Hukum 5/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Yenti Garnasih: Kenapa Kami Disalahkan Terus?

KEPUTUSAN Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi melolos-kan kandidat yang disebut sebut memiliki rekam jejak tak sedap menuai kecaman dari pelbagai kalangan. Beberapa

i Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Yenti Garnasih: Kenapa Kami Disalahkan Terus?/TEMPO/Subekti
Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Yenti Garnasih: Kenapa Kami Disalahkan Terus?/TEMPO/Subekti

calon yang dituding bermasalah berasal dari kepolisian. Karena merupakan penasihat ahli dan pengajar di kepolisian, beberapa anggota Panitia Seleksi dituding “menganakemaskan” kandidat polisi. Senin pekan ini, Panitia Seleksi akan menjaring 20 calon menjadi 10 nama untuk diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, Presiden akan menyerahkan hasil kerja Panitia Seleksi kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk menjalani fit and proper test, sehingga nantinya terpilih lima nama. Berikut ini wawancara wartawan Tempo Riky Ferdianto dengan Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Yenti Garnasih di sela-sela uji publik kandidat pada Kamis, 29 Agustus lalu.

Menurut hasil penelusuran KPK yang juga diserahkan kepada Panitia Seleksi, ada na­ma-nama bermasalah yang masih meleng­gang mengikuti tahap seleksi. Kenapa ini bisa terjadi?

Mereka memang memberikan catatan. Ada nama-nama yang ditandai merah dan hitam. Catatan itu kami perlakukan sebatas masukan. Tapi kami juga banyak mendapat masukan dari beberapa lembaga lain dan itu perlu kami pertimbangkan.

 

Beberapa calon yang saat ini masih bertahan, menurut temuan KPK, terindikasi melakukan pelanggaran, seperti pernah mene­rima gratifikasi, melakukan pelanggaran etik, dan diduga merintangi proses penyidik­an….

Semua masukan dan catatan yang mereka sampaikan sudah kami pertimbangkan. Kenapa kami disalahkan terus, ya?


 

KPK mengundang Panitia Seleksi untuk menjelaskan hasil penelusuran mereka. Mengapa Panitia Seleksi tidak meresponsnya?

161813880156

Kami sudah menyampaikan surat balas­an. Kami sampaikan bahwa kami masih berfokus mengurusi proses seleksi. Jadwal kami padat. Kami tentu tak bisa mengha­diri undangan tersebut karena punya agenda yang sudah diatur sebelumnya.

 

Selain KPK, lembaga mana lagi yang mem­beri masukan soal rekam jejak calon?

Panitia Seleksi menerima semua pertim­bangan rekam jejak para calon pemimpin KPK yang ditelusuri sejumlah lembaga lain. Di antaranya Badan Intelijen Negara, Badan Narkotika Nasional, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Polri, Mahkamah Agung, dan Kejaksaan.

 

Beberapa nama dari 20 kandidat disebut tak memiliki kompetensi yang cakap dalam urusan pemberantasan korupsi. Kenapa mereka lolos?

Kita perlu melihat secara obyektif. Tes-tes sebelumnya, seperti psikotes dan profil diri, belum mengukur tingkat pengetahuan mereka terhadap peraturan yang terkait dengan pemberantasan tindak pidana korupsi. Jadi kita lihat nanti hasil penilaian sepuluh besar.

 

Apa saja parameter untuk meloloskan kandidat hingga menjadi sepuluh nama?

Penilaian tahap akhir punya dua parameter. Di luar performa selama proses uji publik, Panitia Seleksi perlu membahas peluang keterpilihan kandidat berdasarkan hasil tes kesehatan yang dilakukan tim dokter Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat.

 

Kapan Panitia Seleksi akan menyerahkan sepuluh nama itu kepada Presiden?

Senin pekan ini kami akan menyerahkan nama kandidat terpilih kepada Presiden. Semua nama tersebut merupakan kandidat yang lolos seleksi tahap akhir. Kami tidak akan mengumumkan siapa saja mereka, kecuali jika diminta Presiden.

 

Kami mendapatkan informasi Panitia Seleksi mengebut proses seleksi agar DPR periode 2014-2019 masih bisa menggelar fit and proper test calon pemimpin KPK?

Silakan jika dikesankan begitu. Tapi ka­­mi bekerja sesuai dengan target dan tahapan waktu yang disepakati. Sejak empat bulan lalu sudah kami sampaikan bahwa proses seleksi yang ditugaskan kepada kami berakhir 2 September. Alhamdulillah semua sesuai dengan rencana.

 

Kalau sesuai dengan rencana, kenapa tes psikologi harus digelar dua kali?

Tes pertama penyelenggaranya Dinas Psikologi Angkatan Darat. Assessor berikutnya ARA. Ada satu tahapan  tes yang menurut ARA penting untuk diulang karena TNI AD hanya memberikan skala penilaian, sementara yang mereka butuhkan skor mentahnya (raw score).

 

Kenapa Panitia Seleksi tidak meminta TNI Angkatan Darat memberikan bahan yang dibutuhkan itu agar tes tak perlu diulang?

Mungkin itu sudah menjadi kebijakan mereka. Tapi, menurut saya, itu masuk akal karena kontraknya dengan Panitia Seleksi sebatas itu, tidak ada keharusan bagi mereka menyerahkan skor mentah. Itulah mengapa tes tersebut kembali diulang oleh ARA (PT ARA Indonesia).


Reporter Riky Ferdianto - profile - https://majalah.tempo.co/profile/riky-ferdianto?riky-ferdianto=161813880156



Hukum 5/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.