maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Ford Foundation

Vaksinasi untuk Perbaiki Data Kependudukan

Sabtu, 28 Agustus 2021

Kerancuan data menyulitkan koalisi masyarakat sipil yang mendorong penyelenggaraan vaksinasi bagi masyarakat rentan.

Ilustrasi vaksinasi masyarakt umum.. tempo : 166413760440

Pemerintah gencar menggelar vaksinasi. Penerima vaksin berkembang dari masyarakat umum ke masyarakat adat dan kelompok rentan. Namun menggelar vaksinasi bagi masyarakat di lokasi terpencil, minim akses informasi, atau menyandang disabilitas bukan hal mudah.

Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia Hamid Abidin mengungkapkan tantangan vaksinasi terutama minimnya ketersediaan data yang terbarui dan terverifikasi. “Karena itu, kami menyerukan agar pemerintah menggunakan program vaksinasi Covid-19 untuk secara serius membenahi data kependudukan,” katanya.

Dalam diskusi Philanthropy Learning Forum secara daring pada Selasa 31 Agustus 2021, Hamid mengemukakan kesulitan mendapatkan data saat menggelar vaksinasi bagi masyarakat adat dan kelompok rentan. Untuk masyarakat adat, belum ada data resmi yang menyebut jumlah mereka. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) memperkirakan jumlahnya kisaran 40-70 juta jiwa.

Data penyandang disabilitas berbagai lembaga pemerintah juga berbeda-beda. Menurut Sistem Informasi Manajemen Penyandang Disabilitas (SIMPD) Kementerian Sosial, jumlah penyandang disabilitas per 13 Januari 2021 mencapai 209.604 orang. Sedangkan Kementerian Kesehatan menargetkan jumlah penyandang disabilitas yang akan menerima vaksin mencapai 564 ribu orang. 

Kerancuan data ini menyulitkan koalisi masyarakat sipil yang mendorong penyelenggaraan vaksinasi bagi masyarakat rentan. Buyung Ridwan Tanjung, salah satu pendiri Organisasi Harapan Nusantara(OHANA), mengatakan data Dinas Sosial di daerah seringkali tidak valid. “Karena itu, kami  mengumpulkan data dari komunitas, yang secara langsung berinteraksi dengan penyandang disabilitas, orang per orang,” ujarnya.(*)

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 25 September 2022

  • 18 September 2022

  • 10 September 2022

  • 3 September 2022


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan