Di pantai tandus - Desa - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Desa 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Di pantai tandus

Desa leato, desa terpencil di kota selatan, gorontalo. pembangunan dibiayai dengan proyek inpres serta swadaya masyarakat. terdapat koperasi perikanan laut dengan anggota 400 orang.

i
DARI geladak kapal yang memasuki bandar laut Gorontalo, di waktu malam akan tampak kerdipan lampu-lampu di pesisir pantai, persis di bawah kaki bukit-bukit yang merupakan bibir dari teluk yang menjadi bandar ini. Di waktu siang terlihat rumah-rumah penduduk berserakan di sepanjang pesisir dengan cepat melemparkan kesan bahwa ini adalah pedukuhan kaum nelayan. Inilah desa Leato satu di antara 39 desa yang ada di Kotamadya Gorontalo. Terletak paling terpencil di Kecamatan Kota Selatan, desa Leato ini punya keistimewaan tersendiri. Berpenduduk cuma 2.960 jiwa, desa ini terbagi dalam 6 buah pedukuhan masing-masing, Tamuyung, Leato, Tamintao, Tamboa, Alumbango dan Latula. Rumah-rumah penduduk berserakan di pesisir pantai sepanjang kl. 4 km dihiasi bukit-bukit tandus yang merupakan panggung alam. Barang siapa berniat datang ke kampung ini, harus melewati pintu pelabuhan Gorontalo. "Sebab ini adalah jalan satu-satunya", tutur S. Kantuhe kepada desa Leato. Tentu saja demikian, karena di sebelah kiri bukit-bukit batu yang terjal, sedangkan di sebelah kanan air laut, itulah jalan kecil menuju Leato. Dahulupun jalan ke sana hanya dapat dilalui dengan jalan kaki, atau bersepeda. Satu-satunya syarat bagi penduduk Leato meliwati pintu gerbang desanya yang merupakan pintu pelabuhan itu yaitu "yang bersepeda harus turun" seperti terpancang di selembar papan. Dan karena desa ini boleh dikata berada di dalam kawasan pelabuhan, tak heran kalau penduduknya 30 persen adalah buruh pelabuhan yang sudah tentu anggota UKA. Yang lainnya 60 persen nelayan, 10 persen tani. Koperasi Meski begini, Leato tentu berusaha mencapai kelayakannya sebagai sebuah desa yang di masa Pelita ini secara berjangka diguyuri bantuan desa dan dana proyek inpres lainnya dari Pemerintah pusat. Dalam hal swadaya masyarakat yang sudah jadi mode di zaman sekarang, Leato pun tak tinggal diam. "Jalan yang dulu hanya dapat dilalui sepeda sekarang sudah bisa dengan mobil", ucap S. Kantuhe dengan bangga. Dan ini berhasil berkat adanya bantuan desa yang ditunjang swadaya masyarakat, sekalipun rakyat harus kerja bakti memecahkan bukit-bukit karang melebarkan jalannya. Sarana pendidikan, tak pula ketinggalan dibangun. Dua buah SDN Inpres telah dibangun di Leato ini. Perihal kaum nelayan dirasakan adanya peningkatan taraf hidup. "Kalau dulu hanya pakai dayung, sekarang 50 persen sudah mengunakan motor laut", ujar Kantuhe. "Dan ini berkat adanya koperasi nelayan laut di desa ini", tambahnya pula. Koperasi perikanan laut Leato yang diketuai oleh Ibnu Suparman ini sekarang beranggota 400 orang. Tugasnya menampung dan memasarkan hasil nelayan setempat. Hasilnya terlihat dengan peningkatan taraf hidup anggotanya. Misalnya membangun rumah tinggal yang lebih memenuhi syarat, dan membeli perlengkapan nelayan yang lebih produktif. Bahkan melalui koperasi ini, sudah ada 30 orang anggotanya yang menikmati KIK. Sampai di sini, Leato masih mendambakan kehidupan yang lebih sejahtera. Misalnya Balai Pengobatan dirasakan sangat penting, mengingat jauh dari Rumah Sakit. Yang menyangkut kesehatan rohani, dirasa sudah agak lumayan karena terdapat 5 buah mesjid/langgar di desa ini. Satu hal lagi yang dirasa sangat penting, itulah listrik. Sebab dengan menyalanya listrik di Leato, "pemandangan kota Gorontalo di waktu malam dari arah laut, menjadi lebih cantik", ucap S. Kantuhe. Pendapat ini tentu tak salah juga, sebab lokasi daerah wisata untuk Komad Gorontalo, calon tunggalnya ialah Leato. "Dan ini memang sudah masuk dalam rencana", tutur A Mosin Ka Hubmas Komad Gorontalo. "Benar, daerah itu memang cocok sekali. Kami pun berniat membangun hotel di sana" kata seorang pengusaha hotel di Gorontalo.
2020-06-01 09:26:22


Desa 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.