Ekonomi dan Bisnis 4/6

Sebelumnya Selanjutnya
text

Garuda Indonesia
Sepuluh Menit Terbang Lagi

Gaji yang jomplang dibanding pilot asing memicu pemogokan sejumlah pilot Garuda. Perlu campur tangan Presiden.

i

Kain putih panjang dengan lebar tiga meter itu terbentang di dinding pilot house kompleks perkantoran Garuda Indonesia di kawasan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Ada gambar bendera Merah Putih dengan pita hitam, bertulisan "GA Pilot Solidarity".

Sejajar dengan bendera terdapat logo Asosiasi Pilot Garuda. Kain putih itu penuh tanda tangan dukungan kepada para pilot Garuda. Judul besar kain putih itu: "Kami Bangga Menjadi Pilot Indonesia".

Di halaman pilot house, setidaknya 50 pilot duduk bercengkerama. Mereka adalah sebagian dari pilot yang sejak pukul 00.00 hingga 12.59, Kamis pekan lalu, melancarkan pemogokan.


Semula mereka mengancam mogok sehari penuh, hingga Kamis pukul 23.59. Mereka mogok karena menganggap maskapai bertindak diskriminatif dalam sistem penggajian. "Gaji kami timpang, jauh dibanding pilot asing," kata Presiden Asosiasi Pilot Garuda Stephanus Gerardus Rahadi.

161835701531

Kapten pilot asing yang bekerja pada tahun pertama mendapat gaji US$ 9.000 atau sekitar Rp 77 juta per bulan. Jumlah ini masih ditambah biaya akomodasi US$ 1.200—atau sekitar Rp 10,3 juta. Kopilot asing menerima gaji US$ 7.200 atau sekitar Rp 64,8 juta.

Adapun kapten pilot lokal, yang sama-sama bekerja pada tahun pertama, gaji totalnya "cuma" Rp 43 juta. Gaji pilot asing tadi setara dengan pilot lokal yang sudah punya masa kerja 20 tahun. Diskriminasi upah terjadi karena Garuda menggunakan standar internasional ketika mengontrak pilot asing.

Asosiasi Pilot punya 564 anggota dari 840 pilot lokal yang bekerja di Garuda, sedangkan pilot asing yang bekerja untuk Garuda ada 43 orang. Mereka dikontrak per tahun, dan akan berakhir pada Oktober mendatang. Asosiasi menuding, dipekerjakannya pilot asing akibat manajemen Garuda tak membuat perencanaan yang bagus dalam pengadaan pesawat dan penyediaan pilot. Garuda mengoperasikan 92 pesawat, meliputi Boeing dan Airbus.

Pemogokan berakhir setelah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar turun tangan. Ia memanggil Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar, mewakili manajemen, dan Presiden Asosiasi Pilot Stephanus sebagai perwakilan pilot. Mereka bertemu di Garuda Operation Center di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

Sumber Tempo menyatakan Mustafa mendapat telepon langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis pagi pekan lalu, untuk menyelesaikan kemelut sehingga pemogokan segera berakhir.

Mustafa tak menjelaskan isi pembicaraan telepon dengan Presiden. Tapi, dalam pertemuan itu, ia dalam posisi utusan langsung Presiden Yudhoyono. Stephanus juga menyatakan Mustafa diminta Presiden secepatnya mengatasi masalah.

Sebelumnya, Mustafa mendengarkan aspirasi Asosiasi Pilot. Ia berjanji menjadi penengah perundingan dengan manajemen Garuda pada bulan puasa ini, sebelum Idul Fitri. Syaratnya, pilot menghentikan pemogokan saat itu juga.

Dalam pertemuan itu, Mustafa memberi waktu hanya sepuluh menit kepada Asosiasi Pilot untuk membuat keputusan mengakhiri pemogokan. Alasannya, Mustafa juga harus segera terbang ke Palembang untuk mengikuti kegiatan Presiden Yudhoyono meninjau persiapan fasilitas SEA Games dan rapat koordinasi dengan gubernur se-wilayah Sumatera.

Setelah perwakilan Asosiasi Pilot Garuda berunding sejenak, mereka setuju pada permintaan Mustafa. Sebaliknya, Emirsyah mau berunding dengan syarat pilot segera mengakhiri pemogokan.

Setelah ketegangan mulai reda, Emirsyah meminta para pilot menanggalkan pin merah putih bertulisan "Garuda Solidarity" yang mereka sematkan di dada. Para pilot setuju. Emirsyah tiba-tiba bahkan melucu: menyematkan pin itu di dadanya sendiri. Semua tertawa lepas.

Emirsyah dan Stephanus berjabatan tangan, lalu berpelukan. "Sejak Kamis pukul 13.58, kami menyatakan mogok terbang berhenti," kata Stephanus. Emirsyah berjanji menyelesaikan perkara ini. "Kami bertemu lagi bulan puasa, dan selesai sebelum Lebaran," katanya.

Sehari sebelum pemogokan, Rabu pekan lalu, pengacara Adnan Buyung Nasution, kuasa hukum Asosiasi Pilot Garuda, membuka peluang kepada manajemen untuk berunding. Namun permintaan itu tak digubris. Sehari sebelumnya, Adnan juga berusaha mempertemukan Emirsyah dengan Asosiasi, tapi gagal.

Upaya Adnan Buyung ini bagai terobosan atas gagalnya perundingan pada Senin, sehari sebelumnya. Hari itu Asosiasi dan manajemen Garuda sudah berada dalam satu ruangan di kantor Garuda untuk melakukan perundingan.

Tapi Asosiasi memilih keluar dari ruang perundingan, karena menganggap syarat-syarat untuk berunding tidak dipenuhi. "Misalnya, kami minta masing-masing pihak diwakili lima orang, tapi manajemen tak mau," kata Stephanus.

Pemogokan yang hanya berlangsung 13 jam itu, dari 24 jam yang dijadwalkan, lumayan mengacaukan. Calon penumpang telantar di Bandara Soekarno-Hatta dan di Makassar, Balikpapan, Yogyakarta, Palembang, serta Denpasar. Penerbangan GA-611 rute Makassar-Jakarta telantar selama tujuh jam di Bandara Sultan Hasanuddin.

Satu dari sembilan penerbangan Garuda dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, dibatalkan, delapan lainnya ditunda. Dua penerbangan dari Bali dibatalkan dan membuat penumpang hampir mengamuk.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi ikut jadi korban. Ia, yang sedang melakukan kunjungan ke Pekanbaru, mestinya terbang ke Jakarta dengan Garuda Indonesia pada pukul 07.00. Namun, Kamis pagi itu, Garuda tidak beroperasi di Bandara Sultan Syarief. Padahal pada pukul 11.00 Gamawan harus ikut rombongan Presiden ke Palembang dari Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Beruntung, Gamawan mendapatkan tiket penerbangan Lion Air, sehingga tak terlambat mendampingi Presiden. Menurut Wakil Presiden Komunikasi Korporat Garuda Pujobroto, hingga pukul 13.00, Kamis itu, ada 144 penerbangan. Akibat pemogokan, "Sekitar 15 persen terlambat terbang."

Sunudyantoro, Ayu Cipta, Sutji Decilya


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161835701531



Ekonomi dan Bisnis 4/6

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.