maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Wapres Apresiasi Baznas Kembangkan Kampung Batik Cibuluh

Sabtu, 4 Juni 2022

Pengembangan kampung ini mampu mengangkat perekonomian masyarakat setempat. #InfoTempo

Penyerahan secara simbolis penghargaan untuk mustahik produktif oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.. tempo : 166426630978

Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin mengapresiasi dan memberi penghargaan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), karena dinilai berhasil mengembangkan Kampung Batik Cibuluh sehingga mampu mengangkat perekonomian masyarakat setempat. Hal itu diungkapkan Wapres saat berkunjung ke Kampung Batik Cibuluh, yang terletak di Kota Bogor, pada Rabu 8 Juni 2022.

Selain berkunjung, pada kesempatan itu Wapres RI juga berinteraksi langsung dengan para perajin serta memberikan sejumlah bantuan kepada para perajin. Menurut Wapres, perkembangan yang terjadi di Kampung Batik Cibuluh, tak lepas dari buah pembinaan dan pendampingan yang dilakukan Baznas. 

"Saya juga memberikan penghargaan kepada Baznas yang punya kepedulian dan langsung membina para perajin batik di Kampung Cibuluh ini. Saya harap terus didorong supaya memperluas cakupan pendampingan dan bantuannya, supaya Kampung Cibuluh ini tak hanya menghasilkan batik, tapi juga jadi destinasi wisata industri," kata Wapres Ma'ruf. 

Kampung Batik Cibuluh yang berada di daerah Bogor Utara itu merupakan salah satu titik pemberdayaan masyarakat binaan Baznas, yang bertujuan mengangkat perekonomian mustahik setempat. Proses pembuatan batik dilakukan oleh perajin batik yang semuanya adalah mustahik wanita (ibu rumah tangga). Saat ini ada 40 mustahik perajin batik yang dibagi dalam 8 kelompok.

Ketua Baznas RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA, mengucapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan Wapres Ma'ruf. Noor mengatakan perhatian dari Pemerintah Pusat sangat berarti dan menjadi pemompa semangat Baznas agar terus hadir di tengah masyarakat, seperti yang selama ini dilakukan.

"Alhamdulillah Wapres Ma'ruf sangat peduli dan mengapresiasi pemberdayaan yang Baznas lakukan. Kampung Batik Cibuluh merupakan salah satu titik binaan Baznas sejak tahun 2018 dan diresmikan Wali Kota Kota Bogor pada tahun 2019. Diawali dengan misi membantu kesulitan yang dihadapi oleh perajin usaha batik di Kampung Cibuluh, Baznas turut serta dalam melestarikan warisan budaya dan menjadikan Kampung Batik Cibuluh sebagai role model pemberdayaan Batik di Indonesia," kata Noor. 

Dia menambahkan, berkat pemberian modal, pelatihan, dan pendampingan intensif yang dilakukan Baznas, kini Kampung Batik Cibuluh telah berkembang sangat pesat dan menjadi salah satu titik pemberdayaan Baznas yang berhasil. Baznas berharap melalui pemberdayaan UMKM ini, semakin banyak mustahik yang terbantu dan bertransformasi menjadi muzaki di kemudian hari.(*)

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 25 September 2022

  • 18 September 2022

  • 10 September 2022

  • 3 September 2022


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan