Nasional 5/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Nazar Vs KPK
Panas-Dingin di Kuningan

Tudingan Nazaruddin menggoyang Komisi Pemberantasan Korupsi. Pemimpin komisi antirasuah terpecah.

i

Tiba di kantornya pada Selasa pagi pekan lalu, Johan Budi Sapto Pribowo bergegas ke ruangan Handoyo Sudrajat, Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi. Begitu bertatap muka, tanpa basa-basi, Johan menumpahkan unek-uneknya. "Saya mau melaporkan diri saya," kata Johan, menceritakan kembali peristiwa itu sehari kemudian.

Musababnya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK itu kena getah Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat yang melarikan diri. Nazar menyebutkan Johan pernah menemani Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja menemuinya. Selasa pagi itu, tuduhan belum ramai di media. Johan mengetahui informasi tersebut dari seorang wartawan pada malam sebelumnya.

Handoyo segera memanggil Direktur Pengawasan Internal Buntoro. Di hadapan Buntoro, Johan kemudian bersaksi. "Saya memang pernah menemani Pak Ade bertemu dengan anggota DPR, tapi tak tahu itu Nazaruddin," Johan menceritakan persoalannya. Handoyo membenarkan Johan bercerita seperti itu.


Dari persembunyiannya, Nazar menyebutkan Ade Rahardja dua kali menemuinya di sebuah restoran Jepang di Apartemen Casablanca, Jakarta. Pada pertemuan pertama, Januari 2010, inilah Johan ikut datang. Nazar tak pernah menjelaskan isi pertemuan tersebut. Yang jelas, pada pertemuan itu, ia mengaku didampingi Saan Mustopa, koleganya di Partai Demokrat dan di Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat.

161835538313

Baru pada kesempatan kedua, Juni 2010, Nazar menerangkan maksud pertemuan. "Ada pengusaha, Andi, yang mau dieksekusi soal kasus baju hansip untuk pemilu di Depdagri," katanya dalam pesan BlackBerry. Dalam pertemuan kali ini, Ade didampingi Ronny Samtana, seorang penyidik. Sedangkan Nazar bersama Saan dan Benny Kabur Harman, Ketua Komisi Hukum DPR. Nazar juga mengaku menyetorkan duit kala itu. "Yang terima uang Ronny," katanya.

Kuningan—sebutan kantor KPK—mendadak gaduh setelah pengakuan Johan. Tak cuma memberikan pengakuan, Johan meminta Handoyo memeriksa Ade Rahardja. Ia juga mengusulkan pembentukan Komite Etik untuk memeriksa setiap orang KPK yang namanya diseret Nazar. Semua pemimpin KPK, kecuali Mochammad Jasin, yang tengah berada di Palu, bergegas menggelar rapat. Keputusannya bulat: akan dibentuk Komite Etik yang diketuai Abdullah Hehamahua, penasihat KPK.

Suhu di Kuningan siang itu makin panas ketika Johan tiba-tiba mencetuskan niatnya mundur dari KPK. "Biar pemeriksaan terhadap saya lebih leluasa," katanya. Sore itu juga, pemimpin KPK kembali menggelar rapat. Hasilnya, meski baru sebatas niat, pengunduran diri Johan ditolak. Meski begitu, Johan meneruskan niatnya dengan mengirim surat pengunduran dirinya per 1 September mendatang.

Seorang pegawai KPK bercerita, suasana di Kuningan belakangan ini serba rikuh. Para petinggi KPK yang namanya disebut Nazaruddin tampak kikuk bila bertemu muka. Suasana yang sebelumnya cair perlahan beku seiring dengan makin derasnya serangan Nazar.

Semuanya berawal pada Selasa petang dua pekan lalu ketika Nazar menuding Wakil Ketua KPK Chandra M. Hamzah, Jasin, dan Ade Rahardja. Menurut dia, mereka bersekongkol supaya kasus wisma atlet tak sampai ke Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat.

Dituduh dari jauh, menurut sumber Tempo, Chandra dan Ade menemui Busyro Muqoddas, Ketua KPK. Kepada Busyro, keduanya membantah tudingan tersebut. Tak lama setelah keduanya keluar dari ruangan Busyro, Haryono Umar, juga Wakil Ketua KPK, mengetuk pintu. Meski namanya tak disebut-sebut, Haryono mengaku pernah bertemu dengan Nazar bersama koleganya di Komisi Hukum di suatu tempat untuk membahas anggaran KPK. Haryono ditemani Sekretaris Jenderal KPK Bambang Proptono Sunu.

l l l

Aan Ikhyaudin mengenang pertemuan bosnya, Nazaruddin, dengan Chandra di sebuah restoran di Apartemen Casablanca, Jakarta, awal 2009. Datang menyopiri bosnya, Aan mengaku berada di luar restoran ketika Nazar bercakap-cakap dengan Chandra selama lebih dari satu jam itu.

Selesai mereka mengobrol, barulah Aan melangkah ke dalam dan membuka dompet. Nazar menyuruhnya membayar semua santapan. "Habis sekitar Rp 800 ribu," katanya kepada Tempo pada Rabu pekan lalu. Selain sebagai sopir, Ia mengaku merangkap "ajudan" Nazar.

Menurut Aan, Chandra bertemu dengan Nazar setidaknya lima kali. Selain pertemuan itu, ada lima pertemuan dalam kurun 2008-2010 di sejumlah tempat. Pertemuan pertama terjadi akhir 2008 di Mid Plaza, Jakarta. Ketika itu, ia juga melihat Anas Urbaningrum dan Saan Mustopa bersama Nazar.

Pertemuan kedua, ya itu tadi, di Apartemen Casablanca. Selanjutnya mereka bersua lagi di rumah Nazar di Pejaten, Jakarta, dua kali: pada Juni 2010 dan November 2010. Pada dua pertemuan itu, menurut Aan, Benny Harman selalu hadir. Dia juga mengaku pernah mengantar Nazar malam-malam, sekitar pukul 21.00-22.00, ke kantor KPK. Nazar lantas naik ke ruangan Chandra lewat pintu basement.

Chandra membenarkan pada pertemuan 2008 itu ia pertama kali mengenal Nazar melalui Anas. Kepada seorang sahabatnya, Chandra berkata ia hanya tiga kali bertemu dengan Nazar, tak lebih. Selain pertemuan itu, ia mengaku dua kali beranjang ke rumah Nazar.

Pertemuan pertama di rumah Nazar, menurut Chandra kepada sahabatnya, terjadi pada September atau Oktober 2009. Ini berkebalikan dengan cerita Nazar dan Aan. Chandra yakin soal ini karena saat itu Nazar, lewat pesan BlackBerry, mengajaknya berhalalbihalal bersama Benny Harman di rumahnya dan mengobrol tentang kasus "cicak-buaya". Ketika itu, ia masih berstatus tersangka. "Aku mau datang karena sedang nonaktif di KPK," kata Chandra.

Sedangkan pertemuan kedua terjadi pada November 2010. Nazar mengirim pesan bahwa Benny Harman ingin bertemu. Kenyataannya, Benny tak datang dalam pertemuan tersebut. Dalam pertemuan itu, menurut Chandra, mereka membicarakan deponering kasus yang menjerat ia dan koleganya, Bibit Samad Rianto. Ketika ditanya soal ini, Chandra hanya berkata, "Semuanya akan saya sampaikan ke Komite Etik."

Soal pertemuan Ade dan Nazar, Aan menyokong tuduhan bosnya. Ia mengatakan pertemuan pertama terjadi pada Juni 2010 dan kedua pada Oktober 2010. Ade mengatakan perjumpaan selanjutnya berlangsung sekitar Oktober-November 2010. "Pokoknya setelah Lebaran," ujarnya.

Pertemuan pertama diawali pesan pendek Nazar, yang mengajaknya bertemu untuk "silaturahmi". Ketika itu jam sudah lewat pukul 21.00. Ade lantas melapor ke Chandra, yang masih ada di kantor, bahwa ia diajak Nazar bertemu.

Setelah mendapat izin Chandra, Ade mencari-cari orang untuk diajak. "Biar tak ada fitnah," katanya. Johan, yang kebetulan satu lantai dengan Chandra dan tengah bersiap-siap pulang, lantas ia ajak ke Casablanca. Nazar, yang datang ditemani Saan Mustopa, semula mengobrol ke sana-kemari.

Di tengah-tengah obrolan, Nazar tiba-tiba menanyakan kasus korupsi alat kesehatan yang melibatkan bekas Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Sjafii Ahmad yang tengah ditangani KPK. "Nazar minta kasusnya distop," katanya. Ade tersinggung.

Sekitar Oktober, Nazar menghubungi Ade lagi. Ia meminta ketemu untuk halalbihalal. Kali ini Ade mengajak Ronny. Mengobrol berputar-putar, Nazar lantas menanyakan penanganan suatu kasus. "Itu penyidiknya enggak sopan," kata Ade menirukan Nazar. Dalam pertemuan itu, kata Ade, Nazar sama sekali tak menyinggung kasus pengadaan baju hansip seperti yang dituduhkan.

Benny Harman membenarkan cerita versi Chandra dan Ade. Menurut dia, Nazar berbohong ketika mengatakan ada pengusaha bernama Andi dalam pertemuan dengan Ade dan Chandra. Nazar, seperti yang dibilang Ade, justru mencoba mengintervensi kasus di KPK. "Saya malu, terus saya minta maaf ke Pak Ade," katanya. Menurut Benny, Nazar selalu menjual namanya untuk mengundang Chandra.

Tuduhan Nazaruddin bisa jadi tidak betul. Tapi serangannya "berhasil" menyingkirkan tiga nama yang ia sebut—Chandra, Ade, dan Johan—dari seleksi calon pemimpin KPK dan membikin gonjang-ganjing Kuningan.

Anton Septian, Tomi Aryanto


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161835538313



Nasional 5/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.