maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

Pemkot Cimahi

Kota Cimahi Sukses Kelola Sampah dengan Melibatkan Masyarakat

Hasil evaluasi Grak Ompimpah diketahui ada sebanyak 1,67 persen rumah yang melakukan pengolahan sampah organik mandiri

arsip tempo : 171838797627.

Chanifah Listyarini, M.H.M, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi. tempo : 171838797627.

Pemerintah Kota Cimahi memiliki cara sendiri dalam mengelola sampah di wilayahnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi Chanifah Listyarini, mengatakan, timbulan sampah di Kota Cimahi mencapai 226 ton per hari. 

"Dari jumlah itu sebanyak 101 ton per hari dilakukan pengurangan, 5 ton per hari tidak tertangani, dan 120 ton per hari tertangani ke TPA," kata Chanifah dalam diskusi bertajuk 'Pengelolaan Sampah dan Energi Terbarukan' di Gedung Tempo, Jakarta, pada Kamis, 25 April 2024.

Chanifah menjelaskan, Pemkot Cimahi memiliki kebijakan dan trategi pengolahan sampah. Pertama, target pengelolaan sampah dengan up scaling, yang meliputi, optimalisasi Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah (Grak Ompimpah) dengan melibatkan RT, RW dan Kelurahan dengan supervis dari pejabat eselon IV dan penyetaraan; pemberdayaan masyarakat melalui kontribusi pengurangan sampah organik dengan komposting mandiri ditingkat RT dan rumah tangga; up scale TPS untuk kapasitas pengurangan sampah 10 ton per hari; mengadakan mesin pengolahan sampah yang sesuai dengan karakteristik sampah dan luas bangunan TPS; menyediakan kebutuhan energi untuk operasional mesin di TPS yang di upscale; menyediakan dan melatih sumber daya manusia sebagai operator mesin; dan pengangkutan sampah sesuai jadwal dan jenis sampah.

Kedua, target pengelolaan sampah menuju zero to landfill, yang meliputi, aktivasi TPST Santiong dan TPST Lebak Saat total kapasitas 50 ton per hari; membangun TPST baru dengan kapasitas 27,25 ton per hari; membangun kerjasama dengan pihak off taker; dan pengangkutan sampah sesuai jadwal dan jenis sampah. "Untuk mewujudkan zero to landfill, Kota Cimahi telah mengajukam usulan bantuan keuangan kompetitif untuk Tepung Grak Ompimpah (Teknologi Pendukung Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah) dan optimalisasi bank sampah induk sebesar Rp4.000.000.000," ujarnya.

Menurut Chanifah, hasil evaluasi Grak Ompimpah diketahui ada sebanyak 1,67 persen rumah yang melakukan pengolahan sampah organik mandiri dan 60 persen rumah yang melakukan pemilahan. "Pengelolaan sampah organik Dinas Lingkungan Hidup di TPST dengan manggot dan kompos, kalau di kawasan atau rumah dengan lubang kompos mandiri, lubang biopori, komposting, manggotisasi mandiri, dan pakan ternak. Semua kami lakukan agar lingkungan Cimahi menjadi indah," kata Chanifah.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 9 Juni 2024

  • 2 Juni 2024

  • 26 Mei 2024

  • 19 Mei 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan