Ekonomi dan Bisnis 3/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Dampak Pandemi Gila-gilaan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sedang dilanda krisis hebat. Pendapatan anjlok drastis selama pandemi. Utang kepada lessor pesawat dan bank pun bertumpuk. Kepada Tempo, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memaparkan akar persoalan di tubuh Garuda dan rencana manajemen dalam merestrukturisasi utang perseroan.

i Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di Jakarta, Februari 2021. Tempo/Tony Hartawan
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di Kantor Garuda, Bandara Sukarno Hatta, Tangerang, Banten. Tempo/Tony Hartawan
  • Pendapatan Garudan Indonesia jeblok akibat pandemi. .
  • Kinerja kembali memburuk pada 2021 dan mempengaruhi pencairan dana talangan dari pemerintah berupa mandatory covertible bond.
  • Efisiensi dilakukan di biaya sumber daya manusia hingga rute penerbangan. .

BEBAN di pundak Irfan Setiaputra sedang berat-beratnya. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, maskapai milik negara yang ia pimpin sejak Januari 2020, dilanda krisis hebat. Pendapatan anjlok selama pandemi Covid-19. Utang kepada lessor pesawat bertumpuk. Dana talangan dari pemerintah, yang baru mengucur satu tahap, terancam tak berlanjut. “Kami perlu melakukan lebih banyak efisiensi,” kata Direktur Utama Garuda Irfan Setia

...

Reporter Retno Sulistyawati - profile - https://majalah.tempo.co/profile/retno-sulistyawati?retno-sulistyawati=162734510717


Kinerja BUMN Utang | Piutang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kerugian BUMN Restrukturisasi dan Privatisasi BUMN PT Garuda Indonesia

Ekonomi dan Bisnis 3/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.