Catatan Pinggir 1/1

Sebelumnya
text

Anti-Puisi

Mengapa filsafat dan puisi bermusuhan? Plato membayangkan filosof sebagai pemegang kekuasaan dan penyair sebagai perusuh.

i Anti-Puisi
Anti-Puisi
  • Sejak dulu filsafat dan puisi acap bermusuhan. Mengapa? .
  • Filsafat yang mengejar kebenaran acap goyah oleh gangguan puisi.
  • Akankah mereka berdamai? .

…mari kita beri tahu… bahwa ada sebuah pertengkaran purba antara filsafat dan puisi.

Plato.

PARA penyair adalah sebuah cela. Mereka harus diusir dari Kallipolis. Ketika Plato membayangkan negeri yang ideal itu dalam Republik-nya, ia meletakkan filosof sebagai pemegang kekuasaan dan penyair sebagai perusuh. “Kita sadar benar bahwa puisi… tak dapat dipandang sungguh-sungguh hendak mencapai kebenaran.”

Per

...

Silakan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 5 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Goenawan Mohamad


puisi Filsafat Subagio Sastrowardoyo Plato Nietzsche

Catatan Pinggir 1/1

Sebelumnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.