Peringatan Kedua Al Gore - majalah.tempo.co

Film 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Peringatan Kedua Al Gore


Film dokumenter kedua Al Gore tentang bencana perubahan iklim yang telah melampaui titik gawat.

Administrator

Edisi : 28 Agustus 2017
i

SEPULUH tahun lalu, Albert Arnold Gore membuat banyak warga dunia terguncang lewat film dokumenter An Inconvenient Truth. Wakil Presiden Amerika Serikat era Bill Clinton itu bertindak sebagai presenter yang memaparkan kerusakan mengerikan bumi akibat pemanasan global. Film tersebut diganjar Piala Oscar kategori dokumenter terbaik sekaligus disebut-sebut berhasil mengubah paradigma global dalam aksi penanganan perubahan iklim.

Satu dekade kemudian, situasi bumi ternyata tak membaik. Banyak ramalan yang disebut Al Gore dalam An Inconvenient Truth menjadi nyata, bahkan lebih parah. Al Gore pun kembali membawa peringatan kedua lewat An Inconvenient Sequel: Truth to Power.

Seperti pada film pertama, Al Gore kembali tampil dengan gaya dosen yang menyampaikan presentasi di depan audiens. Tentu dengan materi slide yang jauh lebih hebat dan interaktif. Ia memaparkan data berikut footage terbaru tentang pola cuaca yang makin ganjil, melelehnya gletser, emisi karbon di atmosfer, kebakaran hutan, dan bencana katastropik lainnya.

Gore mendirikan organisasi nirlaba The Climate Reality Project, yang kini telah tersebar di 137 negara. Organisasi ini telah merekrut dan melatih lebih dari 12 ribu climate leaders untuk menyuarakan krisis lingkungan di berbagai lini. Membuat film dokumenter adalah strategi kampanye Al Gore di samping kegiatan rutinnya mengisi seminar-seminar lingkungan di seluruh dunia.

Lewat film dokumenter ini, Gore membawa kita ke berbagai sudut dunia, dari Florida yang dihantam badai Sandy, topan Haiyan di Filipina, hingga Greenland yang esnya makin tipis. Melihat orang-orang di India yang kesulitan berjalan karena sandal mereka menempel di aspal saking tingginya suhu memberi bukti bahwa pemanasan global tak bisa dibantah lagi.

Film ini terasa lebih emosional dibanding An Inconvenient Truth karena Al Gore tampaknya makin frustrasi melihat pemanasan global makin nyata. Al Gore, yang biasanya berbicara dalam nada teratur dan terstruktur, terlihat beberapa kali tak bisa mengendalikan emosi. Suaranya meninggi saat bercerita tentang perempuan yang dilarang hamil agar terhindar dari wabah Zika akibat meningkatnya suhu. Walau begitu, kali ini Al Gore berbuat lebih jauh dari sekadar "menakut-nakuti". Dalam film yang disutradarai Bonni Cohen dan Jon Shenk ini, ia memberikan semangat ada sesuatu yang bisa dilakukan. Ada sisi cerah yang disajikan, yakni komunitas penyelamat lingkungan yang tumbuh makin besar.

Sesuai dengan judulnya, Truth to Power, Al Gore juga menyajikan aktivitasnya melakukan lobi-lobi politik meyakinkan pemimpin dunia agar bergabung dalam gerakan penyelamatan bumi. Melobi para pembuat keputusan terbukti jauh lebih sulit. Kita melihat Al Gore berhadapan dengan Menteri Energi India Piyush Goyal, yang dengan keras mementahkan ajakan untuk menggunakan energi surya. "Amerika Serikat telah menikmati energi batu bara selama 150 tahun, India hanya akan menggunakan energi surya kalau kami juga sudah menikmati batu bara selama 150 tahun," ujar Goyal. Menanggapi hal itu, Gore tetap mencoba jalan lain, seperti negosiasi dengan perusahaan penyedia teknologi surya di Amerika, SolarCity, untuk meyakinkan India menandatangani perjanjian Paris. Berhasil.

Sayangnya, film ini luput bercerita banyak tentang satu orang yang belakangan jadi musuh besar penyelamatan lingkungan. Siapa lagi kalau bukan Donald Trump. An Inconvenient Sequel selesai diproduksi pada November 2016 sebelum Trump terpilih. Januari lalu, film ini sedikit diedit untuk menambahkan pengumuman kontroversial Trump yang menyatakan Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan Paris. Melihat sikap Trump, Al Gore tampaknya harus bersegera menyiapkan sekuel ketiga.

Moyang Kasih Dewimerdeka

Film 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.