Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Detektor Makanan Halal

Mahasiswa Politeknik Negeri Malang, Jawa Timur, membuat detektor makanan halal dari kandungannya, Bortiks. Untuk mengendus bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil. 

i Detektor Makanan Halal/Tempo
Detektor Makanan Halal/Tempo

SEBAGAI negara dengan penduduk mayoritas Islam soal halal menjadi pertimbangan utama memilih makanan, selain gizi. Pertimbangan ini mendorong empat mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jawa Timur, membuat detektor kandungan makanan halal yang diberi nama Bortiks, yang mengacu pada akronim babi, boraks, formalin, dan pewarna tekstil.

Menilik namanya, alat ini dibuat untuk mendeteksi makanan halal dengan mengenali ada-tidaknya kandungan

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 36.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Abdul Manan


Industri Halal Inovasi

Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.