kestabilan. Rupanya Saudi menganggap situasi lebih berbahaya bila tetap mendukung pemerintahan Bashar al-Assad. Raja Abdullah bahkan menyebut tindakan militer sebagai ”mesin pembunuh”.

Pemanggilan pulang duta besar itu diikuti negara lainnya, seperti Kuwait dan Bahrain. Rusia dan Turki, yang selama ini akrab dengan rezim Suriah, ikut mengutuk kekerasan militer terhadap demonstran. Pernyataan itu disampaikan setelah Liga Arab dan Teluk menyampaikan hal yang sama. Dua pekan lalu, Italia menarik duta besarnya.

Korea Selatan
Rencana Pembunuhan Menteri

Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Kwan-jin menjadi target pembunuhan. Juru bicara Menteri Pertahanan, Kim Min-seok, tidak bersedia memberi konfirmasi tentang berita yang menyatakan Korea Utara mengirim agen rahasia untuk membunuh Menteri Kim. Maret lalu, Menteri Kim memerintahkan tentara ”menembak dulu kemudian memberi laporan” jika ada serangan.

Surat kabar lokal Joong Ang Ilbo dan kantor pemberitaan Yonhap menyatakan intelijen Amerika Serikat dan Korea Selatan sedang melacak sebuah tim yang berencana membunuh Menteri Pertahanan. ”Belum diketahui apakah agen itu orang Korea Utara, orang asing dari negara ketiga, atau orang yang tinggal di Korea Selatan,” tulis surat kabar itu mengutip sumber yang tidak mau disebut namanya pekan lalu.

Surat kabar partai yang berkuasa di Korea Utara, Rodong Sinmun, pada Juni lalu menyatakan Menteri Kim harus segera dieksekusi karena menggunakan foto penguasa Korea Utara sebagai target menembak. Rabu pekan lalu, perbatasan kedua negara kembali memanas. Terdengar suara letusan artileri tiga kali, dan tembakan itu mengenai wilayah tempat empat warga Korea Selatan tewas dalam serangan artileri pada November tahun lalu.

Tibet
Pelantikan Perdana Menteri

Lobsang Sangay, 43 tahun, sarjana lulusan Harvard, dilantik menjadi pemimpin baru pemerintah Tibet di pengasingan Senin pekan lalu. Dia menggantikan Dalai Lama, yang mengundurkan diri pada Mei lalu. Sangay terpilih menjadi perdana menteri pada April lalu, mengalahkan dua pesaingnya, dengan merebut 55 persen suara dari 49 ribu warga Tibet di pengasingan.

Sangay sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di Tibet. Upacara pelantikan Sangay dipimpin Dalai Lama di Biara Tsuglagkhang, pusat keagamaan di Kota Dharamshala, India. Di sinilah lokasi pemerintahan Tibet di pengasingan.

Dalai Lama, yang kini 76 tahun, tetap menjadi salah satu pembuat kebijakan utama selain pemimpin spiritual. Usia yang masih muda dan pernah menjadi anggota Kongres Pemuda Tibet yang prokemerdekaan memicu spekulasi bahwa Sangay memiliki agenda yang jauh lebih radikal ketimbang Dalai Lama.

Malaysia
Dewan Gereja Protes Penggerebekan

Dewan Gereja Malaysia mengecam tindakan kekerasan di kompleks gereja. Serangan itu terjadi Rabu dua pekan lalu ketika Gereja Methodis Damansara Utama menyelenggarakan jamuan makan malam di Petaling Jaya, sebelah barat Kuala Lumpur. Tanpa surat perintah, sekitar 30 pejabat Departemen Agama Selangor dan polisi syariat memasuki gereja dan memotret serta merekam kegiatan di sana tanpa izin.

Jamuan makan malam itu merupakan kegiatan yang diselenggarakan bersama lembaga swadaya masyarakat Harapan Komuniti. Pastor Senior Daniel Ho mengatakan makan malam itu diselenggarakan untuk masyarakat yang telah terlibat dalam program kesejahteraan, termasuk orang tua tunggal, dan pengidap HIV/AIDS.

Hermen Shastri, Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Malaysia, menyatakan tindakan penyerangan ke gereja ini sebagai preseden berbahaya dan menodai tempat suci. ”Insiden itu juga menyebabkan trauma bagi tamu yang hadir, yang berasal dari berbagai etnis dan komunitas,” kata Shastri.

Ninin Damayanti, Nieke Indrietta (Reuters, AFP, BBC, Bloomberg)


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161820033324



Internasional 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.