maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Kementerian Pertahanan

Cadangan Logistik Strategis Singkong jadi Alat Pertahanan Negara

Sabtu, 25 September 2021

Kemenangan Jenderal Sudirman saat berperang didukung singkong.

Ngobrol@Tempo Cadangan Strategis Pangan Untuk Kekuatan Pertahanan INdonesia, Selasa, 28 September 2021.. tempo : 166480779362

JAKARTA – Tanaman singkong dijadikan komoditas yang berguna sebagai cadangan logistik strategis untuk pertahanan negara Indonesia. “Karena tanaman singkong memiliki daya adaptasi lingkungan yang tinggi dan tidak memerlukan infrastruktur yang rumit,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jenderal TNI Ida Bagus Purwalaksana, dalam diskusi Ngobrol@Tempo bertajuk Cadangan Strategis Pangan untuk Kekuatan Pertahanan Indonesia yang disiarkan secara langsung di channel Youtube Tempodotco, Selasa, 28 September 2021.

Selain Ida Bagus, Guru Besar Institut Pertanian Bogor Iswandi Anas Chaniago, Guru Besar Universitas Jember Achmad Subagio dan pengamat pertahanan dan hubungan internasional Ian Montratama hadir sebagai pembicara dalam acara ini.

Bila dikelola dengan baik, tanaman singkong dapat digunakan dalam spektrum yang lebih luas. Selain sebagai bahan pangan manusia, tanaman singkong juga bisa digunakan sebagai pakan ternak, bahan farmasi, dan bahan bio-industri lainnya.

Saat ini Kementerian Pertahanan sedang mengerjakan program Cadangan Logistik Strategis tanaman singkong seluas 30 ribu hektare di Kalimantan Tengah. Program penanaman singkong didasari oleh peran pangan sebagai alat strategis dalam pertahanan suatu negara.

Ida Bagus menjelaskan pada dasarnya pangan dapat digunakan sebagai senjata yang sama kuatnya dengan sumber daya pertahanan lainnya. Ia mencontohkan, pada Juni 2020 sejumlah negara mengerem beberapa ekspor komoditasnya ke negara lain. Untuk negara yang bergantung pada komoditas impor negara lain, hal ini menjadi potensi ancaman yang serius.

Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana, Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan RI

Untuk itulah program pengerjaan cadangan logistik strategis tanaman singkong dilakukan oleh Kementerian Pertahanan. “Pemenuhan hak pangan rakyat adalah masalah strategis yang menyangkut jatuh bangunnya sebuah negara,” kata Ida Bagus.

Program cadangan logistik strategis singkong merupakan bagian dari kebijakan food estate, salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024 yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan kemandirian pangan. Food estate dipimpin oleh Kementerian Pertanian dan dilaksanakan bersama kementerian-kementerian lain, di antaranya Kementerian Pertahanan.

Di bawah Kementerian Pertahanan, pengembangan pangan sebagai pendukung pertahanan negara dilakukan dalam situasi yang bersifat darurat, seperti bencana alam, wabah berkepanjangan, dan kondisi gawat lainnya. Sementara Kementerian Pertanian menjalankan program ketersediaan pangan dalam kondisi normal.

Pengamat pertahanan dan hubungan internasional, Ian Montratama, mengatakan cadangan pangan suatu negara memang dapat menjadi alat perang yang strategis. Di Indonesia, peran pangan di bidang pertahanan ini berkaitan dengan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta yang dianut oleh TNI. “Ketika pasukan kita ada di hutan untuk perang gerilya, kantong-kantong logistic panganlah yang akan mendukung pasukan,” kata Ian.

Guru Besar Universitas Jember, Achmad Subagio, bahkan mencontohkan, kemenangan perang Jenderal Sudirman ditentukan oleh tanaman singkong. “Saat Jenderal Sudirman bergerilya, masyarakat mendistribusikan singkong kepada tentara,” kata dia.

Dia juga menjelaskan kemungkinan perang tidak bisa dipandang sebelah mata. Potensi perang antara Cina dan Amerika Serikat bisa saja terjadi di Laut Cina Selatan. Jika ini terjadi, Indonesia dapat terkena dampak terhambatnya impor sejumlah komoditas.

Dari sisi kegunaan dan pengolahan, Guru Besar Institut Pertanian Bogor Iswandi Anas Chaniago sepakat tanaman singkong dijadikan cadangan logistik strategis. Selain merupakan sumber karbohidrat yang sehat karena bersifat gluten-free, singkong juga tak sulit ditanam. “Menanam singkong tidak memerlukan tanah yang subur sekali, dan dapat ditanam di lahan terbatas,” kata tim pakar Masyarakat Singkong Indonesia ini.

Iswandi menambahkan, singkong sebagai pangan pengganti beras saat ini diperlukan karena luas baku tanah sawah di Indonesia semakin menyusut.

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 2 Oktober 2022

  • 25 September 2022

  • 18 September 2022

  • 10 September 2022


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan