Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Pesawat Terbang Bertenaga Listrik

HARGA minyak bumi yang terus membubung membuat tiket pesawat terbang makin mahal. Orang memutar otak, mencari moda transportasi masa depan yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Nah, karya para peneliti dari Institut Desain Pesawat Terbang Universitas Stuttgart ini layak dipertimbangkan. Sejumlah ahli aeronautika dari Jerman mengembangkan pesawat bertenaga listrik, yang kelak bisa digunakan untuk perjalanan jarak jauh lintas benua. Dengan tenaga listrik, pesawat terbang minim polusi.

i

HARGA minyak bumi yang terus membubung membuat tiket pesawat terbang makin mahal. Orang memutar otak, mencari moda transportasi masa depan yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Nah, karya para peneliti dari Institut Desain Pesawat Terbang Universitas Stuttgart ini layak dipertimbangkan. Sejumlah ahli aeronautika dari Jerman mengembangkan pesawat bertenaga listrik, yang kelak bisa digunakan untuk perjalanan jarak jauh lintas benua. Dengan tenaga listrik, pesawat terbang minim polusi.

Dari serangkaian uji coba, pesawat listrik ini berhasil menempuh jarak 340 kilometer dari Kota Bad Woerishofen ke Tannhausen di Jerman dalam waktu dua jam dengan kecepatan konstan rata-rata 100 mil per jam. Pesawat yang dikemudikan pilot Karl Kaeser dan ahli rekayasa sistem Steffen Geinitz ini terbang pada ketinggian 4.000 kaki (1.219 meter). Inilah rekor dunia baru sejak banyak orang berusaha mengembangkan pesawat listrik tiga dekade silam.


Pencapaian e-Genius, begitulah pesawat listrik ini dinamakan, langsung menjadi topik hangat pembicaraan. Maklum, pesawat mungil berkapasitas dua penumpang itu digerakkan satu pak baterai dengan daya maksimum 60 kilowatt per jam. Dengan beban minimum saat lepas landas 850 kilogram, dan bobot dua penumpang kurang dari 180 kilogram, pesawat bermesin propeler tunggal ini mampu menempuh perjalanan dengan kecepatan 235-400 kilometer per jam.

161835236043

Memang pesawat sepanjang 8,1 meter dengan rentang sayap 16,9 meter, yang dipersiapkan guna mengikuti ajang 2011 Green Flight Challenge di Bandara Charles M. Schulz Sonoma County, Santa Rosa, California, ini masih terlalu pagi untuk menjadi cikal bakal pesawat listrik masa depan. Tapi, dari kecepatannya yang impresif, sah-sah saja bila banyak kalangan menaruh harapan.

Salah satunya Airbus. Perusahaan burung besi asal Prancis ini ikut membiayai pengembangan e-Genius.­ Airbus bahkan ikut menganalisis data yang terkumpul dari serangkaian uji coba yang dilakoni e-Genius. Era pesawat listrik ringan tampaknya siap dimulai.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161835236043



Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.