Etalase 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Menjaga Lahan Basah

Ekosistem lahan basah penting dilestarikan karena menjadi sumber air tawar, peredam banjir dan abrasi, penyimpan karbon, dan rumah bagi keanekaragaman hayati. Untuk menjaga lahan basah, membutuhkan perahu rawa yang menggunakan baling-baling pesawat terbang atau kipas bermesin mobil yang diletakkan di atas perahu.

i 18x8 Airranger Rhino Edition
18x8 Airranger Rhino Edition

HARI Lahan Basah Sedunia yang jatuh pada 2 Februari diperingati untuk mengenang penandatanganan Konvensi Ramsar bagi konservasi lahan basah secara berkelanjutan, 50 tahun lalu. Indonesia, yang meratifikasi Konvensi Ramsar pada 19 Oktober 1991, memiliki ekosistem lahan basah sebesar 40,5 juta hektare atau terluas kedua di Asia setelah Cina. Yang termasuk lahan basah adalah rawa, mangrove, danau, sungai, dan tanah berlumpur.

Ekosistem lahan basah penting dilestarikan karena menjadi sumber air tawar, peredam banjir dan abrasi, penyimpan karbon, dan rumah bagi keanekaragaman hayati. Untuk menjaga lahan basah, kita membutuhkan airboat atau perahu rawa yang menggunakan baling-baling pesawat terbang atau kipas bermesin mobil yang diletakkan di atas perahu.

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=161479538938


Teknologi Lingkungan Hidup Hutan Mangrove Kapal Motor Inovasi

Etalase 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB